Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiEster 2:9 Tafsiran ayat Alkitab
Ester 2:9 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka berkenanlah anak dara itu kepada matanya, sehingga diperolehnya keridlaan di hadapannya, maka sebab itu dengan segera juga diberikannya perlulutannya kepadanya dan bahagian yang ditentukan kepadanya dan lagi tujuh orang dayang-dayang yang layak dari dalam istana baginda, maka dipindahkannya dia serta segala dayang-dayangnya ke dalam tempat maligai yang terbaik.
Ester 2:9 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Ester 2:9 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Kejadian 39:21 (IDN) »
Tetapi disertai Tuhan akan Yusuf dan ditunjuknya kasihnya akan dia dan diadakannya bahwa Yusuf mendapat kasihan dari pada penghulu penjara itu.

Ester 2:12 (IDN) »
Bermula, apabila sampailah giliran masing-masing anak dara akan masuk menghadap baginda raja Ahasyweros, setelah sudah dua belas bulan lamanya dibuat padanya seperti adat dalam maligai itu, karena baharu genaplah segala hari perlulutannya setelah sudah enam bulan lamanya diperlulut dengan minyak mur dan enam bulan lamanya dengan bau-bauan dan pelbagai perlulutan perempuan itu.

Ester 2:3 (IDN) »
Hendaklah kiranya tuanku memberi titah kepada orang besar-besar dalam segala negeri kerajaan tuanku, supaya dihimpunkannya kepada tuanku segala perempuan muda, yaitu anak dara yang elok parasnya, ke dalam kota Susan dan ke dalam maligai, di bawah perintah Hejai, sida-sida tuanku, yang menunggui segala perempuan, dan hendaklah diberikan perlulutannya kepadanya.
Mengapa Ester 2:9 penting bagi pembacaan kita
Ayat ini menegaskan bagaimana rencana Allah bekerja melalui pilihan manusia dan bagaimana kebaikan-Nya terlihat dalam tindakan persetujuan dan pemulihan. Dalam konteks Ester 2, kita melihat persiapan Esther untuk peran pentingnya sebagai perantara bagi bangsa Israel. Ayat ini menunjukkan bahwa keputusan manusia—dalam hal ini, raja Ahasyweros yang memerintahkan pemilihan para dara—tidak menghalangi penyataan kuasa Allah yang melalui proses-proses nyata membentuk ketaatan dan penyelamatan umat-Nya. Ketertarikan dan keridlaan raja terhadap Esther membuka jalan bagi rencana keselamatan yang lebih besar.
Latar belakang asli konteksnya
Setelah pembuangan, bangsa Israel berada di bawah kekuasaan Persia. Ratu-wanita sebelumnya tidak lagi relevan, sehingga raja mengadakan pemilihan dara-dara yang tidak tinggal di istana biasa. “Anak dara itu” yang berkenan di mata raja, mendapat perlulutan, bagian tertentu, dan tujuh dayang-dayang dari istana. Proses ini menunjukkan bagaimana Esther dipilih bukan karena gimmick duniawi semata, melainkan karena dipakai Tuhan untuk peran penting dalam rencana-Nya. Perlu dicatat bahwa letak kekuasaan di tangan raja menandai bagaimana realitas dunia Persia memfasilitasi maksud surgawi tanpa meluntur tanggung jawab iman Esther.
Ayat ini menekankan tiga unsur utama: (1) kasih sayang dan keramahan raja yang menaruh kepercayaan pada Ester, (2) pemeliharaan identitas dan perlindungan bagi calon permaisuri, serta (3) persiapan praktis yang diperlukan untuk pelaksanaan tugas penting di masa depan. Intinya, Allah bekerja melalui jalur manusiawi dan fasilitas kebijakan istana untuk menyiapkan pemimpin yang akan memikul beban umat pada waktunya.
- Ulangan 32:8-9: Allah menyeimbangkan kuasa manusia dengan milik-Nya atas bangsa-bangsa, menempatkan pewaris-pemimpin dalam konteks tertentu untuk maksud-Nya. Penekanan pada kedaulatan ilahi di balik tata kelola manusia.
- Amsal 16:9: “Hati manusia merencanakan jalan, tetapi Tuhan yang menentukan langkahnya.” Ini sejalan dengan kenyataan bahwa Esther mempersiapkan dirinya, namun rencana Allah-lah yang akhirnya menentukan arah sejarah keselamatan.
- Kisah 9:15-16: Peranan pemimpin yang dipakai Allah untuk mempertahankan umat-Nya melalui periode krisis, mirip cara Esther dipersiapkan untuk tugasnya nanti.
Ayat ini mengajak kita mensyukuri bagaimana Allah bisa memakai peluang-peluang duniawi untuk tujuan-Nya yang kekal. Ketika kita berada dalam posisi yang tampaknya sekadar urusan istana atau rutinitas harian, kita diajak percaya bahwa Allah sedang membentuk peran kita untuk karya yang lebih besar. Kita dipanggil mengutamakan integritas, kebijaksanaan, dan ketaatan, sambil menyadari bahwa rancangan-Nya sering berkembang melalui proses-proses yang tampak biasa.
Matthew Henry menekankan bahwa perlulutan dan pemindahan Esther menunjukkan bagaimana kasih karunia Allah bekerja melalui situasi aman bagi peran yang akan dia mainkan. Albert Barnes menyoroti bahwa raja memberi perlulutan sebagai tanda persetujuan dan tanda naiknya Esther ke dalam kedudukan yang akan membawa manfaat bagi bangsanya. Adam Clarke menekankan bahwa keakraban Esther dengan istana memposisikannya untuk menjadi mediator bagi umat Allah pada waktu krisis.
Ketika kita membaca tentang Esther yang diperlakukan dengan keridlaan di hadapannya, kita diajak memeriksa bagaimana kita sendiri menanggapi kesempatan-kesempatan yang tampak sederhana. Apakah kita siap menerima peran kecil yang bisa menjadi jembatan bagi kebaikan yang lebih besar? Doakan agar Allah membentuk hati kita untuk menyeimbangkan kebijaksanaan, kasih, dan kepatuhan dalam setiap langkah hidup kita.