Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiImamat 5:16 Tafsiran ayat Alkitab
Imamat 5:16 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka barang yang dikurangkannya dengan dosanya dari pada perkara yang suci itu hendaklah dipulangkannya dan dipertambahkannya lagi dengan seperlimanya dan dibawanya kepada imam, maka oleh imam itupun akan diadakan gafirat baginya dengan domba jantan itu dikorbankan karena dosanya, lalu ia itu akan diampuni kepadanya.
Imamat 5:16 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Imamat 5:16 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Imamat 22:14 (IDN) »
Maka jikalau seorang telah makan dari pada barang yang suci itu sebab sesat, maka hendaklah dipertambahkannya dengan seperlima banyaknya dan dikembalikannya barang yang suci itu kepada imam demikianlah.

Bilangan 5:7 (IDN) »
maka hendaklah diakunya dosanya yang telah dibuatnya, lalu dipulangkannya barang yang patut kepada orang yang empunya setelah dipertambahkan dengan seperlimanya dahulu, maka ia itu dipulangkan kepada orang yang ia berhutang kepadanya.

Imamat 27:27 (IDN) »
Tetapi jikalau ia itu dari pada binatang yang haram, maka bolehlah ditebusnya dengan nilaianmu, maka hendaklah dipertambahkannya, lagi dengan seperlimanya, maka jikalau ia itu tiada ditebus, bolehlah dijual sekadar nilaianmu.
Imamat 5:16 dalam konteks keseluruhan hukum tentang dosa tidak disengaja
Ayat ini berada dalam rangka hukum korban dan gafirat bagi orang yang melakukan dosa melalui ketidak sengajaan terhadap barang suci. Setelah seseorang menyadari dosa yang timbul karena kesalahan terhadap perabotan kudus atau kekeliruan terkait ritual,^1 maka ia harus mengembalikan bagian yang disalahgunakan, menambahkannya seperlimanya, lalu membawa kepada imam agar disertai oleh proses pengampunan melalui pengorbanan domba jantan. Inti ajaran ayat ini adalah keadilan hukum yang mengarahkan pemulihan kepada Tuhan dan pada saat yang sama memberi peluang pengampunan bagi yang bersalah karena meninggalkan dosa dengan rendah hati.
Pemahaman utama ayat
Ayat ini menegaskan bahwa kesalahan terhadap barang suci bukan hanya soal kehilangan materi, melainkan pelanggaran terhadap kekudusan komunitas Israel. Pemulihan tidak cukup dengan mengembalikan barang yang rusak; ditambahkan seperlima sebagai kompensasi, dan korban pengampunan dilakukan melalui pengorbanan seekor domba jantan oleh imam. Karena itu, tindakan ini menghadirkan tanggung jawab pribadi dan ketaatan kepada tata ibadah yang menuntun pada pemulihan hubungan dengan Allah.
Tiga tema kunci
Rujukan silang (cross-references)
- Imamat 6:1-7: menguraikan mekanisme pengembalian barang hilang dan kompensasi; menekankan bahwa pengakuan dan restitusi menyatu dengan proses pemurnian korban.
- Bilangan 5:6-8: memberi gambaran lebih luas tentang bagaimana umat membawa dosa secara pribadi dan cara restitusi dibentuk sebelum imam.
- Imamat 4:27-31: contoh korban untuk pelanggaran tidak disengaja secara umum, memperlihatkan pola penebusan melalui korban yang serupa tetapi dengan keadaan ritual berbeda.
Refleksi praktis
Ayat ini mengingatkan pembaca untuk tidak menganggap enteng tindakan kecil yang membawa ketidak-kudusan. Ketika kita menyadari kesalahan terhadap hal-hal yang dianggap suci di mata Allah—seperti integritas kehidupan rohani kita sendiri—maka langkah-langkah pemulihan yang tepat diperlukan: mengakui pelanggaran, mengganti kerugian, dan berpartisipasi dalam doa bersama pemurnian melalui iman kepada Kristus sebagai “imamat yang rajah” bagi jemaat (praktik-teguh harmoni antara iman pribadi dan ibadah jemaat).
Gambaran ringkas
Imamat 5:16 menekankan bahwa pelanggaran terhadap hal-hal kudus menuntut restitusi disertai penambahan seperlima dan pengampunan melalui pengorbanan imam. Pola ini menegaskan keadilan Allah yang sekaligus memberi jalan pemulihan melalui sistem pengampunan yang ditetapkan-Nya.
Penjelasan singkat dari para penafsir terdahulu
Para penafsir seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa ketepatan hukum ini menunjukkan tanggung jawab pribadi yang disertai hikmat sipil dan rohani. Mereka mengaitkan domba jantan sebagai simbol penebusan yang menyingkap realitas bahwa penghapusan dosa datang melalui korban yang ditetapkan Allah. Dalam konteks pembacaan modern, gagasan ini dipertemukan dengan kebutuhan akan integritas pribadi dan komunitas yang menuntun pada pemurnian hidup melalui pendamaian dengan Allah.
Sesudah ayat ini, umat diajak memahami bahwa langkah pertobatan tidak hanya berhenti pada kebenaran hukum, tetapi juga pada pertumbuhan iman melalui persembahan yang benar dan keikutsertaan dalam hidup doa bersama.