Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Amsal 10:1 Amsal 10:2 Amsal 10:3 Amsal 10:4 Amsal 10:5 Amsal 10:6 Amsal 10:7 Amsal 10:8 Amsal 10:9 Amsal 10:10 Amsal 10:11 Amsal 10:12 Amsal 10:13 Amsal 10:14 Amsal 10:15 Amsal 10:16 Amsal 10:17 Amsal 10:18 Amsal 10:19 Amsal 10:20 Amsal 10:21 Amsal 10:22 Amsal 10:23 Amsal 10:24 Amsal 10:25 Amsal 10:26 Amsal 10:27 Amsal 10:28 Amsal 10:29 Amsal 10:30 Amsal 10:31 Amsal 10:32



Amsal 10:29 (IDN): Bahwa jalan Tuhan itu kekuatan bagi orang-orang saleh, tetapi suatu kebinasaan bagi segala orang yang berbuat jahat
Amsal 10 menampilkan kontras tajam antara kehidupan orang benar dan orang fasik. Ayat 29 menyoroti bagaimana jalan Tuhan memberi kekuatan bagi orang saleh—mereka yang hidup dalam takut akan Tuhan dan menapak di bawah hikmat-Nya—sementara bagi orang jahat, jalan itu menjadi kebinasaan. Gambaran ini berasal dari pola kebiasaan dalam kitab Amsal: mengaitkan perilaku manusia dengan hasil yang nyata di kehidupan sehari-hari dan di hadapan Allah.
Apa ayat ini mengungkap tentang Allah dan iman
Ayat ini menegaskan bahwa Tuhan adalah sumber kekuatan bagi orang saleh. Bagi penulis Amsal, hidup yang saleh berarti berjalan dalam ketaatan dan hikmat Allah. Jalan Tuhan bukan sekadar petunjuk moral, melainkan sumber kekuatan sejati yang memberi teguh hati, keberanian, dan kemantapan di tengah cobaan. Di sisi lain, Allah menegaskan konsekuensi bagi orang fasik: kebinasaan menunjukkan bahwa jalan yang dipilih berlawanan dengan kehendak-Nya dan membawa kehancuran akhirnya.
Penjelasan kata dan citraan penting
Tautan silang yang relevan
Penjelasan singkat: Ketiga rujukan menegaskan bahwa penghayatan iman melalui ketaatan kepada Allah memberi kekuatan, sedangkan menolak jalan-Nya berujung pada konsekuensi yang serius.
Penafsiran ringkas dan aplikatif
Ayat ini mengajak pembaca melihat arah hidup: apakah kita mengandalkan kekuatan diri sendiri atau menelan rangkuman kekuatan yang berasal dari hubungan yang dekat dengan Tuhan? Jalan Tuhan memberi kekuatan untuk bertahan di tengah godaan, memperlakukan sesama dengan adil, dan menjaga integritas. Sebaliknya, memilih jalan fasik akan menuntun pada kehancuran, karena itu bertentangan dengan rencana kasih Allah. Dalam konteks kekinian, ayat ini mengajak kita untuk menilai prioritas—apakah kebahagiaan jangka pendek menarik kita ke arah jalan yang menipu, atau kita memilih komitmen pada hikmat ilahi yang menguatkan hari esok.
Roda kehidupan Kristen tetap teguh saat kita menaruh kepercayaan pada Tuhan, memohon pimpinan-Nya, dan memaknai setiap keputusan sebagai bagian dari jalan yang diberkati-Nya.
Catatan kutipan dari tokoh komentar berbahasa lama
Dalam merangkum pandangan para komentator lama secara singkat, berikut catatan yang relevan tanpa mengutip teks panjang:
Catatan singkat: kutipan langsung panjang tidak disertakan di sini, tetapi esensi pandangan mereka konsisten dengan gambaran Amsal mengenai kekuatan melalui ketaatan dan bahaya kebinasaan karena menolak hukum Tuhan.