Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Amsal 14:1 Amsal 14:2 Amsal 14:3 Amsal 14:4 Amsal 14:5 Amsal 14:6 Amsal 14:7 Amsal 14:8 Amsal 14:9 Amsal 14:10 Amsal 14:11 Amsal 14:12 Amsal 14:13 Amsal 14:14 Amsal 14:15 Amsal 14:16 Amsal 14:17 Amsal 14:18 Amsal 14:19 Amsal 14:20 Amsal 14:21 Amsal 14:22 Amsal 14:23 Amsal 14:24 Amsal 14:25 Amsal 14:26 Amsal 14:27 Amsal 14:28 Amsal 14:29 Amsal 14:30 Amsal 14:31 Amsal 14:32 Amsal 14:33 Amsal 14:34 Amsal 14:35



Amsal 14:26 (IDN): Makna inti dan konteksnya
Takut akan Tuhan adalah kubu yang teguh dan perlindungan bagi orang-orang yang mencari perlindungan kepada-Nya.
Latar belakang konteks
Amsal ini berasal dari kumpulan kebijaksanaan yang menekankan hubungan antara takut akan Tuhan dan kehidupan yang benar. Dalam budaya bangsa Israel, rasa hormat yang benar kepada Allah memengaruhi perilaku, hubungansosial, dan kesejahteraan pribadi. Ayat ini menegaskan bahwa ketakutan yang sehat terhadap Tuhan menghasilkan keamanan batin dan perlindungan di tengah ancaman hidup.
Pengamatan interpretatif
Garis besar tema
Rujukan silang yang relevan
- Dalam Mazmur 27:1, 5-6, perlindungan Tuhan dinyatakan sebagai cahaya dan kemah perlindungan bagi yang berlindung pada-Nya.
- Amsal 18:10 menegaskan gambaran “nama TUHAN adalah menara kuat” bagi orang benar.
- Ibrani 4:16 mengundang umat percaya mendekat dengan keyakinan kepada kasih karunia-Nya untuk mendapat pertolongan pada waktunya.
Penjelasan singkat hubungan: Mazmur menyoroti perlindungan ilahi dalam keadaan genting; gambaran nama-Nya sebagai benteng menekankan akses penuh kepada perlindungan-Nya. Ibrani menegaskan pendekatan iman yang percaya bahwa Allah adalah sumber pertolongan yang dapat diandalkan.
Kutipan singkat dari penafsir klasik (ringkas)
Matthew Henry dan Adam Clarke menekankan bahwa takut kepada Tuhan mengarahkan hidup pada hikmat dan ketaatan, sehingga menghadirkan ketenangan pikiran. Albert Barnes menyoroti perlindungan sebagai hasil logis dari hidup yang takut akan Tuhan: Allah menjadi benteng bagi jiwa yang setia.
Catatan: Tidak ada kutipan panjang langsung dari teks klasik yang disalin penuh di sini; penafsiran disajikan dalam bentuk parafrase yang tetap setia pada makna aslinya.
Inti praktis yang singkat
Carilah Tuhan dengan hormat dan ketergantungan, karena hanya Dia yang menyediakan keamanan batin saat hidup penuh tantangan. Ketakutan yang benar kepada Tuhan mendorong kita hidup dengan hikmat, menjaga lidah, serta membangun integritas yang menghasilkan damai sejahtera dalam diri dan komunitas.