Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Amsal 21:1 Amsal 21:2 Amsal 21:3 Amsal 21:4 Amsal 21:5 Amsal 21:6 Amsal 21:7 Amsal 21:8 Amsal 21:9 Amsal 21:10 Amsal 21:11 Amsal 21:12 Amsal 21:13 Amsal 21:14 Amsal 21:15 Amsal 21:16 Amsal 21:17 Amsal 21:18 Amsal 21:19 Amsal 21:20 Amsal 21:21 Amsal 21:22 Amsal 21:23 Amsal 21:24 Amsal 21:25 Amsal 21:26 Amsal 21:27 Amsal 21:28 Amsal 21:29 Amsal 21:30 Amsal 21:31



Amsal 21:15 (IDN)
Berbuat benar itulah kesukaan orang yang benar, tetapi itu suatu ketakutan bagi orang yang jahat adanya.
Setting segera
Amsal 21 menyoroti bentrokan antara jalan orang benar dan jalan orang fasik. Ayat ini menyoroti dualitas respons manusia terhadap kebenaran: bagi orang benar, kebenaran membawa kepuasan dan keamanan; bagi orang jahat, kebenaran menimbulkan rasa terancam. Konteksnya adalah nasihat praktis tentang bagaimana hidup sesuai kehendak Allah mempengaruhi perasaan dan tindakan kita sehari-hari.
Apa yang mengungkapkan tentang Allah dan iman
Ayat ini menegaskan bahwa Allah adalah sumber kebenaran yang menyenangkan bagi yang berpegang pada-Nya. Hidup benar bukan sekadar aturan eksternal, melainkan hubungan yang hidup dengan Sang Pencipta yang menanamkan integritas dalam hati. Ketakutan orang jahat terhadap kebenaran menunjukkan bahwa di balik tuntutan moral terdapat penghakiman ilahi yang mengungkapkan kepatuhan atau penolakan terhadap Allah.
Kata-kata kunci dan gambaran penting
Rujukan silang yang relevan
Penjelasan singkat dari tiga penafsir percontohan (kutipan ringkas)
Matthew Henry menekankan bahwa kebenaran yang hidup memantulkan pahala ilahi di dalam hati orang benar, sementara orang fasik merasakan ancaman karena kebohongan mereka terungkap. Albert Barnes menyoroti bahwa tindakan benar menghasilkan kedamaian batin sekaligus ketakutan pada mereka yang menolak norma ilahi. Adam Clarke menegaskan bahwa sifat kebenaran memproyeksikan dampak moral yang nyata pada publik dan pribadi, sehingga kesejajaran hidup membawa kebahagiaan bagi yang taat dan keguncangan bagi yang berbuat jahat.
Gagasan utama dan aplikasi praktis
Inti ayat ini adalah perbedaan respons hati antara orang benar dan orang jahat terhadap standar Allah. Bagi pengikut Allah, hidup benar adalah sumber suka cita dan kepastian. Bagi pihak yang menentang kebenaran, pekerjaan benar Allah menimbulkan rasa terancam karena mengungkapkan kebohongan dan pelanggaran mereka. Nasihat praktisnya: hidup dengan integritas, sebab itu memperkuat iman, membangun damai batin, dan memberikan teladan yang kuat bagi sesama. Dalam komunitas, transparansi dan keadilan menjadi fondasi hubungan yang sehat.
Penutup
Biarlah kompas moral kita diarahkan oleh Allah yang benar. Hidup dengan kejujuran dan keadilan tidak hanya menyenangkan hati-Nya, tetapi juga menumbuhkan damai dalam diri kita dan kepercayaan di antara sesama manusia.