Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Amsal 16:1 Amsal 16:2 Amsal 16:3 Amsal 16:4 Amsal 16:5 Amsal 16:6 Amsal 16:7 Amsal 16:8 Amsal 16:9 Amsal 16:10 Amsal 16:11 Amsal 16:12 Amsal 16:13 Amsal 16:14 Amsal 16:15 Amsal 16:16 Amsal 16:17 Amsal 16:18 Amsal 16:19 Amsal 16:20 Amsal 16:21 Amsal 16:22 Amsal 16:23 Amsal 16:24 Amsal 16:25 Amsal 16:26 Amsal 16:27 Amsal 16:28 Amsal 16:29 Amsal 16:30 Amsal 16:31 Amsal 16:32 Amsal 16:33



Amsal 16:13 (IDN): “Bahwa lidah yang benar itulah kesukaan raja, dan dikasihinya akan orang yang mengatakan perkara yang betul-betul.”
Ayat ini berada dalam rangka nasihat bijak penulis Amsal yang menempatkan kata-kata sebagai cerminan karakter. Di konteks kitab Amsal, hubungan antara bicara dan kebijaksanaan menonjol: orang yang berkata kebenaran dengan bahasa yang tepat membawa kehormatan di hadapan penguasa dan memelihara ketertiban komunitas. Ucapan yang benar tidak hanya menimbang kebenaran, tetapi juga cara penyampaiannya, sehingga raja dapat mengambil keputusan dengan adil.
Makna pokok
Pokus utama ayat ini adalah nilai kejujuran dalam lidah manusia. Lidah yang lurus dan jujur dianggap sebagai kesukaan raja, karena itu mencerminkan ketaatan terhadap kebenaran dan ketelitian dalam menyampaikan perkara. Saat seseorang berbicara apa adanya dengan integritas, ia membantu penguasa menilai situasi secara akurat dan membangun kepercayaan di antara warga negara.
Tiga tema utama
Perubahan hubungan dengan teks lain
Ayat ini sejalan dengan nasihat di Amsal lainnya mengenai lidah, misalnya ajaran tentang menghindari sumpah dusta dan gosip (Amsal 12:22; 15:2). Ketiga unsur umum adalah kebenaran, ketepatan, dan niat hati yang tulus ketika berbicara. Dalam konteks kepemimpinan, pernyataan yang jujur memperlihatkan komitmen terhadap keadilan dan kebenaran.
Cross-references singkat
Refleksi praktis
Pertanyakan diri sendiri: bagaimana cara saya menyampaikan kebenaran tanpa menggurui? Bersedialah memilih kata-kata yang jelas, tepat, dan penuh integritas. Di lingkungan kerja, keluarga, atau komunitas iman, menjaga bahasa agar tidak menyinggung martabat orang lain justru memuliakan Tuhan dan memperkuat kepercayaan.
Ringkasan penutup
Ayat ini menegaskan bahwa kejujuran dalam lidah adalah aset bagi pemerintahan dan komunitas. Ketika orang berbicara dengan kebenaran yang terukur, perdamaian dan keadilan dapat tumbuh. Ini bukan sekadar tentang berbicara benar, tetapi juga tentang cara berbicara dengan hati yang terarah pada kebenaran.
Interprestasi singkat dengan konteks patokan para komentator publik domain lama menekankan bahwa kedudukan penguasa dipertegas oleh integritas para pembawa pesan. Sejumlah komentar lama mencatat nilai praktis dari lidah yang lurus sebagai alat pembentuk kebijakan dan keharmonisan sosial.