Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Imamat 6:1 Imamat 6:2 Imamat 6:3 Imamat 6:4 Imamat 6:5 Imamat 6:6 Imamat 6:7 Imamat 6:8 Imamat 6:9 Imamat 6:10 Imamat 6:11 Imamat 6:12 Imamat 6:13 Imamat 6:14 Imamat 6:15 Imamat 6:16 Imamat 6:17 Imamat 6:18 Imamat 6:19 Imamat 6:20 Imamat 6:21 Imamat 6:22 Imamat 6:23 Imamat 6:24 Imamat 6:25 Imamat 6:26 Imamat 6:27 Imamat 6:28 Imamat 6:29 Imamat 6:30



Imamat 6:26 dalam Terjemahan IDN
Inti dari ayat ini adalah: imam yang mempersembahkan kurban karena dosa memiliki hak untuk memakan bagian dari korban yang dipersembahkan, tetapi hanya pada tempat yang khusus, yaitu di tempat suci dalam halaman kemah perhimpunan. Artinya, pelayanan dan bagian korban tidak dinikmati sembarangan; ada syarat kekudusan dan batasan perlakuan terhadap bagian korban yang dipersembahkan demi dosa.
Latar belakang konteks
Imamat pasal-pasal ini berfokus pada aturan persembahan, pemeliharaan kekudusan, dan pemeliharaan kemah suci. Ketentuan bahwa imam dapat makan bagian korban sebagai bagian dari pelaksanaan tugasnya menegaskan bahwa imamat adalah pemberian Tuhan untuk memelihara relasi-Nya dengan umat-Nya. Makan bagian korban di tempat suci menandai bahwa pekerjaan tebus dosa adalah pelayanan kudus yang bukan untuk konsumsi biasa, melainkan bagian dari pemuridan dan pemeliharaan sakralitas komunitas.
Observasi penafsiran utama
Rangkaian pemikiran teologis singkat
Ayat ini menonjolkan prinsip bahwa bagian dari upacara penghapus dosa tidak disalahgunakan atau dibawa ke luar konteks kekudusan. Imamat menegaskan bahwa “makan bagian korban” adalah bagian dari pelaksanaan tugas rohani yang membutuhkan kedudukan suci dan kepatuhan pada hukum Allah.
Rujukan silang yang relevan
Pelajaran praktis singkat
Intisari gabungan
Ayat ini mengingatkan bahwa pekerjaan rohani memiliki hak istimewa sekaligus batasan kekudusan. Imam menjadi perwujudan pelayanan yang menghubungkan umat kepada Allah melalui persembahan dosa yang dipersembahkan dalam suasana kekudusan. Dengan menjaga tempat makan bagian korban tetap di tempat suci, kita melihat pola bakti yang terjaga kemurnian dan tujuan ibadah dalam narasi keselamatan Allah.
Quotations from public-domain commentators (where applicable):
Matthew Henry: "A portion is given to the priests for their service, to show that the work of the ministry is supported by the people’s sacrifices, and that the failure in giving would affect the sacred duties." (paraphrase summary)
Albert Barnes: "The portion administered to the priest signified their share in the offerings, and the proper care to keep the sacred things within their proper place." (paraphrase summary)
Adam Clarke: "The law having set apart the priests to the service of the altar, their sustenance being provided out of the sacrifices, shows the arrangement of divine economy." (paraphrase summary)