Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Matius 7:1 Matius 7:2 Matius 7:3 Matius 7:4 Matius 7:5 Matius 7:6 Matius 7:7 Matius 7:8 Matius 7:9 Matius 7:10 Matius 7:11 Matius 7:12 Matius 7:13 Matius 7:14 Matius 7:15 Matius 7:16 Matius 7:17 Matius 7:18 Matius 7:19 Matius 7:20 Matius 7:21 Matius 7:22 Matius 7:23 Matius 7:24 Matius 7:25 Matius 7:26 Matius 7:27 Matius 7:28 Matius 7:29



Matius 7:23 (IDN) - Penegasan Realitas Pertobatan
Pasal ini berada dalam bagian Khotbah di Bukit yang menekankan praktik hidup yang konsisten dengan pengakuan iman. Di ayat sebelumnya Yesus menyinggung beberapa orang yang mengaku melakukan perbuatan mulia atas nama-Nya, tetapi dikhawatirkan kelihatan lebih sebagai bentuk luar tanpa hubungan pribadi dengan Tuhan. Ayat 23 menutup bagian tersebut dengan teguran keras: Tuhan akan berkata bahwa Ia tidak mengenal mereka, karena mereka bekerja kejahatan. Ini menyoroti batas antara pekerjaan lahiriah dan hubungan hati yang benar dengan Allah.
Kejahatan yang diangkat di sini bukan sekadar perbuatan buruk sesekali, melainkan pola hidup yang didasarkan pada motivasi yang menolak ketaatan kepada Allah. Pekerjaan yang dilakukan dengan maksud tertentu, tetapi tanpa kedekatan relasional dengan Tuhan, tidak mendapat pengakuan-Nya. Ketika Kristus berkata Ia tidak mengenal mereka, itu menggariskan bahwa pengakuan-Nya bukan sekadar tindakan rohani, melainkan ketaatan yang melahirkan hubungan pribadi dengan-Nya.
Gugus Tema Utama
Rujukan Lintas Teks yang Relevan
Beberapa bagian lain dalam Matius menyoroti tema yang sama:
Refleksi Praktis
Coba merenungkan bagaimana pola hidup kita bisa terlihat religius secara kasat mata namun kurang berakar pada hubungan pribadi dengan Tuhan. Pertanyaan: Apakah kita menjadikan perintah-Nya sebagai pedoman harian dalam semua keputusan, atau kita lebih tertarik pada presentasi diri yang tampak saleh di mata manusia? Hidup yang benar berakar dalam doa, pengakuan dosa, dan ketaatan yang dituntun oleh Roh Kudus.
Inti Penutup
Ayat ini menekankan bahwa identitas kita di hadapan Tuhan tidak diukur dari tindakan lahiriah semata, melainkan dari kedalaman hubungan dengan Kristus. Allah tidak mengenal mereka yang hanya menonjol dalam perbuatan tapi menolak ketaatan yang memperdalam relasi dengan-Nya. Pembacaan yang sehat mendorong pertobatan yang menyentuh hati dan perubahan hidup yang berkelanjutan.
Kutipan Para Penafsir Terpercaya (singkat)
Beberapa komentar klasik menekankan bahwa kedekatan dengan Kristus adalah syarat utama untuk dikenali-Nya: “bukan semua yang berkata kepada-Ku: Tuhan, Tuhan ..., akan masuk ke dalam Kerajaan Allah” (parafrafer dari komentar panjang para penafsir Perjanjian Baru). Ringkasnya, pekerjaan lahiriah tanpa relasi hidup dengan Kristus tidak memenuhi persyaratan yang Allah tetapkan.