Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Amsal 16:1 Amsal 16:2 Amsal 16:3 Amsal 16:4 Amsal 16:5 Amsal 16:6 Amsal 16:7 Amsal 16:8 Amsal 16:9 Amsal 16:10 Amsal 16:11 Amsal 16:12 Amsal 16:13 Amsal 16:14 Amsal 16:15 Amsal 16:16 Amsal 16:17 Amsal 16:18 Amsal 16:19 Amsal 16:20 Amsal 16:21 Amsal 16:22 Amsal 16:23 Amsal 16:24 Amsal 16:25 Amsal 16:26 Amsal 16:27 Amsal 16:28 Amsal 16:29 Amsal 16:30 Amsal 16:31 Amsal 16:32 Amsal 16:33



Amsal 16:6 (IDN)
Jejak konteks: Amsal 16 menampilkan hikmat praktis untuk hidup benar di hadapan Tuhan dan sesama. Ayat 6 menekankan dua jalur utama: kemurahan dan kebenaran yang membawa penghapusan kesalahan, serta takut akan TUHAN yang menjauhkan dari kejahatan. Ini muncul pada bagian nasihat tentang urutan tindakan yang menyertai kebijaksanaan: iman yang hidup menuntun pada tindakan benar.
What the text reveals about God or faith
Kata-kata di sana menegaskan bahwa karakter Tuhan—murah hati (kemurahan) dan benar/adil (kebenaran)—berfungsi sebagai jalan keselamatan bagi manusia. Ketika seseorang berjalan dalam kemurahan Tuhan dan kebenaran-Nya, pelanggaran-pelanggaran dapat dihapuskan melalui kasih karunia-Nya. Ketakutan akan Tuhan diuraikan sebagai dorongan moral yang membentuk pilihan-pilihan lemah lembut agar menjauhi kejahatan. Implikasi iman diungkap: hubungan manusia dengan Tuhan tidak hanya bergantung pada hukum semata, melainkan pada pengalaman hidup yang diperkaya belas kasihan dan ketaatan yang lahir dari rasa hormat kepada Allah.
Clarifying key terms and images
Cross-references (singkat)
Catatan penting: Ketika konteks kitab Amsal menekankan nasihat praktis, perikop ini menembus inti hubungan manusia dengan Allah: مؤ kemurahan-Nya menyapih kesalahan, dan takut akan Tuhan menjaga kita dari godaan berbuat jahat melalui ketaatan yang lahir dari hormat yang tulus.
Related passages (brief explanations)
1) Pengampunan datang melalui tindakan Tuhan yang murah hati (kemurahan) dan keadilan-Nya (kebenaran). 2) Ketakutan akan Tuhan menolong orang memilih jalan jujur meski dunia mengajak berbuat jahat. 3) Hubungan antara moralitas pribadi dan kehadiran Allah membentuk hidup yang berkelanjutan.
Now for today
Hidupkan keseharian dengan dua kompas: kemanusiaan Tuhan yang murah hati dan kebenaran-Nya yang adil. Gunakan keduanya untuk mengakui kesalahan, menerima pemulihan, dan menolak godaan kejahatan. Takut akan Tuhan menuntun pola hidup yang disiplin dan bertanggung jawab—menghindarkan langkah-langkah yang menyesatkan di era modern ini.
Quotations from classic commentators (singkat):
Matthew Henry menekankan bahwa penghapusan kesalahan datang melalui pertolongan Tuhan ketika kita berpegang pada demikian, dan Adam Clarke menyoroti hubungan antara ketakutan akan Tuhan dan penghindaran kejahatan dalam praktik hidup harian. (Rujukan ringkas tanpa kutipan panjang.)