Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiYosua 7:6 Tafsiran ayat Alkitab
Yosua 7:6 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka Yusakpun mencarik-cariklah pakaiannya, lalu tersungkur dengan mukanya ke tanah di hadapan tabut Tuhan sampai petang hari, baik ia baik segala tua-tua Israel, dan disiramkannya abu kepada kepalanya.
Yosua 7:6 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Yosua 7:6 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Kejadian 37:29 (IDN) »
Maka apabila kembalilah Rubin kepada perigi itu, heran, dilihatnya tiada Yusuf dalam perigi itu lagi, lalu dikoyak-koyakkannya pakaiannya.

Kejadian 37:34 (IDN) »
Maka Yakubpun mengoyakkanlah pakaiannya, lalu dipakainya kain kembali pada pinggangnya, serta berkabunglah ia karena anaknya beberapa hari lamanya.

Bilangan 14:6 (IDN) »
Tetapi oleh Yusak bin Nun dan Kaleb bin Yefuna, yang dari pada pengintai negeri itu juga, dikoyak-koyakkannya pakaiannya sendiri,
Yosua 7:6 (IDN) — Setting seketika setelah kekalahan Ai
Pada bagian ini, Yosua memimpin bangsa Israel setelah peristiwa kekalahan mengejutkan di Ai. Yosua dan para tua-tua Israel mencakar-cari pakaiannya, menunjukkan kejatuhan hati dan kesedihan mendalam atas kekalahan yang menimpa umat Allah. Mereka merendahkan diri di hadapan tabut TUHAN, mencerminkan upaya mencari muka, pertobatan, dan permohonan kasih-Nya setelah kegagalan bertujuan untuk mengembalikan hubungan dengan Allah.
Yang ditampilkan teks tentang Allah dan iman
Teks menyorot bahwa Allah tidak diam terhadap dosa tersembunyi di tengah umat-Nya. Ketika ada kekalahan karena pelanggaran perjanjian, respons yang tepat adalah sujud rendah hati di hadapan-Nya, mengakui dosa, dan mencari pemulihan hubungan dengan-Nya. Peristiwa ini menekankan bahwa iman yang hidup tidak sekadar hasil strategi militer, melainkan ketaatan kepada Tuhan dan ketaatan dalam hal-hal yang tampak kecil, karena pelanggaran sekecil apapun bisa berakibatkan konsekuensi besar bagi komunitas umat-Nya.
Beberapa kata kunci dan gambaran penting
Rujukan silang yang relevan
- Ulangan 32:20; Yaak 4:6: Allah menentang orang angkuh dan memberikan kasih kepada yang rendah hati; konteksnya mengingatkan bahwa kerendahan hati membuka pintu pemulihan Allah.
- Hakim-hakim 7:12; 8:20: contoh bagaimana lebih penting mempercayai Allah daripada kekuatan militer; kehancuran dapat muncul jika ada dosa tersembunyi yang tidak diakui.
- Mazmur 51:17: korban yang diterima Allah adalah hati yang hancur dan pensuciannya adalah pertobatan batin.
Bentuk pengakuan dan tindakan yang relevan bagi iman sekarang
Ayat ini mengingatkan kita bahwa kekalahan rohani sering kali berakar pada dosa yang tidak diakui secara terbuka. Ketika kegagalan menimpa kita sebagai komunitas atau pribadi, respons yang benar adalah:
Penutup: makna praktis bagi kehidupan sehari-hari
kisah ini menantang kita untuk melihat bahwa iman tidak hanya terapi kemenangan; ia menuntun kita ke dalam relasi yang jujur dengan Allah. Ketekunan dalam doa, pertobatan yang tulus, dan ketaatan dalam hal-hal yang tampak kecil adalah kunci untuk pemulihan. Allah tidak meninggalkan umat-Nya ketika mereka merendahkan diri; sebaliknya, Dia memurnikan, menguatkan, dan memimpin mereka kembali kepada perjanjian-Nya.
Catatan singkat dari para komentator publik domain
Matthew Henry menekankan bahwa pertobatan nyata muncul dari hati yang hancur di hadapan Allah, bukan sekadar ritual. Albert Barnes menyoroti bahwa tindakan menyebarkan abu adalah lamuran simbol kebencian diri terhadap dosa. Adam Clarke menambahkan bahwa tuduhan pribadi Yosua dan para tua-tua menunjukkan rasa tanggung jawab kolektif umat terhadap dosa yang mengakibatkan kerugian nasional.