Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiYosua 17:1 Tafsiran ayat Alkitab
Yosua 17:1 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka suku Manasyepun beroleh bahagian yang ditentukan dengan membuang undi, karena ialah anak sulung Yusuf, bagi Makhir, anak sulung Manasye, bapa Gilead, seorang yang tahu perang, maka sebab itu Gilead dan Bazan menjadi bahagiannya.
Yosua 17:1 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Yosua 17:1 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Bilangan 26:29 (IDN) »
Maka bani Manasye, yaitu dari Makhir turunlah bangsa Makhiri, maka Makhir beranaklah Gilead, dan dari Gilead itu turunlah bangsa Gileadi.

Kejadian 41:51 (IDN) »
Maka dinamai oleh Yusuf akan anaknya yang sulung itu Manasye, katanya: Karena Allah telah melupakan akan daku dari pada segala kesukaranku dan dari pada segenap rumah bapaku.

Kejadian 46:20 (IDN) »
Maka bagi Yusufpun diperanakkan di negeri Mesir Manasye dan Efrayim, yang diperanakkan oleh Asenat, anak Potifera, imam di On.
Yosua 17:1 (IDN) — Lembaran warisan suku Manasye
Ayat ini berada dalam konteks pembagian tanah Kanaan kepada suku-suku bangsa Israel setelah penaklukan. Yehuda, Yusuf, dan Manasye adalah bagian penting karena hak warisan turun-temurun berdasarkan garis keturunan. Pada bagian ini, suku Manasye menerima bagian wilayah yang spesifik melalui undian, karena mereka adalah anak sulung Yusuf. Makhir, anak sulung Manasye, dinyatakan sebagai pahlawan perang dan pemegang hak atas wilayah Gilead, Bazan, dan sekitarnya.
Inti makna ayat
Ayat ini menekankan bahwa hak warisan ditentukan melalui undian, mengakui bahwa meski suku Manasye adalah keturunan langsung Yusuf, hak mereka di kawasan tertentu di wilayah trans-Yabbel bukan karena kekuatan semata, melainkan ditetapkan oleh Allah melalui perjanjian dan pembagian tanah. Gilead dan Bazan menjadi bagian sukunya karena Makhir adalah tokoh perang dan pemimpin wilayah tersebut, menunjukkan bagaimana kualitas kepemimpinan dan keberanian mempengaruhi penempatan tanah.
Tema-tema utama
Rujukan silang yang relevan
Penjelasan singkat: rujukan-rujukan ini membantu memahami bagaimana hukum pewarisan, keadilan komunitas, dan peran pemimpin mempengaruhi pembagian tanah bagi suku-suku Israel.
Refleksi praktis
Ayat ini mengingatkan kita bahwa perjanjian Allah dan kehendak-Nya membentuk pembagian hidup kita—bahkan dalam hal-hal yang tampak sepele seperti pembagian wilayah. Kepemimpinan yang komunikatif dan adil membangun stabilitas komunitas. Ketika kita mengarahkan diri pada kehendak Tuhan, kita menempatkan diri di bawah urutan berkat-Nya, meski jalan terasa bercampur risiko dan tantangan.
Kait teks dan kesimpulan singkat
Ayat ini menunjukkan bahwa hak milik ditentukan melalui undian di hadapan Allah, dan bahwa Makhir, tokoh perang Manasye, secara khusus diberi wilayah Gilead serta Bazan karena perannya. Kisah ini menguatkan pemahaman bahwa pembagian tanah dalam sejarah Israel adalah bagian dari perjanjian ilahi, menggabungkan hak, tanggung jawab, dan perlindungan bagi setiap suku.
Quotations from classic commentators (singkat)
Catatan singkat: tidak ada kutipan panjang, tetapi gaya pandangan para komentator klasik seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menyoroti unsur keadilan, peran kepemimpinan, dan penegakan perjanjian Allah dalam pembagian tanah. (Quotations to be included only if exact short phrases are available on record in this edition.)