Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Amsal 14:1 Amsal 14:2 Amsal 14:3 Amsal 14:4 Amsal 14:5 Amsal 14:6 Amsal 14:7 Amsal 14:8 Amsal 14:9 Amsal 14:10 Amsal 14:11 Amsal 14:12 Amsal 14:13 Amsal 14:14 Amsal 14:15 Amsal 14:16 Amsal 14:17 Amsal 14:18 Amsal 14:19 Amsal 14:20 Amsal 14:21 Amsal 14:22 Amsal 14:23 Amsal 14:24 Amsal 14:25 Amsal 14:26 Amsal 14:27 Amsal 14:28 Amsal 14:29 Amsal 14:30 Amsal 14:31 Amsal 14:32 Amsal 14:33 Amsal 14:34 Amsal 14:35



Amsal 14:20 (IDN) — Tema: Persahabatan, Kekayaan, dan Sikap Hati
_setting segera:_ Syair proverbia ini menempatkan dua pihak dalam gambaran hubungan sosial: orang miskin dan orang kaya, serta bagaimana kedekatan persahabatan dipengaruhi oleh keadaan ekonomi. Ayat ini menyatakan bahwa orang miskin sering mendapat pembenciannya bahkan dari sahabatnya sendiri, sementara orang kaya memiliki banyak sahabat. Pokoknya, nasihat ini mengajak pembaca merenungkan bagaimana nilai persahabatan dipetakan oleh keprihatinan sosial dan solidaritas sesama.
Apa yang diungkapkan ayat ini tentang Allah dan iman
Ayat ini tidak secara eksplisit membahas hakikat Allah, tetapi berhubungan dengan hikmat ilahi yang menilai karakter manusia dalam konteks damai komunitas. Hakikat kebijaksanaan manusia dihubungkan dengan empati, keadilan, dan kesetiaan persahabatan. Allah menghendaki komunitas yang saling mendukung dan tidak memusuhi sesama karena keadaan ekonomi. Dalam iman, kita dipanggil untuk menilai harga seseorang bukan dari kekayaan materi, melainkan dari martabat manusia yang diciptakan Tuhan serta kasih yang mempersatukan.
Penjelasan kata, gambar, dan intisari ayat
Rujukan silang yang relevan
Beberapa ayat lain menegaskan tema serupa tentang keadilan, kasih, dan tidak membeda-bedakan karena kekayaan:
Penjelasan singkat: Ketiga bagian di atas menekankan bahwa nilai manusia bukan ditentukan oleh kekayaan luar, melainkan oleh kasih, keadilan, dan perilaku empatik terhadap sesama.
Panduan penerapan di masa kini
Ayat ini mengingatkan kita untuk menilai teman dan komunitas dengan hati yang adil. Hindari menilai orang berdasarkan status ekonomi; sebaliknya, jalin persahabatan dengan niat membangun, saling mendukung, dan menunjukkan kesetiaan. Dalam pergaulan, kita dipanggil mengosongkan prasangka, memperlakukan semua orang dengan hormat, dan menolak pembinasaan solidaritas karena kekayaan maupun kemiskinan.
Catatan penafsir: Ringkas dari pandangan beberapa penafsir publik domain, seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke, menyoroti bahwa kebijaksanaan kitab Amsal menegakkan etika komunal—keadilan sosial dan kasih tanpa memandang status. Mereka menyarankan bahwa persahabatan sejati diuji oleh prioritas kasih, bukan keuntungan pribadi. Quotation highlight (ringkas): Henry menekankan pentingnya kebijaksanaan yang mengikat komunitas dalam kasih; Barnes dan Clarke menekankan bahwa kekayaan bukan ukuran nilai manusia, melainkan bagaimana kita memperlakukan sesama.