Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiYosua 7:12 Tafsiran ayat Alkitab
Yosua 7:12 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka sebab itu tiada tahan bani Israel berdiri di hadapan musuhnya, mereka itu akan membuang belakang kepada musuhnya, karena mereka itu bagi ditumpas! Jikalau tiada kamu membuang tumpas itu dari tengahmu, maka tiada boleh lagi Aku menyertai akan kamu.
Yosua 7:12 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Yosua 7:12 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Mazmur 5:4 (IDN) »
(5-5) Karena bukannya Engkau Allah yang berkenan akan khianat, dan orang fasik itu tiada tahan hampir dengan Dikau.

Bilangan 14:45 (IDN) »
Lalu turunlah orang Amalek dan orang Kanani, yang telah mendirikan kemahnya di atas bukit itu, dialahkannya dan diparangnya mereka itu berpenggal-penggal sampai ke Horma.

Yesaya 59:2 (IDN) »
Tetapi segala kejahatanmu sudah menceraikan kamu dari pada Allahmu, dan sebab segala dosamu disamarkannya wajah-Nya dari padamu, sehingga tiada didengar-Nya akan kamu.
Yosua 7:12 (IDN) — Setting, makna, dan aplikasi
Ayat ini muncul setelah Israel gagal menaklukkan kota Ai karena Achan telah melanggar perintah Allah. Pada saat itu, umat Israel menghadapi kekalahan yang mengungkapkan bahwa perjanjian dengan Allah dapat diberkati atau dihentikan sesuai ketaatan. Allah menegaskan bahwa ketidaktaatan membawa pemisahan-Nya dari tengah-tengah umat-Nya andai mereka tidak membuang tumpasan dosa dari tengah mereka.
Apa yang ditunjukkan teks tentang Allah dan iman
Ayat ini menekankan komunitas perjanjian dan kedaulatan Allah atas kemenangan. Allah tidak berkompromi dengan dosa yang tidak diakui dan dihapuskan. Kemenangan umat-Nya bergantung pada kesetiaan kepada perintah-Nya. Sikap Allah yang tegas terhadap dosa menunjukkan bahwa hubungan yang benar dengan-Nya memerlukan kemurnian hati dan tindakan yang konsisten terhadap larangan yang diberitahukan-Nya.
Kata-kata penting dan gambaran kunci
Ayat-ayat silang yang relevan
Beberapa referensi yang memperkaya pemahaman:
Inti hubungan dengan Allah dinyatakan bahwa kemuliaan-Nya memerlukan kebersihan dan ketaatan total; tanpa itu, penyertaan-Nya tidak dapat dinikmati.
Pembelajaran bagi jemaat masa kini
1) Ketaatan total kepada arahan Allah adalah prasyarat untuk mengalami kemenangan rohani. Ketidaktaatan, sekecil apa pun, bisa menimbulkan gangguan serius bagi komunitas dan iman pribadi.
2) Pengakuan dan pembersihan dosa harus dilakukan secara terbuka dalam komunitas iman agar korupsi rohani tidak menular. Namun demikian, pemurnian itu memerlukan sikap rendah hati dan pertobatan nyata.
3) Penyertaan Tuhan tidak tergantung pada ukuran atau kekuatan umat, melainkan pada ketaatan mereka kepada firman-Nya. Ketika umat menyisihkan dosa, Allah menjaga, membimbing, dan memberi kemenangan yang berasal dari-Nya sendiri.
Ringkasan singkat
Ayah umat dihadapkan pada pilihan: hidup di dalam ketaatan atau menerima konsekuensi kegagalan. Allah berfirman bahwa penyertaan-Nya menyertai ketika umat menjauhkan dosa dan mengikuti perintah-Nya dengan setia. Ayat ini mengingatkan kita bahwa kemuliaan Tuhan dibangun di atas integritas hidup umat-Nya.
Cuplikan pemikiran para komentator lama: James Matthew Henry menekankan bahwa ketidaktaatan membawa “kebinasaan perlindungan,” sedangkan ketaatan membawa penyertaan ilahi. Albert Barnes menekankan bahwa “pemurnian dari dosa” adalah syarat penting agar Allah menyertai umat-Nya. Adam Clarke menambahkan bahwa kemenangan tidak akan datang jika ada dosa yang dibiarkan berakar di tengah bangsa. (Cuplikan singkat ini diambil dari gaya interpretasi para tokoh tersebut; kutipan lengkap tidak dimuat.)