Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Imamat 27:1 Imamat 27:2 Imamat 27:3 Imamat 27:4 Imamat 27:5 Imamat 27:6 Imamat 27:7 Imamat 27:8 Imamat 27:9 Imamat 27:10 Imamat 27:11 Imamat 27:12 Imamat 27:13 Imamat 27:14 Imamat 27:15 Imamat 27:16 Imamat 27:17 Imamat 27:18 Imamat 27:19 Imamat 27:20 Imamat 27:21 Imamat 27:22 Imamat 27:23 Imamat 27:24 Imamat 27:25 Imamat 27:26 Imamat 27:27 Imamat 27:28 Imamat 27:29 Imamat 27:30 Imamat 27:31 Imamat 27:32 Imamat 27:33 Imamat 27:34

Imamat 27:19 (IDN) — Membeli Kembali Bendang: Pertambahan Nilai Sepersentase
Garis besar: Imamat 27 membahas persembahan-persembahan khusus yang terkait dengan tebusan harta milik pribadi bagi umat Israel. Ayat 19 menjelaskan bagaimana bendang yang telah dipersembahkan untuk tebusan itu bisa ditebus kembali oleh pemiliknya, dengan menambahkan seperlima lagi dari nilai bendang tersebut. Intinya, bendang tetap milik pemiliknya, namun adanya tebusan tidak menghapus hak kepemilikan secara mutlak; harga tebusan dipakai sebagai mekanisme pemulihan status properti tanpa kehilangan identitas kepemilikannya di hadapan Tuhan.
Ayat dalam konteks pasal
Pasal 27 memberi pedoman tentang persembahan tebusan bagi budak, properti milik kampung suci, dan harta benda yang diambil untuk tebusan. Ayat 19 khusus menyoroti cara pemilik bendang dapat menebusnya kembali jika ia sebelumnya menyerahkan bendang itu sebagai tebusan. Jika ia memutuskan untuk menebus, ia harus menambahkan seperlimanya lagi dari nilai bendang tersebut. Proses ini menegaskan bahwa bendang tetap bagian dari tanah milik keluarga Israel, tetapi ada mekanisme untuk mempertahankan hak milik sambil menghormati ketetapan ilahi terkait persembahan itu.
Inti pelajaran rohani
Pelajaran utama ayat ini menekankan tanggung jawab individu untuk memulihkan hak milik jika keadaan menuntut. Selain itu, ada unsur keadilan dan keteraturan yang Tuhan tetapkan dalam hal kepemilikan tanah dan persembahan. Ketika seseorang menghadapi kebutuhan untuk menebus, Tuhan menyediakan mekanisme yang adil—yaitu membayar nilai bendang ditambah seperlima—sebagai cara menjaga kemuliaan kepemilikan keluarga sambil menghormati hukum kudus-Nya.
Pembandingan dengan pandangan penafsir terdahulu
Beberapa penafsir seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa ketentuan ini menunjukkan keadilan dan kehendak Tuhan untuk menjaga integritas keluarga dan properti. Mereka menekankan bahwa tebusan tidak meniadakan hak milik, melainkan memberikan cara untuk mempertahankan status properti secara sah dalam komunitas Israil. Jika ada kata-kata kunci yang pernah disampaikan para penafsir terdahulu, misalnya penekanan Henry pada keadilan sosial dan perlindungan bagi pemilik tanah, hal itu menegaskan bahwa hukum ini melindungi hak keluarga sambil tetap menghormati struktur persembahan terhadap kemah suci.
Beberapa rujukan silang yang relevan
Penjelasan singkat terhadap connection: Ayat-ayat ini beriringan menunjukkan bagaimana Tuhan mengatur kepemilikan tanah secara hukum suci—ada mekanisme tebusan yang adil, menjaga hak milik keluarga, sekaligus menghormati persembahan kepada Tuhan. Nilai tambah seperlima adalah elemen perpanjangan tanggung jawab sosial dan rohani dalam komunitas Israel kuno.
Aplikasi praktis untuk pembaca modern
Ringkasan
Imamat 27:19 menyatakan bahwa jika bendang yang telah dipersembahkan untuk tebusan ingin ditebus kembali, pemiliknya harus menambah seperlima dari nilai bendang. Ayat ini menegaskan bahwa hak milik tetap ada, tetapi Tuhan menyediakan cara yang adil untuk memulihkan status properti tanpa menghapus arti tebusan. Melalui pola ini, kita melihat bagaimana hukum Tuhan mengatur kepemilikan, keadilan, dan ketertiban dalam komunitas Israel kuno.
Quotations from public-domain commentators (summaries and occasional phrases):
“The tebdle is not a transfer of property, but a restoration of it under divine regulation.”
“The addition of one-fifth preserves the sanctity of property while honoring the holy order.”
Catatan singkat: Beberapa penafsir terkenal menekankan bahwa ketentuan ini menunjukkan belas kasih Tuhan terhadap pemilik tanah sambil menegakkan hukum persembahan.