Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiImamat 5:5 Tafsiran ayat Alkitab
Imamat 5:5 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
maka jikalau barang seorang telah bersalah dengan peri yang demikian itu, hendaklah ia mengaku dosa yang telah dibuatnya;
Imamat 5:5 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Imamat 5:5 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Bilangan 5:7 (IDN) »
maka hendaklah diakunya dosanya yang telah dibuatnya, lalu dipulangkannya barang yang patut kepada orang yang empunya setelah dipertambahkan dengan seperlimanya dahulu, maka ia itu dipulangkan kepada orang yang ia berhutang kepadanya.

Amsal 28:13 (IDN) »
Orang yang melindungkan dosanya itu tak boleh beruntung, tetapi orang yang mengaku dan membuangkan dia ia itu mendapat kasihan kelak.

Imamat 26:40 (IDN) »
Maka pada masa itulah mereka itu akan mengaku segala salah dirinya dan salah nenek moyangnyapun, sebab ia mendurhaka kepada-Ku dengan degilnya dan melawan akan Daku dengan sengajanya.
Imamat 5:5 dalam Terjemahan IDN: Pengakuan Dosa akibat Kesalahan tertentu
Setting segera: Pasal ini berada dalam bagian hukum korban dan pengampunan dalam Imamat. Ayat 5 menyoroti langkah yang harus diambil seseorang yang menyadari telah melakukan pelanggaran tertentu, dengan menuntut pengakuan dosa sebagai bagian dari pemulihan hubungan dengan Tuhan dan komunitas.
Apa yang dikedepankan teks tentang Allah dan iman
Ayat ini menegaskan bahwa Allah memperhitungkan tindakan manusia secara pribadi dan sosial. Pengakuan dosa tidak sekadar formalitas, melainkan bagian dari respons iman untuk mengambil tanggung jawab atas perbuatan yang menodai hubungan dengan Tuhan. Allah menghendaki transparansi hati manusia—mewakili kesungguhan pertobatan yang berujung pada pemulihan damai dengan-Nya.
Kosakata dan gambaran penting
Beberapa kata kunci membantu menafsirkan ayat ini:
Hubungan dengan bagian lain
Hubungan dengan bagian-bagian regulasi pada Imamat menyoroti pola: ketika seseorang mengenali pelanggaran, langkah pertama adalah pengakuan, lalu disusul tindakan berikutnya sesuai dengan jenis dosanya (pemulihan, penggantian, atau tindakan pengampunan). Ayat ini menyiapkan landasan untuk mekanisme pertanggungjawaban pribadi di hadapan Allah.
Potongan komentar dari sumber terdahulu (ringkas dan menyatu)
Beberapa penafsir klasik menyoroti bahwa pengakuan dosa di sini adalah bagian dari proses sakral yang menebus impas antara manusia dan Tuhan, bukan sekadar permainan kata. Mereka menekankan bahwa kemurnian iman tampak ketika seseorang bersedia mengakui kesalahan secara terbuka dan bertindak menurut pertobatan tersebut.
2-3 Referensi silang yang relevan
• Imamat 6:2-3 — Menjelaskan konsekuensi dari pelanggaran dan kebutuhan langkah pengakuan serta ganti rugi bila ada kerugian akibat tindakan salah. Penjelasan singkat: pengakuan di sini melibatkan tanggung jawab penuh atas perbuatan yang merugikan pihak lain dan pelaksanaan pemulihan.
• Bilangan 5:6-7 — Menekankan keharusan mengaku salah sebagai bagian dari prosedur penyelesaian dosa agar damai dapat dipulihkan antara pribadi dengan Tuhan dan komunitas.
• Mazmur 32:5 — Menunjukkan manfaat pengakuan dosa dan pemulihan damai batin ketika umat berserah kepada Allah dan mengakui kesalahan mereka.
Aplikasi praktis untuk masa kini
Ayat ini mendorong pembaca untuk tidak menggariskan dosa sebagai hal abstrak. Dalam hidup sehari-hari, pertobatan dimulai dengan pengakuan yang jujur kepada Allah atas kesalahan-kesalahan yang nyata. Langkah ini membuka jalan bagi pemulihan hubungan dengan sesama dan dengan Allah sendiri. Praktikkan:
Penutup: Pengakuan dosa, sebagaimana dinyatakan di ayat ini, adalah bagian dari iman yang hidup—mengarahkan kita kepada hubungan yang lebih dekat dengan Tuhan dan komunitas, di mana kasih dan keadilan dipraktekkan melalui pertobatan yang nyata.