Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiYosua 17:13 Tafsiran ayat Alkitab
Yosua 17:13 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Kendatilah demikian setelah bani Israel menjadi lebih kuat, diambilnya juga upeti dari pada orang Kanani itu, tetapi tiada dihalaukannya mereka itu.
Yosua 17:13 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Yosua 17:13 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yosua 16:10 (IDN) »
Maka tiada dihalaukannya orang Kanani yang duduk di Gezer, sehingga duduklah orang Kanani itu di tengah-tengah orang Efrayim sampai kepada hari ini, tetapi takluk juga mereka itu dengan membayar upeti.

Ulangan 20:11 (IDN) »
Maka akan jadi, jikalau diluluskannya menyerahkan dirinya serta dibukainya pintu gerbangnya akan kamu, maka segala orang yang didapati dalamnya itu hendaklah membayar upeti kepadamu dan memperhambakan dirinya kepadamu.

Yosua 17:13 (IDN) – Kendatilah demikian setelah bani Israel menjadi lebih kuat, diambilnya juga upeti dari pada orang Kanani itu, tetapi tiada dihalaukannya mereka itu.
Gambaran singkat: Ayat ini terjadi pada masa pembagian tanah di Tanah Perjanjian. Bangsa Israel telah menjadi kuat secara militer dan politik, sehingga mereka mulai mengambil upeti dari suku-suku yang tinggal di wilayah itu. Meski demikian, mereka belum sepenuhnya mengusir orang Kanaan. Ayat ini menekankan dinamika pertumbuhan kekuatan Israel, realitas tekanan budaya, serta keputusan yang diambil untuk menjaga perdamaian sambil tetap mempertahankan identitas perjanjian Allah.
Penjelasan ayat dalam konteks pasal
Pasal ini menggambarkan pembagian tanah bagi suku-suku Israel. Musa telah menenangkan perbantahan tentang pembagian lahan antara suku-Efraim dan suku-Menashe serta antara lain suku. Ayat 13 menyoroti bahwa ketika Israel bertambah kuat, mereka mulai menerima upeti dari orang Kanani sebagai bagian dari hubungan politik dan ekonomi. Namun upeti ini tidak disertai dengan pengusiran total, sehingga kelompok Kanani tetap tinggal di wilayah itu.
Saklar spiritual utama
Pelajaran utama adalah kombinasi antara pertumbuhan berkat ilahi dan risiko kompromi. Kekuatan Israel yang meningkat membawa kemampuan untuk menata wilayah dan hubungan damai, tetapi juga menuntut kehati-hatian agar tidak mengurangi komitmen untuk menaklukkan tempat-tempat yang memang diperuntukkan bagi kemuliaan Allah. Ketidakikutsertaan penuh dalam pengusiran bisa menimbulkan gangguan rohani dan kemelaratan rohani, karena kompromi budaya dapat menarik umat kepada praktik-praktik sesat.
Perbandingan dengan bagian Alkitab lain
Konteks penerapan praktis
Ayat ini mengajarkan bahwa pertumbuhan dan kemajuan material tidak otomatis menghapus ancaman kompromi rohani. Gereja dan umat Allah perlu menjaga integritas iman ketika menghadapi kemakmuran. Ketika struktur kekuasaan dan hubungan ekonomi berkembang, kita didorong untuk tetap taat pada perintah Allah, menimbang dampak praktik sosial terhadap iman pribadi dan komunitas.
Rujukan silang singkat
Nearby cross-references (penjelasan singkat):
Arah penutup dan kesimpulan
Ayat ini merangkum dinamika antara pertumbuhan nasional Israel dan tantangan rohani yang menyertainya. Kuatnya kekuatan tidak otomatis menyingkirkan godaan kompromi. Nurani iman perlu tetap waspada, menjaga kemurnian perjanjian dengan Allah sambil mengelola realitas historis yang kompleks. Dengan demikian, pembacaan kita diarahkan untuk mengevaluasi bagaimana kita merespon kemajuan pribadi maupun kolektif: apakah kita membiarkan iman berorientasi pada Allah, atau membiarkan kekuatan dunia menggeser fokus kita dari ketaatan.
Penutup singkat dari catatan para komentator terdahulu (ringkas):
Menurut para komentator Batini klasik, kekuatan yang tumbuh membawa tanggung jawab untuk menjaga kemurnian iman; mereka menekankan bahwa upeti bukan sebagai kompensasi penuh pengusiran tetapi sebagai bentuk hubungan politiko-ekonomi yang perlu diawasi dengan hikmat rohani. Kotbah-kotbah terdahulu menekankan bahwa tidak semua ancaman hilang dengan kemenangan militer; implikasi rohani menuntut ketekunan dalam perjanjian dengan Allah.