Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiYosua 7:21 Tafsiran ayat Alkitab
Yosua 7:21 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Karena hamba melihat dalam barang jarahan itu sehelai kain Babiloni yang indah-indah dan dua ratus syikal perak dan sebuah kerungsang emas yang lima puluh syikal beratnya, maka inginlah hamba akan dia, lalu hamba mengambil dia, bahwasanya adalah ia itu hamba sembunikan dalam tanah di tengah-tengah kemah hamba dan peraknyapun adalah di bawahnya.
Yosua 7:21 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Yosua 7:21 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yesaya 29:15 (IDN) »
Wai bagi mereka yang hendak menyamarkan dirinya dari pada Tuhan dan menyembunyikan bicaranya, dan perbuatannya di dalam kegelapan, sambil katanya: Siapakah melihat kita? Siapakah mengenal kita?

1 Yohanes 2:15 (IDN) »
Janganlah kamu mengasihi dunia atau barang yang ada di dalam dunia. Jikalau barang seorang mengasihi dunia, maka kasih Bapa itu tiadalah ada di dalam dia.

Mazmur 119:37 (IDN) »
Jauhkanlah mataku dari pada melihat akan sia-sia, dan berilah aku mendapat hidup pada jalan-Mu.
Yosua 7:21 (IDN) — Ringkasan konteks dan makna
Ayat ini adalah bagian dari kisah tentang kekalahan umat Israel di AI. Setelah kemenangan besar di Yerikho, Akan bin Syaftiat melihat barang-barang jarahan yang terlarang untuk dimiliki umat Tuhan. Dalam keinginan pribadi, ia melihat sehelai kain Babiloni yang indah, sejumlah perak, dan sebuah keruncing emas berat, lalu menaruhnya di bawah kemahnya. Tindakannya membawa kemalangan bagi bangsa Israel karena pelanggaran perjanjian yang menuntut ketaatan penuh kepada Tuhan.
Makna utama ayat
Inti ayat ini adalah pernyataan mengapa Israel mengalami kekalahan: sinyalihat berani melawan larangan Tuhan, yaitu mengambil barang-barang jarahan yang diperintahkan tidak boleh dimiliki. Akan mengakui bahwa dorongan nafsu duniawi mengalahkan komitmen kepada Tuhan, dan akibatnya menimpa seluruh komunitas. Ayat ini juga menekankan bahwa dosa individu dapat menodai bangsa secara keseluruhan jika tidak segera ditangani.
Tema utama
Teks lintas berkaitan (referensi singkat)
1) Ulangan 7:25-26 mengingatkan larangan mengambil benda yang telah dikutuk; mengambilnya membawa kutuk serupa bagi pemilikan pribadi. 2) 1 Samuel 15:23 menekankan bahwa pemberontakan sama dengan menyamakan dirinya dengan dosa kenabian; keinginan pribadi yang menolak perintah Tuhan berbahaya bagi komunitas. 3) Roma 14:12-13 mengarahkan kita untuk menilai tindakan sendiri dan tidak menjadi batu sandungan bagi sesama.
Ramah praktis bagi pembaca
Ayat ini mengingatkan kita bahwa keinginan materi bisa menjerumuskan jika tidak ditundukkan kepada Tuhan. Dalam kehidupan sehari-hari, kita diajak memeriksa hati secara jujur: apa yang kita miliki atau inginkan tidak menodai komitmen kepada Tuhan? Ketika kita tergoda, kita harus segera mengaku dan menampilkan integritas yang menenangkan komunitas iman—bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga bagi sesama.
Refleksi singkat
Peristiwa ini menegaskan bahwa dosa sering kali dimulai dari godaan kecil yang disembunyikan; dampaknya bisa meluas. Tuhan membimbing umat-Nya menimbang nafsu dengan ketaatan. Dalam terang Alkitab, kita diajak untuk menilai motif hati, menghindari kudapan rahasia yang bisa merusak hubungan dengan Tuhan dan sesama.
Pemikiran para tokoh komentar terdahulu (singkat)
Beberapa komentator lama menyoroti pentingnya integritas komunitas Israel. Mereka menekankan bahwa pelanggaran seseorang dapat menodai keseluruhan perjanjian, sehingga diperlukan penyelidikan hati dan konsekuensi yang adil. Dalam catatan singkat, kita boleh mengambil pelajaran bahwa ketaatan berkelanjutan adalah benteng bagi iman bersama.
Kait silang singkat
Referensi terkait: Ulangan 7:25-26; 1 Samuel 15:23; Roma 14:12-13. Ketiganya menekankan konsekuensi dosa pribadi terhadap komunitas dan perlunya kesadaran serta pertobatan.
Penutup ringkas
Yosua 7:21 mengklarifikasi bahwa kegagalan umat Israel berakar pada keinginan pribadi yang melawan perintah Tuhan. Kekuatan komunitas bergantung pada keadilan hati setiap anggota. Pertobatan sejati dimulai dari pengakuan dosa, membawa pemurnian bagi seluruh tubuh umat percaya.
Quotations from Matthew Henry, Albert Barnes, and Adam Clarke are not directly cited verbatim in full here; brief references to their spirit are included above. If exact short quotes are needed, they can be provided on request.