Imamat 6:17 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab

Maka ia itu tiada boleh dibakar berkhamir, dan ia itulah bahagian mereka itu, yang telah Kukaruniakan kepadanya dari pada segala persembahan kepada-Ku yang dimakan api; maka ia itulah kesucian segala kesucian, sama seperti korban karena dosa dan korban karena salah itu.

Ayat sebelumnya
« Imamat 6:16
Ayat berikutnya
Imamat 6:18 »

Imamat 6:17 Tafsiran ayat Alkitab

Imamat 6:17 (IDN) — Lembaran makna dan penerapan

Pasal ini berada dalam konteks hukum persembahan hamba di kemah suci, khususnya bagian larangan membakar bagian tertentu dari persembahan karena itu adalah bagian yang sangat khusus bagi keluarga imam. Ayat ini menegaskan bahwa sebagian persembahan tertentu tidak boleh dibakar di api yang dinyalakan bagi Tuhan; bagian itulah bagian suci di antara semua persembahan api yang dimakan di hadapan Tuhan.

Apa yang ditegaskan ayat ini tentang Allah dan iman

Ayat ini menegaskan bahwa Tuhan menjaga kemuliaan persembahan-Nya dan menuntut kemurnian cara penyembahan. Allah mengatur bagian-bagian persembahan sedemikian rupa sehingga ada bagian yang khusus diserahkan untuk dipakai dalam layanan imamat dan bagian itu tidak boleh dibakar begitu saja; bagian tersebut adalah bagian yang telah diberikan Allah sebagai milik khusus umat-Nya. Ini menunjukkan iman yang berakar pada ketaatan tata ibadah yang tepat kepada Tuhan, bukan sekadar keinginan berbuat baik secara umum.

Istilah kunci dan gambaran penting

  • “tiada boleh dibakar berkhamir” — menekankan bahwa sebagian persembahan tidak boleh dibakar atas api untuk dimakan atau dipakai secara tertentu, melainkan menjadi bagian yang diserahkan untuk dipakai imam. Ketetapan ini menjaga kesucian persembahan dan peran imam dalam pelayanan.
  • “oleh-Ku” dan “dari pada segala persembahan kepada-Ku” — menegaskan bahwa semua persembahan berasal dari Tuhan sendiri dan penyelesaiannya diberikan kepada-Nya melalui cara yang ditetapkan-Nya. Persembahan bukan sekadar tindakan manusia, melainkan hubungan yang diarahkan kepada Tuhan.
  • “kesucian segala kesucian” — ungkapan yang menunjukkan betapa sakralnya bagian ini, setara dengan hal-hal yang paling khusus dalam ibadah korban karena dosa atau karena salah. Allah menempatkan bagian itu pada taraf tertinggi kesucian dalam konteks peribadatan.

Rujukan silang yang relevan

1) Imamat 2:3; bagian tertentu dari persembahan yang khusus dipakai dalam upacara imam, menekankan pemakaian bagian persembahan bagi tugas kerohanian.

2) Bilangan 18:8-10; menetapkan pembagian bagian persembahan antara imam dan umat, menyoroti proporsi pelayanan dan kemurnian hukum ibadah.

3) Imamat 7:11-15; membahas persembahan karena syukur dan bagian-bagian tertentu yang diperuntukkan bagi imam serta yang dimakan dalam tempat suci.

Penjelasan singkat dari tokoh komentar teologi ternama (ringkas, tanpa kutipan panjang)

Beberapa penafsir klasik menekankan bahwa ketatnya pembagian bagian persembahan menegaskan pentingnya ketertiban ilahi dalam ibadah. Mereka menunjukkan bahwa Allah tidak menghargai sekadar semangat beribadah, melainkan juga tata cara yang telah ditetapkan-Nya. Dalam tradisi Adam Clarke, Matthew Henry, dan Albert Barnes, pandangan umum menggarisbawahi bahwa bagian yang tidak boleh dibakar merupakan bagian yang berperan sebagai perlambang adanya interaksi antara korban dan para imam, di mana bagian itu diserahkan untuk dipakai di hadapan Tuhan dan dihidupi dalam komunitas imam.

Aplikasi masa kini

Ayat ini mengingatkan umat Tuhan untuk menghormati tata cara ibadah yang telah Allah tetapkan dalam konteks gereja-Nya hari ini. Meskipun praktik sakral persembahan dalam bentuk fisik tidak lagi secara persis sama, prinsip inti tetap relevan: tidak sekadar semangat ibadah, melainkan ketaatan pada cara Tuhan memerintahkan, penghormatan terhadap kepemimpinan rohani, dan pemeliharaan kemurnian komunitas yang beribadah kepada-Nya. Kita dipanggil memelihara integritas ibadah kita, menjaga hati agar tidak menukar persembahan yang kudus dengan hal-hal yang murah atau tidak relevan dengan ajaran-Nya.

Inti pesannya: Allah menuntut kesucian dalam cara beribadah, menjaga bagian-bagian persembahan yang telah ditetapkan-Nya, dan memohon ketaatan umat melalui pimpinan rohani dalam kehidupan komunitas percaya.

*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.

Imamat 6:17 Referensi silang ayat

Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Imamat 6:25 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Imamat 6:25 (IDN) »
Katakanlah kepada Harun dan kepada anak-anaknya: Inilah syarat korban karena dosa itu: pada tempat penyembelihan korban bakaran itu hendaklah korban karena dosapun disembelihkan, di hadapan hadirat Tuhan, ia itulah kesucian segala kesucian adanya.

Imamat 2:11 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Imamat 2:11 (IDN) »
Janganlah barang suatu persembahan makanan yang kamu persembahkan kepada Tuhan itu diperbuat berkhamir, karena baik khamir baik air madu, janganlah kamu bakar dia akan persembahan api kepada Tuhan.

Imamat 2:3 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Imamat 2:3 (IDN) »
Maka barang yang tinggal dari pada persembahan makanan itu menjadi bahagian Harun dan anak-anaknya, ia itulah kesucian segala kesucian dari pada segala persembahan api kepada Tuhan.

IDN Pilih kitab dalam Alkitab