Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Amsal 1:1 Amsal 1:2 Amsal 1:3 Amsal 1:4 Amsal 1:5 Amsal 1:6 Amsal 1:7 Amsal 1:8 Amsal 1:9 Amsal 1:10 Amsal 1:11 Amsal 1:12 Amsal 1:13 Amsal 1:14 Amsal 1:15 Amsal 1:16 Amsal 1:17 Amsal 1:18 Amsal 1:19 Amsal 1:20 Amsal 1:21 Amsal 1:22 Amsal 1:23 Amsal 1:24 Amsal 1:25 Amsal 1:26 Amsal 1:27 Amsal 1:28 Amsal 1:29 Amsal 1:30 Amsal 1:31 Amsal 1:32 Amsal 1:33



Amsal 1:22 (IDN)
Berapa lamakah, hai orang bodoh! kamu suka akan kebodohan, dan orang pengolok itu suka akan olok-olok dan orang ahmak itu benci akan pengetahuan?
Setting segera pasal
Amsal 1 dipakai sebagai panggilan nasihat dari bapa bijak kepada anak-anaknya. Ayat 20–33 membangkitkan gambaran konsekuensi memilih jalan kebijaksanaan atau kebodohan. Ayat 22 menyoroti ketidakrelaan menanggapi seruan hikmat: kebodohan, olok-olok, dan penolakan pengetahuan berjalan bersisian dalam mereka yang menolak instruksi Tuhan.
Makna teologis dan iman
Ayat ini menegaskan bahwa kebodohan yang dimaksud bukan sekadar kekurangan informasi, melainkan penolakan sistematis terhadap hikmat Allah. Allah menawarkan pengetahuan etis dan praktik hidup yang membawa perlindungan dan kedamaian; respon manusia terhadap tawaran itu menentukan arah hidup. Dalam konteks kitab Amsal, Yahweh adalah sumber hikmat; menolak-Nya berarti menolak kebenaran yang membangun hidup berkelimpahan.
Kata kunci dan gambaran penting
Perkataan para komentator terdahulu (singkat)
Beberapa penafsir klasik menekankan bahwa seruan hikmat bersifat universal dan mendesak segera respons. Mereka menyoroti bahwa pilihan perbuatan hari ini membentuk masa depan, dan tidak ada kompromi antara paham kebijaksanaan manusia dengan kebijaksanaan ilahi. Mereka juga menegaskan bahwa menunda-nunda akan membawa konsekuensi yang semakin berat.
Cross-references singkat
Di lain bagian Amsal, hikmat dipromosikan sebagai perlindungan di jalan hidup (mis. Amsal 2:7–8). Juga, nasihat untuk mendengar pintu hikmat sering berkaitan dengan ketidaktaatan yang menimbulkan bahaya (Amsal 1:33). Perhatikan bagaimana Yakub mendorong iman yang disertai perbuatan—bentuk respons bijaksana terhadap firman (Yakobus 1:22).
Hubungan dengan iman masa kini
Ayat ini menantang kita untuk mengevaluasi respons pribadi terhadap panggilan hikmat Allah. Dalam kehidupan modern, godaan olok-olok dan kebingungan budaya tidak hilang; sebaliknya, kita diajak memilih pola pikir Alkitabiah—menilai segala sesuatu menurut firman Tuhan, tidak menurut tren sesaat. Respons yang tepat adalah membuka diri pada pengetahuan sekaligus mengaplikasikannya dalam tindakan kasih, keadilan, dan integritas.
Penjelasan singkat terkait mana yang penting dipahami hari ini
1) Kebodohan bukan sekadar kekurangan, melainkan pilihan menolak hikmat Allah. 2) Olok-olok adalah bahasa yang memetakan kedudukan hati terhadap Tuhan. 3) Pengetahuan yang dimaksud adalah hidup yang dibawa oleh pewahyuan-Nya dan diwujudkan secara etis.
Penutup aplikasi praktis
Intisari ayat ini mengingatkan kita untuk tidak menunda respons terhadap hikmat Allah. Mulailah dengan sikap rendah hati, rayakan pembelajaran alkitabiah, dan perlihatkan kebijaksanaan dalam tutur kata serta tindakan. Jadikan hidup sebagai bukti bahwa kita telah menerima pengetahuan-Nya sebagai pedoman utama.