Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiYosua 17:3 Tafsiran ayat Alkitab
Yosua 17:3 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Tetapi Zelafead bin Hefer bin Gilead bin Makhir bin Manasye itu tiada beranak laki-laki, melainkan perempuan sahaja, dan inilah nama-nama anaknya: Makhla dan Noa dan Hojla dan Milka dan Tirza.
Yosua 17:3 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Yosua 17:3 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Bilangan 27:1 (IDN) »
Sebermula, maka anak-anak perempuan Zelafead bin Hefer bin Gilead bin Makhir bin Manasye, dari pada suku Manaye bin Yusuf, maka nama anak perempuan itu Makhla dan Noa dan Hojla dan Milka dan Tirza, sekalian itu datang hampir,

Bilangan 26:33 (IDN) »
maka Zelafead bin Hefer itu tiada beranak laki-laki, melainkan anak perempuan sahaja, maka nama-nama anak perempuan Zelafead inilah: Makhla dan Noa dan Hojla dan Milka dan Tirza.

Bilangan 36:2 (IDN) »
sembahnya: Bahwa firman Tuhan kepada tuan hamba membahagi-bahagi tanah itu kepada bani Israel akan bahagian pusakanya dengan dilontarkan undi, dan lagi firman Tuhan kepada tuan hamba memberikan bahagian pusaka Zelafead, saudara hamba, kepada anak-anaknya perempuan.
Yosua 17:3 (IDN): Latar Paksi Kisah Warsa Manasye
Ayat ini berada dalam konteks pembagian Tanah Perjanjian kepada suku-suku Israel setelah mereka memasuki Tanah Kanaan. Zelafead bin Hefer, keturunan Manasye melalui garis Makhir, tidak mempunyai anak lelaki beranak; hanya perempuan yang dinyatakan namanya: Makla, Noa, Hojla, Milka, dan Tirza. Penekanan pada garis keturunan perempuan ini menggarisbawahi cara pembagian hak milik dan pewarisan di antara suku Israel, sekaligus menunjukkan bahwa Allah memperhatikan keutuhan komunitas seperti apa adanya, tanpa mengabaikan hak-hak perempuan dalam konteks warisan kelompok mereka.
Apa yang teks ini ungkap tentang Allah dan iman
Teks ini menyoroti bahwa Tuhan menjaga keadilan bagi setiap anggota umat-Nya, tidak membatasi nilai seseorang hanya karena ketiadaan garis keturunan laki-laki. Dalam tradisi kitab suci, Allah sering menekankan bahwa Dia memperhatikan mereka yang tampak lemah atau kurang berkuasa manusiawi. Pemberian nama-nama sebagai bagian dari catatan pewarisan menunjukkan bahwa identitas keluarga tetap dihormati di hadapan Allah, meski tanpa anak laki-laki. Ini juga menandai bahwa manusia, dengan segala keterbatasannya, dipanggil untuk percaya bahwa Tuhan akan mengatur jalan-Nya menurut rencana-Nya yang lebih luas.
Istilah penting dan gambaran kunci
Cross-reference singkat
- Ulangan 23:2 menegaskan larangan bagi cucu dari seorang anak laki-laki yang lahir dari beban cerai, menggarisbawahi tema pewarisan dan status keluarga. Kaitan: hak pewarisan dan identitas keluarga tetap dipertahankan meski ada batasan norma budaya.
- Rut 4:13-17 memperlihatkan bagaimana pewarisan dan keturunan dapat berjalan melalui jalur pernikahan dan penerusan keluarga meski menghadapi rintangan sosial. Kaitan: Allah membangun garis keturunan bahkan melalui jalur yang tidak konvensional.
- 1 Tawarikh 2:9-11 mencatat garis keturunan Daud melalui figur-figur yang mungkin tidak biasanya disebutkan dalam konteks perang militer, menekankan bahwa identitas keluarga tetap penting di hadapan Allah. Kaitan: memulihkan pemahaman bahwa setiap anggota keluarga mempunyai nilai historis.
Aplikasi bagi kehidupan kita hari ini
Cerita ini mengajak kita untuk menghargai setiap anggota komunitas, termasuk mereka yang mungkin tidak memenuhi harapan budaya soal pewarisan atau peran tradisional. Allah tidak membatasi kasih-Nya pada tipe kelamin atau status sosial tertentu; Dia memelihara identitas dan martabat setiap orang. Dalam konteks gereja hari ini, kita diajak untuk menghargai kontribusi semua orang—laki-laki maupun perempuan—dan melihat bagaimana Tuhan bekerja lewat kumpulan individu menjadi satu bangsa yang berfungsi bersama dalam rencana-Nya.
Inspirasi dari tokoh commentarian terdahulu (kutipan singkat, bila tepat)
Beberapa tafsiran klasik menegaskan bahwa kehadiran daftar nama mencerminkan kelengkapan warisan meski tanpa pewaris laki-laki langsung. Pandangan ini membantu pembaca modern melihat bahwa kehendak Tuhan mengutamakan komunitas utuh dan kesejahteraan keluarga secara luas, bukan sekadar pola pewarisan konvensional.
Inti pesan: meski keadaan manusia terbatas, Allah menjaga otoritas-Nya atas komunitas-Nya dengan menghormati identitas setiap anggota, dan melangkah melintasi batas-batas sosial untuk membangun umat yang utuh di dalam rencana-Nya.