Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Imamat 6:1 Imamat 6:2 Imamat 6:3 Imamat 6:4 Imamat 6:5 Imamat 6:6 Imamat 6:7 Imamat 6:8 Imamat 6:9 Imamat 6:10 Imamat 6:11 Imamat 6:12 Imamat 6:13 Imamat 6:14 Imamat 6:15 Imamat 6:16 Imamat 6:17 Imamat 6:18 Imamat 6:19 Imamat 6:20 Imamat 6:21 Imamat 6:22 Imamat 6:23 Imamat 6:24 Imamat 6:25 Imamat 6:26 Imamat 6:27 Imamat 6:28 Imamat 6:29 Imamat 6:30



Makna singkat Imamat 6:9
Katakanlah kepada Harun dan kepada anak-anaknya demikian: inilah syarat korban bakaran; maka hendaklah korban bakaran itu tinggal di atas mezbah akan dibakar semalam-malaman sampai pagi hari, dan api di atas mezbah itu pun hendaklah dipeliharakan.
Latar belakang konteks
Kisah ini muncul dalam bagian hukum korban di Imamat. Tuhan menetapkan tata cara persembahan untuk kaum Israel. Korban bakaran adalah persembahan yang seluruhnya dipersembahkan kepada Tuhan, simbol pengabdian total dan seruan tobat. Api mezbah selalu dinyalakan sebagai simbol kehadiran dan penerimaan Allah terhadap korban yang dipersembahkan.
Perhatikan makna dan tujuan
- Korelasi antara manusia dan Allah: api yang terus menyala menunjukkan persetujuan Allah atas persembahan dan komitmen umat untuk hidup dalam ketaatan.
- Keteladanan pemeliharaan: perintah menjaga api tetap hidup menekankan disiplin rohani harian dalam ibadah umat Israel.
Observasi penafsir terkenal
Matthew Henry menekankan bahwa korban bakaran adalah simbol pengabdian total kepada Allah, bukan sekadar tindakan ritus. Api yang dipelihara melambangkan kontinuitas hubungan umat dengan Allah. Albert Barnes menambahkan bahwa ketetapan ini menegaskan cara korp umat merespons panggilan ilahi dengan kesetiaan praktis. Adam Clarke menyoroti unsur kebersihan ritual dan kesucian persembahan; api yang terus menyala menandai persembahan yang berkenan jika dipelihara menurut perintah Tuhan. (Catatan: kutipan kata-kata lengkap Henry/Barnes/Clarke disertakan bila tersedia dalam teks sumber publik.)
Cross-references yang relevan
Penjelasan singkat: Ketiga referensi menegaskan bahwa ibadah bukan sekadar tindakan sesudah-sudahnya, melainkan kebiasaan hidup yang terus-menerus diarahkan kepada Tuhan dengan kesetiaan.
Aplikasi praktis singkat
Di sepanjang hidup iman, kita dipanggil menjaga “api rohani” tetap menyala: komitmen doa, pembacaan Firman secara teratur, dan taat pada pengajaran-Nya. Perhatikan bahwa pemeliharaan api adalah bagian dari ibadah holistik, bukan sekadar ritual sesekali.