Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiEster 2:7 Tafsiran ayat Alkitab
Ester 2:7 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka ialah bapa angkat Hadasa, yaitu Ester, anak perempuan mamaknya, karena anak itupun tiada lagi beribu bapa, dan lagi anak dara itu cantik rupanya dan elok parasnya, maka pada masa mati ibu bapanya diangkat Mordekhai anak akan dia.
Ester 2:7 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Ester 2:7 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Ester 2:15 (IDN) »
Maka apabila sampailah giliran Ester, anak Abikhail, mamak Mordekhai, yang sudah mengangkat anak akan dia, bahwa iapun masuk menghadap baginda, maka satupun tiada dikehendakinya melainkan barang yang dikatakan oleh Hejai, sida-sida baginda, yang menunggui segala perempuan itu, maka Esterpun berkenan kepada pemandangan segala orang yang melihat dia.

Efesus 6:4 (IDN) »
Hai segala bapa, jangan kamu menggusari anak-anakmu, melainkan peliharalah mereka itu dengan pengajaran yang sopan dan nasehat Tuhan.

Kejadian 48:5 (IDN) »
Maka sekarang kedua anakmu, yaitu Efrayim dan Manasye, yang diperanakkan bagimu di tanah Mesir dahulu dari pada datangku kepadamu ke Mesir ini, akulah yang empunya dia, yaitu seperti Rubin dan Simeon aku empunya dia;
Ester 2:7 (IDN)
“Maka ialah bapa angkat Hadasa, yaitu Ester, anak perempuan mamaknya, karena anak itupun tiada lagi beribu bapa, dan lagi anak dara itu cantik rupanya dan elok parasnya, maka pada masa mati ibu bapanya diangkat Mordekhai anak akan dia.”
Setting segera teks
Ayat ini muncul dalam kisah pemilihan ratu kerajaan Persia pada zaman Ezra/Esther. Mordekhai, cucu Semekah, memiliki peran penting sebagai anggota keluarga Mamaka yang mengangkat Ester, anak perempuan mamaknya. Ketika orangtuanya meninggal, Mordekhai mengambil tanggung jawab terhadap Ester, menjadikannya figur pelindung dan pendamping sejak masa muda.
Apa yang diajarkan teks tentang Allah atau iman
Meski tidak menyinggung nama Allah secara eksplisit, narasi menunjukkan pemeliharaan Allah yang bekerja melalui peristiwa manusia. Di balik pengangkatan Ester dan kebaikan Mordekhai, ada nuansa providensi ilahi: kehendak Allah menyiapkan seorang yang akan memainkan peran penting dalam rencana menyelamatkan bangsa pada akhirnya. Ketergantungan Ester pada bimbingan Mordekhai dan pengikutannya terhadap norma-norma kerajaan memperlihatkan bagaimana hikmat Allah bekerja melalui tata kelola dunia manusia.
Kata-kata kunci dan gambaran penting
Cross-references yang relevan
- Keberanian dan perlindungan Allah melalui figur manusia: Kisah haparan seperti pemeliharaan perempuan muda di sekeliling rencana Allah. Dalam konteks Ester, Mordekhai menjadi pembimbing setia yang menyiapkan Ester untuk peran penting di rencana keselamatan bangsanya. (Bandingkan dengan kisah Samuel di bawah Naaman atau Elkanah; di mana tokoh manusia dipakai sebagai alat providensi Allah.)
- Penunjukan peran gereja/umat Tuhan melalui keluarga dan komunitas: Seperti bagaimana gereja komunitas sering menumbuhkan pemimpin melalui bimbingan orang tua rohani, figur Mordekhai mewakili otoritas keluarga yang membentuk identitas Ester.
- Pentingnya kepatuhan terhadap otoritas yang sah: Ester masuk ke dalam rencana kerajaan melalui tata krama dan nasihat Mordekhai, mengingatkan kita bahwa menjalankan kehendak Allah bisa melalui langkah-langkah yang disetujui otoritas manusia di atas.
Pernyataan ringkas tentang iman bagi masa kini
Kisah ini menegaskan dua hal: Allah bekerja melalui manusia dengan peran dan tanggung jawab mereka, dan kepatuhan pada figur otoritas yang bijak dapat menjadi pintu masuk bagi rencana Allah yang lebih besar. Bagi orang percaya, kita diajak melihat bagaimana pemeliharaan-Nya sering kali beroperasi lewat hubungan keluarga, mentor rohani, dan tekun dalam menjalankan tugas yang dipercayakan, meski keadaan pribadi kita berada dalam kehilangan atau kesulitan.
Penafsiran singkat dari para komentator abad dulu menyoroti bagaimana Mordekhai berfungsi sebagai figur pelindung dan agen inisiatif penyelamatan. Mereka menekankan bahwa karya Allah sering tampak melalui pilihan manusia yang setia dan bertanggung jawab dalam situasi kritis.
Kesimpulan praktis
Renungkan peran-peran kecil yang dipercayakan Allah melalui orang-orang di sekitar kita. Hormati otoritas yang bijak, jalani tanggung jawab keluarga dengan setia, dan siapkan diri untuk melayani rencana besar-Nya meski langkah pertama terasa sederhana atau tidak menonjol.