Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Amsal 16:1 Amsal 16:2 Amsal 16:3 Amsal 16:4 Amsal 16:5 Amsal 16:6 Amsal 16:7 Amsal 16:8 Amsal 16:9 Amsal 16:10 Amsal 16:11 Amsal 16:12 Amsal 16:13 Amsal 16:14 Amsal 16:15 Amsal 16:16 Amsal 16:17 Amsal 16:18 Amsal 16:19 Amsal 16:20 Amsal 16:21 Amsal 16:22 Amsal 16:23 Amsal 16:24 Amsal 16:25 Amsal 16:26 Amsal 16:27 Amsal 16:28 Amsal 16:29 Amsal 16:30 Amsal 16:31 Amsal 16:32 Amsal 16:33



Makna Pokok Amsal 16:18
Kebanggaan atau congkak adalah jalan menuju kehancuran; kesombongan sebelum kejatuhan menyiapkan diri bagi runtuhnya suatu hidup, komunitas, atau rencana. Ayat ini memperingatkan bahwa sifat congkak memicu keretakan moral dan sosial, sehingga kerendahan hati menjadi sikap yang membatasi bahaya tersebut.
Latar Belakang Kontekstual
Kitab Amsal menegakkan hikmat praktis untuk hidup saleh di tengah berbagai godaan budaya pada zamannya. Ungkapan congkak dan kecongkaan hati muncul berulang untuk menilai motif batin manusia: apakah kehebatan yang tampak didorong oleh hikmat Tuhan atau oleh keakuan manusia yang semu. Ketika kerajaan, jabatan, atau kekayaan menjadi ukuran harga diri, manusia rentan jatuh karena keangkuhan sendiri.
Pengamatan Ilyatan (Interpretasi singkat)
Garis Besar Tema
Rujukan Terkait dan Penjelasannya
Amsal 3:34 menyinggung pembalasan Tuhan atas orang sombong namun memberkati orang rendah hati—menekankan pola ilahi: Tuhan menentang congkak, memberkati kerendahan hati.
1 Petrus 5:5–6 mengajak umat percaya untuk merendahkan diri di hadapan Tuhan dan memuliakan-Nya, karena Allah menentangkan orang yang rendah hati namun menolak orang sombong.
Yesaya 14:12–14 menggambarkan kebanggaan iblis yang menimbulkan kejatuhan; cerita ini berfungsi sebagai contoh ampunan pribadi yang menuntut kerendahan hati di hadapan kekuasaan Tuhan.
Integrasi dari Penafsir Terkemuka (ringkas)
Para penafsir publik domain klasik seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa congkak mengungkap motif batin yang mengutamakan diri sendiri di atas hikmat ilahi. Mereka menyoroti risiko percaya diri tanpa pengakuan atas ketergantungan pada Tuhan, serta pentingnya menjaga hati dari kesombongan sambil menimbang perbaikan melalui hikmat ilahi. (Catatan: kutipan langsung yang tepat dari Henry, Barnes, Clarke disertakan hanya jika tersedia dalam sumber domain publik.)
Aplikasi Praktis yang Singkat
Intisari Penuntun Perbandingan
Konsep kebesaran hati sebelum kejatuhan menegaskan bahwa semua prestasi manusia perlu diikat oleh kesadaran akan keterbatasan diri dan kebutuhan akan hikmat Tuhan. Teks ini memandu pembaca untuk melihat ke dalam sikap batin dan mengarahkan perilaku agar tidak terjerat oleh kesombongan yang berujung pada kehancuran.