Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiEster 2:5 Tafsiran ayat Alkitab
Ester 2:5 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Hata, maka di dalam kota Susan itu adalah seorang orang Yahudi, bernama Mordekhai bin Yait bin Simai bin Kisy, seorang orang Benyamin,
Ester 2:5 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Ester 2:5 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

1 Samuel 9:1 (IDN) »
Sebermula, maka adalah seorang dari pada suku Benyamin, namanya Kisy bin Abiel bin Zeror bin Bekhorat bin Afiah, anak seorang orang Benyamin, yang amat hartawan.

2 Samuel 16:5 (IDN) »
Adapun setelah sampai baginda raja Daud ke Bahurim, tiba-tiba keluarlah dari sana seorang laki-laki dari pada bangsa isi rumah Saul, bernama Simai bin Gera, sambil berjalan sambil mengutuki baginda.

Ester 5:1 (IDN) »
Arakian, maka pada hari yang ketiga Esterpun memakailah pakaian kerajaan, lalu ia berdiri di penghadapan sebelah dalam istana baginda tentang dengan istana baginda itu, maka bagindapun bersemayamlah di atas takhta kerajaannya di dalam istana baginda tentang pintu istana itu.
Makna Langsung Ayat Ester 2:5
Ayat ini memperkenalkan Mordekhai, seorang Yahudi yang tinggal di dalam kota Susan, dengan menyebut garis keturunan dan identitasnya secara singkat: dia adalah Mordekhai bin Yait bin Simai bin Kisy, seorang Benyamin. Inti pesannya adalah penegasan identitas leluhur dan status bangsawan rohani dalam konteks narasi Ester, menandai bahwa seorang Yahudi dari suku Benyamin berada di pusat latar peristiwa yang akan membangun jalur penyelamatan bagi umat Tuhan di Persia.
Latar belakang kontekstual
Di awal Kitab Ester, bangsa Israel berada di pembuangan di Persia. Mordekhai tinggal di ibu kota yang berfungsi sebagai panggung bagi rencana Allah melalui Ester. Penetapan identitas keluarga (bin Yait, bin Simai, bin Kisy) menggambarkan garis silsilah yang penting bagi penerimaan sosial dan hak waris di komunitas Yahudi di diaspora. Susunan suku dan garis keturunan menegaskan bahwa Mordekhai adalah bagian dari bangsa perjanjian meski hidup di tanah asing.
Observasi interpretatif
Garis tema (singkat)
Lintasan silang dengan bagian lain
Beberapa bagian terkait yang memberi makna kontekstual:
Penafsiran praktis singkat
Kita diajak melihat bahwa identitas kita di hadapan Tuhan tidak hilang karena lingkungan atau keadaan dunia. Allah bekerja melalui orang-orang biasa dengan latar belakang yang nampak biasa-biasa saja, untuk melaksanakan rencana-Nya yang lebih besar. Ketekunan dalam setia kepada Tuhan pada masa sulit bisa menjadi landasan bagi pembebasan yang lebih luas bagi sesama.
Cross-references singkat
Intinya
Ayat Ester 2:5 menegaskan Mordekhai sebagai Yahudi dari suku Benyamin dengan garis keturunan yang jelas. Dalam konteks keseluruhan kitab, hal itu menyiapkan panggung bagi karya Tuhan yang akan melalui Ester dan Mordekhai untuk membebaskan umat-Nya dari ancaman. Identitas rohani lebih penting daripada sekadar status dunia, karena Allah memakai siapapun yang setia kepada-Nya.
Catatan kutipan langka (tanpa pengutipan penuh): Tidak ada kutipan panjang langsung yang diperlukan dari penafsir berartikel publik domain pada bagian ini. Namun, unsur pemikiran dari Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke dipadukan secara bersahabat untuk menegaskan tema identitas bangsawan rohani dan tujuan Allah dalam peristiwa sejarah Israel di diaspora.