Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiEster 2:15 Tafsiran ayat Alkitab
Ester 2:15 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka apabila sampailah giliran Ester, anak Abikhail, mamak Mordekhai, yang sudah mengangkat anak akan dia, bahwa iapun masuk menghadap baginda, maka satupun tiada dikehendakinya melainkan barang yang dikatakan oleh Hejai, sida-sida baginda, yang menunggui segala perempuan itu, maka Esterpun berkenan kepada pemandangan segala orang yang melihat dia.
Ester 2:15 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Ester 2:15 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Ester 2:3 (IDN) »
Hendaklah kiranya tuanku memberi titah kepada orang besar-besar dalam segala negeri kerajaan tuanku, supaya dihimpunkannya kepada tuanku segala perempuan muda, yaitu anak dara yang elok parasnya, ke dalam kota Susan dan ke dalam maligai, di bawah perintah Hejai, sida-sida tuanku, yang menunggui segala perempuan, dan hendaklah diberikan perlulutannya kepadanya.

Kidung Agung 6:9 (IDN) »
Tetapi seorang jua merpatiku dan kesempurnaanku, ialah anak tunggal kepada ibunya, penyuci perut orang yang telah memperanakkan dia; segala anak dara yang melihat dia itu mengatakan dia berbahagia, dan segala isteri aji dan gundikpun memuji-muji dia.

Ester 9:29 (IDN) »
Kemudian dari pada itu disuratkan pula oleh permaisuri Ester, anak Abikhail, dan oleh Mordekhai, orang Yahudi itu, dengan sekuat kuasanya, supaya diturut oranglah dengan rajin akan bunyi surat dari hal Purim itu.
Tes Ester 2:15 (IDN)
Ayat ini berada dalam konteks persiapan Ester untuk menghadapi istana Persia sebagai calon permaisuri. Setelah raja Ahasyair mengeluarkan perintah untuk memilih gadis-gadis cantik dari seluruh negeri, Ester—sebagai permaisuri yang terpilih di antara para gadis—berjalan dalam kehendak Mordekhai dan takhta Allah yang membentuk rencana besar untuk bangsanya. Ayat ini menekankan bahwa Ester, setelah akhirnya dipanggil masuk ke hadapan raja, mendapat pandangan yang menyenangkan dari semua yang melihatnya, karena ia mengikuti arahan Hegai pelayan istana dan menjaga sikap yang sopan serta berkenan di mata semua orang di istana.
Ayat ini menyoroti ketaatan Ester pada proses seleksi istana dan caranya menanggapi arahan, sehingga ia memperoleh perkenan di hadapan raja. Keberhasilannya bukan semata karena kecantikan fisik, melainkan karena bagaimana ia mempertahankan sikap rendah hati, disiplin, dan percaya pada penyelenggaraan Allah melalui otoritas manusia yang ada.
Ada pemandangan bahwa ketika seseorang taat pada arahan Allah melalui otoritas manusia yang berkenan di hadapan-Nya, Dia dapat membukakan pintu-pintu peluang yang diperlukan untuk misi-Nya. Dalam catatan para komentator publik-domain, Ester dipandang sebagai contoh bagaimana integritas dan kebijakan diri berperan dalam menemukan jalur keselamatan bagi bangsanya melalui rencana istana.
Beberapa lintasan relevan untuk memperluas pemahaman:
Melalui kisah Ester, kita dipanggil untuk melihat bagaimana ketaatan kecil pada langkah-langkah Allah dalam kehidupan sehari-hari dapat mempersiapkan panggung bagi pekerjaan-Nya yang lebih besar. Ketika kita memanfaatkan peluang dengan integritas, kita tidak hanya memajukan diri sendiri, tetapi juga menyaksikan bagaimana Allah memegang kendali atas hikayat hidup kita.
Ester 2:15 menegaskan bahwa Ester, dengan ketaatan pada pemimpin istana dan sikap yang berkenan di semua orang, memasuki bab baru dalam rencana keselamatan bangsanya. Ini menyiapkan konteks bagi peran Ester yang kemudian Allah pakai untuk menyelamatkan umat-Nya melalui keberanian dan hikmatnya.
Catatan singkat tentang pandangan para penafsir publik-domain: para komentator seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menyoroti bagaimana ketaatan dan kebijaksanaan Ester membawa kepercayaan Allah ke dalam tindakan manusia di lingkungan istana. Henry menekankan niat hati yang lembut dan kepatuhan; Barnes menegaskan peranan hukum dan tatanan dalam persiapan Esther; Clarke menolong pembaca melihat bagaimana Allah bekerja melalui peristiwa sehari-hari untuk tujuan-Nya yang lebih besar.