Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiImamat 5:12 Tafsiran ayat Alkitab
Imamat 5:12 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka hendaklah dibawanya kepada imam, lalu diambil imam dari padanya seberapa banyak dapat digenggam akan bahagian persembahan, dan dibakarnya di atas mezbah, di atas korban api bagi Tuhan: ia itulah persembahan karena dosa adanya.
Imamat 5:12 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Imamat 5:12 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Imamat 2:9 (IDN) »
Maka dari pada persembahan makanan itu akan diambil oleh imam bahagian yang patut dipersembahkan, lalu hendaklah dibakarnya di atas mezbah, maka ia itu suatu persembahan api, suatu bau yang harum bagi Tuhan.

Imamat 4:35 (IDN) »
Maka segala lemak hendaklah diambilnya dari padanya, seperti diambil akan lemak dari pada anak domba korban syukur itu, lalu ia itu dibakar oleh imam di atas mezbah, di atas korban api bagi Tuhan, maka imam itupun akan mengadakan gafirat baginya dan dosa yang telah dibuatnya akan diampuni kepadanya.

Imamat 2:2 (IDN) »
Maka hendaklah dibawanya kepada anak-anak Harun, yang imam, dan ia akan mengambil dari padanya segenggam penuh-penuh, yaitu dari pada tepungnya dan dari pada minyaknya serta dengan segala kemenyan itu, maka imam itu akan membakar bahagian persembahan itu di atas mezbah akan persembahan api, yaitu suatu bau yang harum bagi Tuhan.
Imamat 5:12 (IDN) — Inti Makna
Inti maknanya: persembahan karena dosa dipersembahkan dengan cara yang spesifik kepada imam, kemudian imam mengambil bagian yang dapat digenggam dari persembahan tersebut untuk dibakar di atas mezbah sebagai korban api bagi Tuhan. Ini menegaskan bahwa pengakuan dosa menyertai penyembahan melalui unsur bagian tertentu dari persembahan, sehingga dosa diakui dan ditebus melalui korban yang dipersembahkan kepada Allah.
Rangka konteks
Imamat 5 membahas dua cara korban karena dosa ketika seseorang tidak sengaja berbuat pelanggaran. Ayat ini menjelaskan bagaimana persembahan menjadi bagian yang dibenarkan secara ritual: seseorang membawa persembahan kepada imam, imam mengambil sebagian tertentu dari persembahan itu, lalu mempersembahkannya di mezbah sebagai korban api bagi Tuhan. Sistem korban di Imamat menekankan kesetiaan ritual, kebersihan hati, dan penyelarasan dengan tata tertib yang telah ditetapkan Allah untuk memelihara hubungan dengan-Nya.
Observasi penafsiran
Pengalaman teologis yang relevan
Pada tema dosa, kesetiaan, dan pemulihan, nabi-nabi dan penulis Perjanjian Lama menekankan bahwa tindakan hukum tidak sekadar ritus, tetapi juga mencerminkan hati yang tunduk pada Allah. Dalam konteks ini, bagian persembahan yang dibakar melambangkan deliveran kemurnian hati kepada Tuhan, meskipun dalam tata ritual kuno.
Salinan silang yang terkait
Hikmah praktis yang terbatas
Pelajaran: pengakuan dosa yang sungguh-sungguh perlu diiringi tindakan yang menunjukkan komitmen untuk hidup sesuai kehendak Allah. Ketaatan pada tata cara ibadah kuno mengilustrasikan ketaatan hati, yang tetap relevan: kita bertumbuh melalui tindakan yang konsisten dalam iman dan kehidupan sehari-hari.
Cross-references dan hubungan singkat
Ringkasnya, ayat ini menegaskan bahwa persembahan karena dosa disertai tata cara yang mengacu pada pengakuan, pemurnian, dan pemulihan hubungan dengan Allah melalui perantaraan imam. Nilai kita hari ini mengikuti prinsip ketaatan, pengakuan, dan pembaruan hati di hadapan Allah, meskipun forma ibadah berubah seiring waktu.