Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiYosua 17:16 Tafsiran ayat Alkitab
Yosua 17:16 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka kata bani Yusuf: Tiada terdapat lagi tanah pegunungan bagi kami, maka segala orang Kanani yang duduk di padang itu ada menaruh rata besi, baik yang duduk dalam Bait-Sean dan daerahnya baik yang duduk di padang Yizreil.
Yosua 17:16 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Yosua 17:16 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Hakim-hakim 1:19 (IDN) »
Maka Tuhanpun adalah serta dengan Yehuda, sehingga diambilnya akan segala pegunungan itu, tetapi orang yang duduk di lembah-lembah itu tiada dihalaukannya, karena pada mereka itu adalah rata besi.

Hakim-hakim 4:3 (IDN) »
Maka tatkala itu berseru-serulah bani Israel kepada Tuhan, karena pada raja itu adalah sembilan ratus rata besi dan iapun telah menganiayakan bani Israel dengan gagahnya dua puluh tahun lamanya.

1 Raja-raja 4:12 (IDN) »
Dan Baana bin Ahilud, maka padanya adalah Taanakh dan Megido dan seluruh Bait-Sean, yang pada sisi Zartan di bawah Yizriel, dari Bait-Sean datang ke Abel-Mehola sampai ke sebelah sana Yokmeam.
Makna ayat (Yosua 17:16) secara langsung
Karena suku Yusuf menolak menyerahkan wilayah bukit yang tersembunyi di antara tanah yang luas, mereka mengakui bahwa tanah pegunungan telah habis bagi mereka. Bagi mereka, suku Kanani yang telah menetap di wilayah dataran dan padang telah menaruh besi yang berat—maksudnya kekuatan militer dan dominasi—di daerah-daerah yang mereka tempati, termasuk Bait-Sean dan padang Yizreel. Intinya, ada keterbatasan ukuran tanah bagi suku-suku Israel yang telah menjadi pewaris janji, dan kekuatan Kanani tetap memengaruhi pembagian tanah meski Israel berupaya menguasai wilayah yang dijanjikan di hadapan Allah.
Latar belakang konteks
Sejak penaklukan Tanah Perjanjian, pembagian wilayah dilakukan sesuai suku. Namun, beberapa suku—termasuk Yusuf—menghadapi batasan geografis: bukit-bukit yang tidak mudah dikuasai, penduduk Kanani yang masih tinggal di padang, dan perlunya konsolidasi pasukan untuk mempertahankan wilayah. Ayat ini menegaskan realitas bahwa janji Tuhan tentang tanah berhadapan dengan kenyataan perang, perlawanan penduduk asli, serta kebutuhan akan kompromi dan perencanaan strategis.
Observasi interpretatif
Rangka kutipan pandangan gerejawi lama (komentar publik domain)
Beberapa penafsir kuno menekankan bahwa realitas pertempuran tidak menghapus janji: bangsa Israel perlu bersabar, mengandalkan Tuhan, dan menjalankan strategi yang tepat. Sedikit potongan pandangan dari sumber berpublik domain yang relevan menyiratkan bahwa kekuatan musuh dapat menunda pemenuhan pembagian, tetapi tidak meniadakan bagian yang telah dijanjikan Allah bagi suku Yusuf.
Garis besar tema dan sambungan rohani
Rujukan silang yang relevan
1) Yosua 13:1-7 — Pembagian wilayah suku-suku Israel dan perlunya pembebasan lebih lanjut atas wilayah yang belum ditaklukkan. Menunjukkan bahwa penuntasan pembagian tanah adalah proses berkelanjutan.
2) Hakim-Hakim 1:34-36 — Ketertinggalan beberapa daerah dalam direbutnya wilayah oleh bangsa Israel, mengilustrasikan dinamika perang dan perhitungan batas tanah.
3) Yehezkiel 36:28-29 — Janji Allah untuk membawa umat-Nya masuk ke tanah yang dijanjikan dengan penyertaan-Nya, menguatkan bahwa realitas sejarah tidak membatalkan tujuan ilahi.
Pengajaran praktis singkat
Kepercayaan kepada Tuhan tetap utama saat menghadapi kenyataan sulit. Ketika tugas tampak sulit atau terhalang penduduk lain, umat beriman didorong untuk berstrategi dengan bijaksana, berpegang pada janji Allah, dan melangkah dalam rencana-Nya dengan keberanian serta doa.
Akuatkan pemahaman melalui pandangan tokoh lama
Ringkasnya, komentar-komentar klasik menekankan bahwa ketidaksiapan rakyat Israel untuk menaklukkan seluruh wilayah tidak berarti kegagalan janji, melainkan bagian dari proses yang menuntut ketekunan, ketaatan, dan kepercayaan akan penyertaan Tuhan di sepanjang perjalanan sejarah bangsa-Nya.