Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Amsal 27:1 Amsal 27:2 Amsal 27:3 Amsal 27:4 Amsal 27:5 Amsal 27:6 Amsal 27:7 Amsal 27:8 Amsal 27:9 Amsal 27:10 Amsal 27:11 Amsal 27:12 Amsal 27:13 Amsal 27:14 Amsal 27:15 Amsal 27:16 Amsal 27:17 Amsal 27:18 Amsal 27:19 Amsal 27:20 Amsal 27:21 Amsal 27:22 Amsal 27:23 Amsal 27:24 Amsal 27:25 Amsal 27:26 Amsal 27:27



Amsal 27:10 (IDN)
“Janganlah kautinggal akan sahabatmu yang sahabat bapamupun dan jangan masuk rumah saudaramu pada masa kesukaranmu. Seorang sekampung yang dekat itu terlebih baik dari pada seorang saudara yang jauh.”
Setting segera teks
Amsal 27:10 berada dalam himne-peribahasa yang mengajarkan prinsip hubungan manusia secara praktis: bagaimana kita menjaga persahabatan dan mengatur prioritas keluarga dalam situasi sulit. Ayat ini menempatkan dinamis hubungan dekat— sahabat setia dan tetangga terdekat—sebagai opsi yang lebih menguntungkan daripada hubungan keluarga yang jauh jika situasinya mengharuskan pilihan tegas.
Penjelasan isi tentang iman dan Allah
Prinsip ini menekankan hikmat praktis dalam hidup berjemaat. Tuhan menghargai hubungan yang tulus dan setia; persahabatan yang teruji bisa menjadi alat berkat dalam saat-saat melemahkan. Ketimbang mengandalkan ikatan keluarga yang jauh tanpa kontak nyata, hikmat menuntun kita untuk berpegang pada komitmen teman dekat dan komunitas sekitar sebagai saluran berkat Allah di tengah kebutuhan kita.
Kata kunci dan gambaran penting
Hubungan silang dengan pasal lain
Beberapa pasal menekankan pentingnya persahabatan yang setia (Amsal 17:17; Amsal 27:6). Selain itu, bagaimana kita menghargai komunitas lokal mengingat nasihat dalam Ibrani 10:24-25 tentang memperhatikan satu sama lain dalam persekutuan. Ketika pilihan sulit muncul, hubungan yang nyata di sekitar kita sering menjadi alat Tuhan untuk kasih-Nya memancar.
Ada kutipan para komentator terdahulu
Albert Barnes menegaskan bahwa kebijaksanaan tentang kewajiban sosial memerhatikan kapan kita perlu menjaga diri sendiri tanpa mengabaikan tali persaudaraan. Adam Clarke menekankan pentingnya menjaga hubungan praktis dengan mereka yang benar-benar dekat di masa kritis. Matthew Henry menyoroti keseimbangan antara loyalitas keluarga dan kedermawanan terhadap hubungan-hubungan yang memberi bantuan nyata.
Contoh pandangan mereka menekankan bahwa nasihat ini bukan meniadakan kasih pada keluarga, melainkan mendorong kita menggunakan hikmat dalam memilih siapa yang menjadi sandaran utama saat menghadapi kebutuhan.
Penggunaan silang yang relevan
Beberapa rujukan silang yang relevan: - Amsal 17:17 (persahabatan yang setia pada setiap keadaan); - Amsal 27:6 (pertanda kejujuran relasi melalui koreksi yang tepat); - Ibrani 10:24-25 (mendorong persekutuan dan dorongan dalam iman).
Aplikasi praktis saat ini
Inti nasihatnya: kebijaksanaan hidup menuntun kita untuk menjaga hubungan yang benar-benar dekat, karena mereka bisa menjadi anugerah Tuhan dalam masa-masa diuji.