Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiEster 2:23 Tafsiran ayat Alkitab
Ester 2:23 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka apabila diselidik hal itu didapatinya benarlah demikian, lalu kedua orang itupun digantungkan pada kayu, maka disuratkan perkara itu dalam kitab tawarikh di hadapan hadirat baginda.
Ester 2:23 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Ester 2:23 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Kejadian 40:22 (IDN) »
Tetapi penghulu penjawat santapan itu digantungkannya, seperti yang telah ditabirkan oleh Yusuf kepada mereka itu.

Kejadian 40:19 (IDN) »
Dalam tiga hari ini Firaun akan mengangkatkan kepalamu, digantungkannya tubuhmu pada sebatang kayu dan segala unggaspun akan datang memakan dagingmu dari tubuhmu.

Ester 10:2 (IDN) »
Adapun segala perbuatan kuat kuasanya dan jumlah kebesaran Mordekhai, yang telah dibesarkan oleh baginda itu, bukankah sekalian itu tersurat dalam kitab tawarikh raja-raja Medi dan Farsi?
Ester 2:23 (IDN)
Setting seketika sebelum penghakiman atas Haman: Mordekai telah menyingkap rencana jahat terhadap bangsa Yahudi, dan raja Ahasywerosh telah memperoleh kebenaran dari putting the matter in writing in the royal records. Ayat ini menuntun pembaca pada keadilan Allah yang bekerja melalui urusan manusia, meski terkadang melalui kebetulan atau prosedur resmi kerajaan.
Makna utama teks
Ayat ini menegaskan bahwa kecurangan Mordekai terhadap rencana Haman tidak dapat bersembunyi; ketika pengaduan diselidiki, kebenaran terungkap, dan hukuman pun dijatuhkan. Allah tidak selalu tampak secara langsung di permukaan, tetapi Dia membimbing peristiwa-peristiwa melalui kerja-kerja manusia, pemerintahan, dan catatan-catatan resmi di hadapan penguasa dunia. Namun, kisah ini juga menunjukkan bagaimana peristiwa sejarah, meskipun tampak sekadar prosedur hukum, dipakai Allah untuk mewujudkan perlindungan bagi umat-Nya.
Gambaran tentang Tuhan dan iman
Melalui catatan kerajaan, kita melihat iman yang tidak selalu eksplisit dalam mukjizat, melainkan kepercayaan bahwa Allah bertindak dalam urusan manusia. Allah memakai sistem, hukum, dan arsip kerajaan untuk mengungkap kebenaran dan membalikkan rencana jahat. Keyakinan ini mendorong umat percaya untuk tetap setia, meski cara-Nya sering tak langsung dan melalui peristiwa duniawi yang tampak sekadar kewajiban administrasi.
Istilah penting dan gambaran gambar
Beberapa kata kunci: diselidiki, benarlah demikian, digantungkan pada kayu, kitab tawarikh. “Diselidik” menekankan proses penyelidikan yang teliti, bukan sekadar penilaian sepihak. “Dibuktikan benar” menegaskan bahwa kebenaran akhirnya terungkap melalui pemeriksaan fakta. “Tawarikh” adalah catatan resmi yang memberi bobot hukum atas tindakan raja. Gambar hukum dan sejarah di sini mengilustrasikan bagaimana Allah bekerja melalui arus kekuasaan manusia untuk menegakkan keadilan.
Cross-reference singkat
Aplikasi bagi hidup kita sekarang
Dalam dunia yang dipenuhi politik, hukum, dan administrasi, kita diajak percaya bahwa Allah mengatur kisah umat-Nya melalui peristiwa manusiawi. Ketika kita menghadapi ketidakpastian, kita dapat mengandalkan bahwa Allah tetap berdaulat, bahkan melalui prosedur formal, catatan publik, dan keputusan yang tampak berwibawa. Hidup kita tidak bergantung pada satu momen wahyu saja, tetapi pada keseimbangan antara ketaatan, kesabaran, dan iman bahwa Allah bekerja lewat jalur-jalur yang tak selalu jelas.
Konteks literer dan pandangan penafsir terkemuka
Rujukan singkat dari para penafsir PD: Fordm Henry, Barnes, dan Clarke menekankan bahwa Allah bekerja melalui kejadian duniawi untuk melengkungkan rencana-Nya. Kutipan singkat (tanpa menyalin teks lengkap) menegaskan bahwa catatan pemerintahan dan hukum dapat menjadi wahana bagi pelaksanaan keadilan ilahi, meskipun tampak dalam bingkai sekuler.
Rangkaian ayat ini menyiapkan pembacaan lanjutan: bagaimana Ester dan Mordekai memanfaatkan peluang yang diberikan oleh raja untuk melindungi umatnya, menunjukkan keberanian iman yang percaya bahwa Allah mengarahkan setiap langkah, bahkan melalui catatan-riwayat kerajaan.