Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Amsal 16:1 Amsal 16:2 Amsal 16:3 Amsal 16:4 Amsal 16:5 Amsal 16:6 Amsal 16:7 Amsal 16:8 Amsal 16:9 Amsal 16:10 Amsal 16:11 Amsal 16:12 Amsal 16:13 Amsal 16:14 Amsal 16:15 Amsal 16:16 Amsal 16:17 Amsal 16:18 Amsal 16:19 Amsal 16:20 Amsal 16:21 Amsal 16:22 Amsal 16:23 Amsal 16:24 Amsal 16:25 Amsal 16:26 Amsal 16:27 Amsal 16:28 Amsal 16:29 Amsal 16:30 Amsal 16:31 Amsal 16:32 Amsal 16:33



Makna Pokok (Amsal 16:29)
Orang yang membujuk sahabatnya untuk masuk ke jalan yang jahat adalah seperti seorang pembunuh; perbuatannya menunjukkan hasrat untuk menghancurkan hubungan dan hidup sahabatnya. Ayat ini menekankan bahaya pengaruh buruk yang menggunakan kedudukan dekat untuk menyesatkan, bukan sekadar tindakan yang salah secara pribadi, melainkan tindakan yang merusak ikatan persahabatan dan arah hidup seseorang.
Latar konteks
Kitab Amsal menyoroti sebab-akibat etis dari kata-kata dan tindakan manusia. Dalam lingkungan bersahabat, pengaruh itu kuat; sahabat bisa menjadi teladan maupun penjerat. Ayat ini muncul dalam kunjungan pada tema kebijaksanaan, terutama bagaimana kata-kata yang menipu dan dorongan yang salah bisa membawa orang lain ke pacuan kejahatan yang akhirnya menimbulkan konsekuensi serius bagi hubungan sosial dan kehidupan moral.
Observasi penafsir (ringkas, berimbang)
- Dorongan untuk mengikuti jalan menuju kejahatan sering dipakai untuk menjerat orang lain, terutama jika pelaku memiliki kedekatan dengan korban (sahabat).
- Tindakan membujuk yang berlawanan dengan kebenaran menghasilkan konsekuensi kriminalitas sosial: perpecahan, kebinasaan persahabatan, dan potensi dampak fisik maupun spiritual.
Pemaparan tema singkat
Rujukan silang yang relevan
1) Amsal 13:20 — bergaul dengan orang bijak membawa kesejahteraan; bergaul dengan orang bebal berbahaya. Penjelasan: pilihan pergaulan membentuk kebiasaan moral dan arah hidup.
2) 2 Korintus 6:14 — janganlah kamu saling menjaga hubungan dengan orang yang tidak seiman karena dapat mengubah nilai-nilai iman. Penjelasan: pengaruh dekat berkaitan dengan komitmen spiritual.
3) Amsal 27:6 — sahabat yang menasehati dengan benar lebih berharga daripada sanjungan palsu. Penjelasan: kebajikan persahabatan teruji oleh kebenaran nasihat.
Petunjuk praktis (takeaway)
Hati-hati terhadap ajakan yang tampak menarik namun membawa pada jalan yang melawan kebenaran. Jaga integritas hubungan dengan sahabat dengan kejujuran, kasih, dan nasihat yang membangun. Pilihlah pergaulan yang mendorong pertumbuhan rohani dan hindari tekanan untuk mengikuti jalan yang berdosa.
Kutipan penafsiran (ringkas, tanpa teks panjang)
Beberapa penafsir publik domain menekankan bahwa membujuk sahabat ke jalan kejahatan bukan sekadar tipu daya, melainkan penyerangan terhadap inti kehidupan komunitas. Mereka menyoroti pentingnya kehati-hatian lidah dan tanggung jawab sosial dalam hubungan dekat.
Kesimpulan terikat konteks
Amsal 16:29 mengingatkan bahwa pengaruh dalam hubungan dekat dapat merusak arah hidup, bahkan melahirkan konsekuensi serius bagi jiwa dan komunitas. Kebijaksanaan adalah menjaga lidah, membimbing sahabat ke jalan benar, dan menjauhi ajakan yang memandu ke arah kehancuran.