Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Amsal 21:1 Amsal 21:2 Amsal 21:3 Amsal 21:4 Amsal 21:5 Amsal 21:6 Amsal 21:7 Amsal 21:8 Amsal 21:9 Amsal 21:10 Amsal 21:11 Amsal 21:12 Amsal 21:13 Amsal 21:14 Amsal 21:15 Amsal 21:16 Amsal 21:17 Amsal 21:18 Amsal 21:19 Amsal 21:20 Amsal 21:21 Amsal 21:22 Amsal 21:23 Amsal 21:24 Amsal 21:25 Amsal 21:26 Amsal 21:27 Amsal 21:28 Amsal 21:29 Amsal 21:30 Amsal 21:31



Amsal 21:25 (IDN) — Makna dan Perenungan
Makna dasar Ayat ini menegaskan bahwa keinginan atau hasrat orang pemalas membawa kematian secara metaforis: ketika seseorang menolak bekerja dan membiarkan dirinya ditahan dari aktivitas yang berfaedah, energi hidupnya perlahan-lahan padam karena kelalaian dan ketidakefisienan tindakan.
Latar belakang konteks
Kata-kata bijak dalam Amsal sering menyoroti kaitan antara sikap hati dan hasil hidup. Pemalas dianggap tidak hanya tidak bekerja, tetapi juga tidak menahan diri dari tindakan yang sia-sia. Dalam budaya Israel kuno, kerja bukan hanya soal pendapatan, melainkan bagian dari tanggung jawab kepada Tuhan, keluarga, dan komunitas. Ketertiban dan disiplin diri dipandang sebagai jalan menuju kehidupan yang lebih berkelimpahan—sementara kemalasan membawa konsekuensi yang nyata bagi kualitas hidup.
Perhatikan tafsir singkat
Para penafsir seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan hubungan antara kehendak hati dan hasil praktis. Mereka melihat pernyataan ini sebagai teguran terhadap sikap menunda-nunda dan keengganan berusaha, yang pada akhirnya menimbulkan kerugian bagi diri sendiri dan orang-orang di sekitar. Bahkan jika hasrat itu tampak tidak berbahaya, kelalaian berujung pada kemerosotan moral dan kemiskinan sosial.
Pengamatan tematik
Hubungan dengan bagian lain Kitab Amsal
Beberapa pasal lain menyerukan kerja rajin dan disiplin seperti Amsal 6:6-11 (kebijaksanaan tentang apa yang dilakukan semut) serta Amsal 13:4 (keinginan tanpa tindakan tidak membuahkan hasil). Ayat ini menolong kita melihat pola umum: kedewasaan hidup tercapai melalui tindakan yang konsisten dan menahan diri dari sikap malas yang merusak tujuan hidup.
Rujukan silang singkat
Penutup praktis
Renungkan: keinginan tanpa tindakan bagaikan api tanpa api unggun. Pakailah waktu dengan disiplin, tekun bekerja sesuai kesempatan yang Tuhan berikan, dan lihat bagaimana pekerjaan itu memperpanjang hidup secara bermakna— tidak hanya secara materi, tetapi juga dalam moralitas dan kedalaman hubungan dengan sesama.
Quotations from classical commentators (where applicable): Beberapa komentar lama menekankan bahwa kemalasan adalah pilihan yang merusak diri; tindakan reaktif yang bertanggung jawab membuat hidup menjadi berguna. Jika ada kutipan singkat yang relevan: Matthew Henry menekankan pentingnya gerak hati yang saleh dalam pekerjaan, Barnes menyoroti disiplin sebagai kunci pemeliharaan hidup, dan Clarke menegaskan bahwa menunda-nunda adalah penyakit jiwa yang merusak kemuliaan Allah lewat kerja yang benar.