Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiImamat 5:9 Tafsiran ayat Alkitab
Imamat 5:9 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka dari pada darah korban karena dosa ini hendaklah dipercikkannya kepada dinding mezbah, dan darah yang lagi tinggal itu hendaklah diperah pada kaki mezbah, ia inilah korban karena dosa adanya.
Imamat 5:9 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Imamat 5:9 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Imamat 4:18 (IDN) »
Maka dari pada darah itupun hendaklah dibubuhnya kepada segala tanduk mezbah, yang di hadapan hadirat Tuhan dalam kemah perhimpunan, lalu hendaklah dicurahkannya segala darah itu kepada kaki mezbah korban bakaran, yang di hadapan pintu kemah perhimpunan.

Imamat 4:7 (IDN) »
Maka hendaklah imam itu membubuh dari pada darah itu kepada tanduk meja bakar dupa yang dari pada rempah-rempah harum, di hadapan hadirat Tuhan dalam kemah perhimpunan, kemudian hendaklah dicurahkannya segala darah lembu muda itu pada kaki mezbah korban bakaran, yang di hadapan pintu kemah perhimpunan.

Imamat 4:30 (IDN) »
Lalu hendaklah diambil oleh imam dengan jarinya dari pada darah itu, dibubuhnya pada segala tanduk mezbah korban bakaran, setelah itu hendaklah segala darah itu dicurahkannya pada kaki mezbah itu.
Imamat 5:9 - Pembacaan darah korban dosa di mezbah
Bagian ini menjelaskan tata cara pemrosesan darah korban karena dosa: darahnya dipercikkan pada dinding mezbah dan sisa darah diperah ke kaki mezbah. Secara latar budaya dan hukum suci di kemah/tabernakel, tindakan ini menegaskan bahwa dosa memerlukan penebusan yang menyentuh penyembahan, tidak sekadar formalitas persembahan. Darah sebagai simbol kehidupan menyatakan harga dosa dan kebutuhan pendamaian di hadapan Allah.
Ayat dalam konteks pasal
Imamat pasal 5 membahas jenis-jenis pelanggaran kecil hingga dosa tidak disengaja, serta tata cara pendamaian bagi umat. Ayat 9 berada di bagian yang menjelaskan langkah-langkah ritual untuk pengampunan ketika seseorang tidak secara sengaja bersalah, menunjukkan bahwa pendekatan Allah terhadap dosa adalah penuh ketelitian dan kasih dalam mengembalikan hubungan dengan-Nya melalui persembahan yang tepat.
Gagasan utama yang tersirat
Gagasan utama ayat ini adalah pentingnya pengakuan dosa dan pemurnian melalui darah korban. Darah bukan sekadar unsur fisik; ia menyimbolkan kehidupan yang hilang akibat dosa dan kebutuhan penebusan melalui pemberian yang ditetapkan Allah. Penyiraman darah ke dinding mezbah melambangkan keterlibatan Allah dalam mengadili dan menghapus pelanggaran, sementara meneteskan darah ke kaki mezbah menunjukkan landasan spiritual—pendamaian yang menenangkan hati umat, agar persembahan diterima dan ibadah tidak berhenti karena dosa.
Refleksi dari tokoh komentator publik domain
Para komentator klasik menyimak bahwa tata cara ini menekankan keseimbangan antara keadilan ilahi dan kasih-Nya yang memediasi umat. Karya-karya berbahasa Inggris yang telah beredar lama menegaskan bahwa darah korban adalah simbol kehidupan yang dipulihkan melalui pendamaian. Kutipan ringkas yang sering disebutkan adalah konsep bahwa darah melambangkan korban dan ritus pembasuhan menyiapkan umat untuk berhubungan dengan Tuhan secara layak.
Perbandingan singkat dengan bagian lain
Hubungan-hubungan ini menegaskan bahwa pendamaian melibatkan aspek hukum ilahi, kehidupan, dan penyucian hati umat yang beribadah kepada-Nya.
Aplikasi praktis bagi pembaca hari ini
Secara historis, konteks ritual tidak langsung berlaku hari ini. Namun inti maknanya kuat: dosa mempengaruhi hubungan dengan Allah dan perlu penyucian yang datang melalui pendamaian yang disediakan-Nya. Pelajaran praktisnya adalah:
Hubungan silang yang relevan
Beberapa referensi untuk memperdalam pemahaman:
Ringkasan
Imamat 5:9 menegaskan bahwa dosa memerlukan pendamaian melalui cara yang telah ditetapkan Allah. Darah korban bukan sekadar unsur ritual, melainkan simbol kehidupan, keadilan-Nya, dan kasih dalam memberikan jalan untuk penyucian bagi umat yang taat. Melalui pengakuan dosa dan penerimaan pendamaian-Nya, umat dipulihkan untuk kembali beribadah dengan hati yang tulus.