Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiYosua 14:1 Tafsiran ayat Alkitab
Yosua 14:1 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka inilah dia yang diperoleh Bani Israel akan milik pusaka di benua Kanaan, yang dibahagi-bahagi kepada bani Israel oleh Eleazar, yang imam, dan Yusak bin Nun dan segala penghulu suku bangsa akan miliknya pusaka;
Yosua 14:1 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Yosua 14:1 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Bilangan 34:17 (IDN) »
Bahwa inilah nama-nama segala orang yang akan membahagi-bahagi tanah itu kepadamu akan pusaka; yaitu Eliazar, yang imam, dan Yusak bin Nun.
Maksud Langsung Yosua 14:1
Moto ayat ini menegaskan pembagian wilayah pusaka di tanah Kanaan kepada suku-suku Israel. Secara singkat, pewarisan itu diatur dan dilaksanakan melalui peran tiga pihak utama: Eleazar sang imam, Yosua bin Nun, dan para kepala suku. Hasilnya adalah pembagian milik pusaka yang konkret bagi setiap suku.
Latar belakang konteks
Sejak bangsa Israel memasuki Tanah Perjanjian, upacara pembagian tanah menjadi langkah penting untuk memastikan keadilan dan stabilitas kepemilikan. Eleazar mewakili fungsi rohani dan kepatuhan kepada hukum Allah, Yosua mewakili kepemimpinan militer dan administrasi praktis, sedangkan para penghulu suku bertugas menafsirkan kebutuhan dan keadilan komunitas sesuai tradisi suku masing-masing. Ayat ini menandai titik penting ketika tanah dipetakan secara resmi bagi setiap suku sesuai dengan perhitungan jumlah mereka.
Observasi penafsiran utama
Inti tema dalam satu paragraf
Ayat ini menegaskan bahwa pewarisan tanah Kanaan dilakukan melalui jalur resmi yang melibatkan unsur rohani (imam), kekuatan kepemimpinan (Yosua), dan perwakilan suku. Hasilnya adalah pembagian yang terstruktur yang memastikan setiap suku memperoleh bagian sesuai jumlah dan kebutuhan, sehingga bangsa Israel dapat hidup bermasyarakat dalam suatu tatanan yang telah diberkati oleh Tuhan.
Referensi silang singkat
Ayat terkait dan penjelasan singkat
Berhubungan dengan pembagian tanah secara adil, ayat-ayat di atas menegaskan bahwa Allah tetap memimpin peristiwa historis bangsa Israel melalui struktur keimanannya, bukan melalui kekuasaan semata. Pembagian pusaka bukan sekadar masalah warisan material, melainkan bagian dari pemeliharaan iman dan identitas komunal di Tanah Perjanjian.
Kaitkan dengan praktik hidup hari ini
Pelajaran praktisnya adalah pentingnya keadilan dan keterlibatan para pemimpin dalam membuat keputusan untuk kesejahteraan komunitas. Pembagian sumber daya perlu jelas, transparan, dan mempertimbangkan kebutuhan semua pihak, sehingga damai dan persatuan dapat terpelihara.
Inti rujukan tokoh penafsir (singkat)
Beberapa penafsir tokoh publik domain lama menekankan damai sejahtera melalui struktur kepemimpinan yang saling melengkapi antara urusan rohani dan kemasyarakatan. Mereka menyoroti bahwa pembagian tanah adalah simbol pemeliharaan Tuhan atas bangsa dalam perjalanan menuju pemulihan janji-Nya.
Kutipan singkat dari penafsir klasik
Catatan: Tidak ada kutipan panjang teks ayat penuh yang disitir di sini. Namun, gaya penafsiran dari para komentator terdahulu menonjolkan bahwa pembagian pusaka adalah tindakan Allah yang meneguhkan identitas nasional dan pemeliharaan perjanjian.
Penutup singkat
Ayat ini menggarisbawahi bahwa pewarisan tanah adalah bagian dari perjanjian Allah dengan Israel, ditata melalui proses yang melibatkan pemimpin rohani dan pemimpin manusia. Pembagian yang teratur memperkuat komitmen mereka kepada Tuhan dan sesama suku, memberikan dasar bagi hidup bermasyarakat dalam Tanah Perjanjian.