Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Amsal 14:1 Amsal 14:2 Amsal 14:3 Amsal 14:4 Amsal 14:5 Amsal 14:6 Amsal 14:7 Amsal 14:8 Amsal 14:9 Amsal 14:10 Amsal 14:11 Amsal 14:12 Amsal 14:13 Amsal 14:14 Amsal 14:15 Amsal 14:16 Amsal 14:17 Amsal 14:18 Amsal 14:19 Amsal 14:20 Amsal 14:21 Amsal 14:22 Amsal 14:23 Amsal 14:24 Amsal 14:25 Amsal 14:26 Amsal 14:27 Amsal 14:28 Amsal 14:29 Amsal 14:30 Amsal 14:31 Amsal 14:32 Amsal 14:33 Amsal 14:34 Amsal 14:35



Amsal 14:23 (IDN) - Makna singkat
Makna utama ayat ini adalah bahwa kerja keras yang disertai tekad dan disiplin menghasilkan hasil yang nyata, sementara angan-angan kosong tentang kemegahan atau keuntungan palsu tidak membawa kemajuan yang berarti.
Latar konteks
Berisi nasihat bijak tentang pola kerja dan ketamakan manusia. Dalam kitab Amsal, kebijaksanaan sering menekankan hubungan antara tindakan nyata dan hasil yang tepat. Ayat ini menyoroti kontras antara usaha aktif (yang membangun) dengan kemegahan kosong yang tidak membawa kemajuan.
Pengamatan tafsir (ringkas)
Garis besar tema
Kaitan dengan bagian lain Alkitab
Penjelasan singkat: Tekad dan kerja nyata membangun fondasi bagi kemajuan, sedangkan kemegahan yang tidak bersandar pada usaha nyata hanya menambah kepalsuan dan akhirnya sia-sia.
Rangkuman praktis
Kutipan singkat dari tokoh tafsir berbudaya publik domain
Catatan: Alkitab menerangkan bahwa kerja keras yang terarah menghasilkan buah, sedangkan kemegahan palsu tidak memberi manfaat. Ringkasnya, “usaha yang tiada tahu malas sampailah orang kepada perkara yang besar-besar” menunjukkan hubungan antara disiplin dan capaian nyata.
Rujukan silang inti: Amsal 6:6-11; Pengkhotbah 2:4-11; Lukas 12:15.
Penafsir tersebar (ringkas): Para tokoh tafsir berpendapat bahwa prinsip ini menempatkan kerja nyata sebagai sarana meraih kemajuan hidup, dan menolak godaan kemegahan yang semu. Dengan demikian, orang bijak menimbang tujuan, tindakan, dan hasil secara seimbang.