Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiEster 2:3 Tafsiran ayat Alkitab
Ester 2:3 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Hendaklah kiranya tuanku memberi titah kepada orang besar-besar dalam segala negeri kerajaan tuanku, supaya dihimpunkannya kepada tuanku segala perempuan muda, yaitu anak dara yang elok parasnya, ke dalam kota Susan dan ke dalam maligai, di bawah perintah Hejai, sida-sida tuanku, yang menunggui segala perempuan, dan hendaklah diberikan perlulutannya kepadanya.
Ester 2:3 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Ester 2:3 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Ester 1:1 (IDN) »
Sebermula, maka pada sekali peristiwa, pada zaman raja Ahasyweros, ia itu Ahasyweros yang kerajaan dari pada Hindi sampai ke tanah Kusy atas seratus dua puluh tujuh bahagian tanah,

Ester 2:8 (IDN) »
Hata, setelah termasyhurlah titah baginda dan hukum itu dan beberapa berapa anak darapun sudah dihimpunkan di dalam kota Susan di bawah perintah Hejai, maka Esterpun dibawa masuk ke dalam istana baginda di bawah perintah Hejai, penunggu segala perempuan itu.

Ester 2:12 (IDN) »
Bermula, apabila sampailah giliran masing-masing anak dara akan masuk menghadap baginda raja Ahasyweros, setelah sudah dua belas bulan lamanya dibuat padanya seperti adat dalam maligai itu, karena baharu genaplah segala hari perlulutannya setelah sudah enam bulan lamanya diperlulut dengan minyak mur dan enam bulan lamanya dengan bau-bauan dan pelbagai perlulutan perempuan itu.
Ester 2:3 - Pemindahan calon-permaisuri di istana
Ayat ini muncul dalam konteks persiapan raja Ahasyweros (Ahasuerus) untuk mencari istri bagi istana. Setelah peristiwa kehilangan Dewi Ester, raja memerintah agar segala perempuan muda di kerajaan dibawa ke kota Susan untuk diawasi dan dinilai oleh Hegai, kepala raja-raja perempuan, dan para pengurus istana. Tujuan titah ini adalah menemukan seorang istri yang pantas bagi raja, bukan sekadar hiburan. Ayat ini menekankan proses administrasi istana dan standar kecantikan luar yang menjadi bagian dari rencana politik dan sosial kerajaan.
Makna pokok ayat
Ayat ini menjelaskan pelaksanaan kebijakan raja untuk mengumpulkan anak dara dari seluruh negeri dan menempatkan mereka di fasilitas istana di bawah pengawasan seorang pejabat yang berwenang. Penekanan tidak semata pada kecantikan fisik, melainkan pada penataan istana dan kepatuhan di bawah hierarki raja. Proses ini mencerminkan budaya kerajaan Persia kuno di mana perempuan muda disediakan untuk tujuan pernikahan bagi raja, dengan advokasi pejabat istana seperti Hegai sebagai administrator fasilitas tersebut.
Tema utama
Akar-akar teologi dan relevansi teologis
Versi budaya ini menyingkap bagaimana raja berperan sebagai pusat stabilitas kerajaan, sementara Tuhan sering bekerja melalui tindakan manusia-normalisasi rencana-Nya di balik peristiwa duniawi. Pembaca dapat melihat bahwa Tuhan bekerja dalam detail-detail sejarah meskipun tidak langsung disebutkan dalam teks ini. Dalam konteks Esther secara keseluruhan, rencana-Nya terungkap melalui kebijaksanaan dan keberanian Ester serta kedaulatan-Nya atas jalannya peristiwa.
Ayat terkait
Beberapa bagian yang menyoroti tema pengangkutan, persiapan, dan penunjukan permaisuri: beberapa ayat di Kitab Ester yang menegaskan peran Hegai sebagai pengurus, serta bagaimana Esther kemudian masuk ke dalam rencana keselamatan umat Israel. Perhatikan bagaimana proses penilaian dan pemulihan identitas wanita muda di istana menjadi konteks untuk pengungkapan kedaulatan Allah lewat Ester.
Aplikasi praktis
Ayat ini mengingatkan kita tentang bagaimana manusia sering terlibat dalam rencana besar yang melibatkan kebijakan publik, administrasi, dan persiapan pribadi. Dalam karya Allah yang lebih luas, keberanian individu dapat muncul di tengah sistem yang besar dan kompleks. Pelajaran praktisnya: keandalan, ketaatan pada pemimpin yang sah, dan pengelolaan niat hati di balik tindakan duniawi dapat membawa berkat bagi komunitas ketika dipakai oleh Allah untuk tujuan-Nya.
Cross-references dan hubungan singkat
Inti pesan ayat ini adalah gambaran tentang bagaimana rencana kerajaan disusun melalui administrasi istana dan bagaimana tokoh-tokoh seperti Hegai memainkan peran penting dalam persiapan dan penataan. Allah bekerja lewat proses manusiawi ini untuk membentuk arah sejarah yang lebih besar.
Ringkasan: Ester 2:3 menyoroti mekanisme persiapan raja untuk menemukan permaisuri melalui pengumpulan dan pengawasan di istana, menegaskan peran struktur kekuasaan dan administrasi dalam rencana kerajaan. Meski tidak menekankan identitas ilahi secara eksplisit, teks ini membangun konteks bagi intervensi Allah yang lebih besar dalam kisah Ester dan umat-Nya.