Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Amsal 10:1 Amsal 10:2 Amsal 10:3 Amsal 10:4 Amsal 10:5 Amsal 10:6 Amsal 10:7 Amsal 10:8 Amsal 10:9 Amsal 10:10 Amsal 10:11 Amsal 10:12 Amsal 10:13 Amsal 10:14 Amsal 10:15 Amsal 10:16 Amsal 10:17 Amsal 10:18 Amsal 10:19 Amsal 10:20 Amsal 10:21 Amsal 10:22 Amsal 10:23 Amsal 10:24 Amsal 10:25 Amsal 10:26 Amsal 10:27 Amsal 10:28 Amsal 10:29 Amsal 10:30 Amsal 10:31 Amsal 10:32



Makna singkat Ayat
Amsal 10:14 menegaskan bahwa orang yang berhikmat menyimpan pengetahuan dalam hatinya, sedangkan mulut orang bodoh cenderung menuju kebinasaan karena kata-kata ceroboh dan kurang nasihat.
Latar belakang konteks
Bagian Amsal ini bersifat kumpulan pernyataan kebijaksanaan yang memperlihatkan kontras antara orang bijaksana dan orang bodoh. Ayat ini menilai peran pengetahuan yang terperangkap dalam pikiran sebagai pelindung, sementara lidah yang sembrono membawa pada bahaya dan kerugian bagi diri sendiri maupun orang lain. Dalam dunia kuno, pengajaran dan nasihat sangat dihargai; menahan lidah saat diperlukan adalah ciri orang yang memahami dampak kata-kata.
Interpretasi singkat
Catatan teologis singkat
Amsal ini menggarisbawahi pentingnya hikmat praktis: tahu apa yang perlu diucapkan, kapan menahan diri, dan bagaimana berkomunikasi dengan tujuan membangun. Dalam tradisi kebijaksanaan, ujaran yang terukur adalah bagian dari karakter yang berlandaskan takut akan TUHAN dan kehendak-Nya.
Pandangan para penafsir lama (kutipan pilihan)
Matthew Henry menekankan bahwa kebijaksanaan sejati tidak hanya menambah pengetahuan, melainkan menundukkan lidah kepada hikmat untuk mencegah bahaya yang disebabkan oleh ujaran sembarangan. Albert Barnes menyoroti bahwa pengetahuan yang disimpan adalah pengetahuan yang diolah dalam batin oleh hikmat, sehingga kata-kata keluar dengan kehati-hatian. Adam Clarke menegaskan bahwa kebijaksanaan muncul sebagai kendali diri yang menjaga agar mulut tidak menjatuhkan diri pada kebinasaan melalui pernyataan yang tidak perlu.
Beberapa referensi silang
Cross-references:
Tafsiran praktis
Aplikasi singkat
Dalam keseharian, aturan praktisnya sederhana: berpikir sebelum berbicara, memilih kata yang membangun, dan menumbuhkan kebiasaan belajar untuk memperkaya batin. Ini menjaga kita agar tidak jatuh pada kebinasaan yang bisa diakibatkan ujaran ceroboh.