Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Amsal 21:1 Amsal 21:2 Amsal 21:3 Amsal 21:4 Amsal 21:5 Amsal 21:6 Amsal 21:7 Amsal 21:8 Amsal 21:9 Amsal 21:10 Amsal 21:11 Amsal 21:12 Amsal 21:13 Amsal 21:14 Amsal 21:15 Amsal 21:16 Amsal 21:17 Amsal 21:18 Amsal 21:19 Amsal 21:20 Amsal 21:21 Amsal 21:22 Amsal 21:23 Amsal 21:24 Amsal 21:25 Amsal 21:26 Amsal 21:27 Amsal 21:28 Amsal 21:29 Amsal 21:30 Amsal 21:31



Amsal 21:24 (IDN) — Siapa gerangan orang congkak dan sombong yang kelakuannya jemawa begitu? Ia itulah pengolok-olok namanya.
Gambar umum ayat ini menyingkap karakter manusia congkak yang menonjolkan kesombongan lewat tindakan sehari-hari. Pada konteks kitab Amsal, kemuliaan hidup yang berkenaan dengan hikmat Allah berbanding terbalik dengan sikap arogan yang menantang. Ayat ini menegur bukan sekadar kemunafikan, melainkan pola perilaku yang menolak hikmat Tuhan dan menempatkan diri sebagai pusat.
Pemaparan konteks bab 21
Babi-bab Amsal banyak menyoroti perbuatan yang menampakkan hati manusia. Bab 21 menekankan bahwa kendali atas perbuatan, kemauan, dan tutur kata dipengaruhi oleh apakah seseorang hidup di bawah hikmat Tuhan atau tidak. Orang yang congkak dan sombong tampak di balik perilaku jemawa, yakni sikap memamerkan kelebihan dan menantang otoritas ilahi serta tatanan sosial.
Inti pelajaran rohani
Inti ajaran ayat ini berpusat pada penyadaran bahwa kesombongan adalah jalan menuju kehancuran. Pengolok-olok nama menyinggung bahasa tubuh manusia yang mem-balas cela dengan penghinaan, sehingga proses membangun hubungan yang sehat rusak. Hikmat Alkitab menuntun umat untuk menjaga kerendahan hati, membiarkan hikmat Tuhan menuntun tutur kata, dan menghindari tindakan yang merendahkan martabat sesama.
Ikhtisar perbandingan pasal-pasal terkait
Detil perbandingan ini menyoroti pola pikir yang berlawanan: hendaklah pembeda antara hikmat dan kecongkakan tampak jelas dalam cara bertutur dan bertindak.
Aplikasi praktis untuk kehidupan sehari-hari
Cross-references singkat
Beberapa ayat sejalan dengan tema ini menunjukkan bahaya kesombongan serta pentingnya kerendahan hati. Misalnya, kesadaran tentang bagaimana gaya hidup arogan bisa merusak relasi (referensi mirip dengan Amsal lain) dan dorongan untuk hidup sesuai hikmat Allah, bukan semata kemauan manusia.
Rangkuman
Amsal 21:24 menegaskan bahwa orang congkak dan sombong, yang hidup jemawa, adalah “pengolok-olok namanya.” Pengingat tegas bahwa kesombongan menutup pintu hikmat, merusak hubungan, dan menumpulkan kemampuan untuk melihat kebutuhan sesama. Hikmat Alkitab menuntun kita untuk memilih kerendahan hati, kendali diri, dan sikap yang membangun dalam segala interaksi.
Catatan khas para penafsir terdahulu seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa jemawa adalah pola hati yang menantang otoritas ilahi. Mereka sering menyoroti perlunya mengizinkan hikmat Tuhan membentuk tutur kata dan perilaku kita, bukan sikap membual atau menertawakan orang lain.
Penutupan: lewat pembelajaran ayat ini, kita diajak menilai diri secara jujur, mengakui ketergantungan pada hikmat Tuhan, dan memperlakukan sesama dengan hormat yang setia.