Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Imamat 6:1 Imamat 6:2 Imamat 6:3 Imamat 6:4 Imamat 6:5 Imamat 6:6 Imamat 6:7 Imamat 6:8 Imamat 6:9 Imamat 6:10 Imamat 6:11 Imamat 6:12 Imamat 6:13 Imamat 6:14 Imamat 6:15 Imamat 6:16 Imamat 6:17 Imamat 6:18 Imamat 6:19 Imamat 6:20 Imamat 6:21 Imamat 6:22 Imamat 6:23 Imamat 6:24 Imamat 6:25 Imamat 6:26 Imamat 6:27 Imamat 6:28 Imamat 6:29 Imamat 6:30



Imamat 6:6 (IDN) — Inti Tegas tentang Pengakuan Dosa melalui Pengorbanan Domba
Inti utama Ayub Imamat 6:6 adalah penegasan bahwa pengakuan dosa tidak bisa dipisahkan dari tindakan kurban yang memberikan pertanggungan bagi kesalahan. Domba jantan yang tiada cela dipakai sebagai penyempurna bagi salahnya, sebagai sarana pemulihan hubungan dengan Tuhan. Ayat ini menekankan bahwa pertanggungjawaban pribadi atas dosa perlu diiringi dengan persembahan yang layak dan dihadirkan kepada imam untuk dikorbankan sebagai bagian dari proses pengampunan.
Konteks sastra
Ayat ini muncul dalam bagian hukum korban karena salah (kesalahan) pada umat Israel. Setelah peringatan tentang perlunya mengakui dosa dan membayar ganti rugi, Allah menuntun umat melalui prosedur yang konkret: seekor domba jantan tanpa cela, dari keldai domba domba, sebagai “korban karena salah.” Penggunaan domba jantan tanpa cela menandakan kemurnian dan penerimaan di hadapan Tuhan. Imam menjadi wakil manusia dalam menerima korban dan mempersembahkan di mezbah, sehingga hubungan dengan Tuhan dapat dipulihkan.
Signifikansi teologis
Korban karena salah menunjukkan bahwa dosa menimbulkan kewajiban kompensasi terhadap sesama dan terhadap Tuhan. Tanpa pengorbanan yang tepat, pengakuan dosa hanyalah pembicaraan kosong. Ayat ini menegaskan bahwa pembebasan tidak datang secara abstrak, melainkan melalui tindakan konkret yang melibatkan korban binatang yang layak. Secara lebih dalam, gambaran ini menyiratkan kebutuhan akan suatu korban yang sempurna dan tidak bercacat untuk menampung pelanggaran umat.
Hubungan dengan bagian lain Alkitab
Cross-references (ringkas):
Pertanyaan untuk refleksi
Penutup singkat
Ayat ini menegaskan bahwa pengakuan dosa memerlukan respons nyata: seekor domba jantan tanpa cela, diserahkan kepada imam, menjadi perantara bagi pengampunan. Dalam konteks keseluruhan Alkitab, pola ini membangkitkan harapan akan satu korban yang sempurna di kemudian hari—Kristus—yang memenuhi standar kemurnian serta menggenapi makna korban karena salah dengan cara yang kekal.
Riset singkat dari para penafsir publik domain:
Menurut Matthew Henry, korban yang tidak bercela menunjukkan kemurnian dan kesalihan yang berkaitan dengan hak-hak Tuhan atas ibadah. Albert Barnes menekankan keteraturan hukum korban sebagai bagian dari tata cara menjaga kesucian komunitas. Adam Clarke menambahkan bahwa proses ini menuntut pertanggungjawaban pribadi dan komunitas dalam memenuhi standar ibadah kepada Tuhan.