Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiYosua 17:4 Tafsiran ayat Alkitab
Yosua 17:4 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka datanglah mereka itu menghadap Eliazar, yang imam, dan menghadap Yusak bin Nun, di hadapan segala penghulu, katanya: Bahwa Tuhan telah berfirman kepada Musa memberikan kepada kami suatu pusaka di antara segala saudara kami. Maka sebab itu diberikannyalah kepada mereka itu suatu pusaka di antara segala saudara bapanya setuju dengan firman Tuhan itu.
Yosua 17:4 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Yosua 17:4 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yosua 14:1 (IDN) »
Maka inilah dia yang diperoleh Bani Israel akan milik pusaka di benua Kanaan, yang dibahagi-bahagi kepada bani Israel oleh Eleazar, yang imam, dan Yusak bin Nun dan segala penghulu suku bangsa akan miliknya pusaka;

Galatia 3:28 (IDN) »
Maka tiada lagi orang Yahudi atau orang Gerika, tiada lagi abdi atau orang merdeka, tiada lagi laki-laki atau perempuan; karena kamu ini sekalian menjadi satu di dalam Kristus Yesus.

Rangkuman Pembaca
Yosua 17:4 menggambarkan momen ketika suku-suku menuntut pembagian tanah di tanah perjanjian. Setelah pembagian wilayah berjalan, beberapa suku datang kepada imam Eliazar dan Yosua bin Nun dengan pernyataan bahwa Tuhan berfirman kepada Musa untuk diberikan suatu pusaka di antara saudara-saudara mereka. Ayat ini menegaskan bagaimana proses pembagian tanah dipandu oleh firman Tuhan melalui pemimpin rohani dan pemimpin dunia, serta bagaimana hak waris disalurkan berdasarkan kehendak ilahi.
Ayat dalam konteks pasal
Bagian ini adalah bagian dari pembagian tanah warisan Yehuda dan suku-suku lain di tanah Kanaan, dan menyoroti penyampaian janji Tuhan melalui hukum Musa serta pengaturan wilayah oleh Yosua dan Eliazar. Ketetapan ini menekankan bahwa pewarisan tidak semata-mata ditentukan manusia, melainkan mengikuti firman Tuhan yang telah diikatkan lewat perjanjian dengan Musa.
Pelajaran rohani utama
Pembacaan perbandingan dengan bagian lain
- Ul. 1:8; Bilangan 26–27: Penegasan bahwa pembagian tanah di tanah perjanjian dilakukan menurut firman Tuhan melalui nabi/penopang sesudah Musa, mengingat prinsip pembagian warisan berasal dari Tuhan.
- Yakub 1:17: Firman Tuhan adalah sumber pembagian yang adil dan tidak berubah; Allah tidak berubah seperti manusia yang berubah-ubah.
Aplikasi praktis
Surat ini mengingatkan kita bahwa pembagian berkat hidup—waktu, talenta, dan sumber daya—harus diatur oleh kehendak Tuhan dan dipelopori oleh pemimpin rohani yang setia. Penting bagi komunitas iman untuk menggariskan hak-hak berdasarkan prinsip keadilan dan kebijaksanaan ilahi, bukan semata-mata kepentingan pribadi. Dalam konteks jemaat, kita melihat perlunya transparansi, konsensus, dan doa bersama sebelum membuat keputusan penting yang menyentuh banyak orang.
Hubungan silang (cross-references) dan singkat penjelasan
Ringkasan
Ayat ini menegaskan bahwa pembagian tanah dan warisan diberikan sesuai firman Tuhan melalui pimpinan rohani dan pemimpin keturunan Israel. Keputusan ini diambil dengan persetujuan dan pengawasan Eliazar dan Yosua, menegaskan bahwa hak waris diarahkan oleh firman Tuhan dan bukan sekadar kemauan manusia. Pesan praktisnya bagi pembaca masa kini adalah pentingnya otoritas rohani, keadilan dalam pewarisan berkat, serta ketaatan umat terhadap kehendak Tuhan yang terus hidup melalui pimpinan-Nya.
Quotations note: Tidak ada kutipan langsung penuh dari Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke dalam bagian ini. Struktur komentarnya mengintegrasikan gaya yang terinspirasi dari sumber-sumber publik-domain untuk menyajikan interpretasi yang relevan bagi pembaca Indonesia.