Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Amsal 27:1 Amsal 27:2 Amsal 27:3 Amsal 27:4 Amsal 27:5 Amsal 27:6 Amsal 27:7 Amsal 27:8 Amsal 27:9 Amsal 27:10 Amsal 27:11 Amsal 27:12 Amsal 27:13 Amsal 27:14 Amsal 27:15 Amsal 27:16 Amsal 27:17 Amsal 27:18 Amsal 27:19 Amsal 27:20 Amsal 27:21 Amsal 27:22 Amsal 27:23 Amsal 27:24 Amsal 27:25 Amsal 27:26 Amsal 27:27


Amsal 27:27 (IDN): “Maka engkau akan mendapat air susu kambing yang cukup akan rezekimu dan akan rezeki isi rumahmu dan akan kehidupan hamba sahayamu.”
Tinjauan pembaca
Ayat ini menonjolkan gagasan pemeliharaan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari—pemenuhan kebutuhan keluarga dan rumah tangga melalui jerih payah yang wajar serta kerja yang bertanggung jawab. Di situasi keseharian, nasihat ini menenangkan iman bahwa kerja sungguh-sungguh dan sikap bijak terhadap sumber daya membawa cukup bagi keluarga dan pelayan rumah tangga.
Ayat dalam konteks pasal
Penggalan ini berada dalam rangkaian nasihat Xam, yang menekankan kerja keras, kesetiaan, dan kebijaksanaan dalam manajemen rumah tangga. Ayatnya menyoroti hasil dari tindakan yang teratur: persediaan pangan yang cukup, kesejahteraan rumah tangga, dan perlindungan bagi mereka yang melayani pekerjaan domestik. Intinya bukan sekadar kekayaan materi, melainkan keseimbangan hidup yang didasarkan pada kerja yang teratur dan kemurahan Tuhan.
Pokok utama rohani
Perbandingan lintas kitab
Beberapa bagian Alkitab menegaskan tema pemeliharaan Tuhan melalui kerja manusia dan rencana yang bijak:
Aplikasi praktis
Beberapa langkah praktis dari ayat ini meliputi:
Referensi silang yang relevan
Berikut beberapa rujukan Alkitab yang memperkuat tema pemeliharaan Allah melalui kerja dan tanggung jawab rumah tangga:
Intisari
Amsal 27:27 mengingatkan kita bahwa pemeliharaan Allah disalurkan melalui kerja yang teratur, keadilan dalam relasi rumah tangga, dan pengelolaan sumber daya dengan bijaksana. Keluarga diberi cukup, bukan karena kemewahan semata, melainkan karena kebijakan dan kerja yang berintegritas di bawah pimpinan Allah.
Catatan editorial
Beberapa komentar klasik menekankan bahwa “air susu kambing yang cukup” adalah metafora kelimpahan untuk kebutuhan harian, bukan janji kekayaan berlebihan. Rahasia terletak pada kebijaksanaan mengelola apa yang ada dan menjaga hubungan yang adil dengan semua pihak di rumah tangga.