Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiEster 2:22 Tafsiran ayat Alkitab
Ester 2:22 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka ketahuanlah perkara ini kepada Mordekhai, lalu diberinya tahu permaisuri Ester, dan Esterpun mempersembahkan hal itu kepada baginda atas nama Mordekhai.
Ester 2:22 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Ester 2:22 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Ester 6:1 (IDN) »
Hata, pada malam itu juga lenyaplah pengantuk dari pada baginda, maka dititah baginda bawa hadir akan kitab tadzkirat, yaitu tawarikh, lalu ia itu dibacakan di hadapan hadirat baginda.

Pengkhotbah 10:20 (IDN) »
Janganlah engkau mengutuki raja, jikalau di dalam tempat tidurmu sekalipun, dan janganlah engkau mengutuki orang yang berkuasa, jikalau di dalam bilikmu bersekat sekalipun, kalau-kalau burung di udara membawa akan bunyi suaramu, dan unggaspun memberitahu perkataanmu kelak.

Kisah Para Rasul 23:12 (IDN) »
Setelah siang hari maka orang Yahudi itu pun bersepakatlah menjunjung sumpah mengatakan, bahwa tiada mereka itu mau makan atau minum sehingga sampai Paulus dibunuhnya.
Gambaran Umum Ayat Ester 2:22
Ayat ini melanjutkan kisah Mordekhai yang menjaga terang-hati antara kerajaan dan keselamatan rencana Tuhan melalui Ester. Ketika peristiwa yang mengungkap rencana jahat di balik layar istana terkuak, Mordekhai mendapat mengingatkan Ester sehingga ia dapat mengambil tindakan yang tepat atas namanya sendiri dan atas nama Mordekhai. Ayat ini menekankan pentingnya loyalitas, kebijaksanaan dalam menghadapi situasi politis, dan bagaimana Allah sering bekerja melalui pilihan manusia yang setia.
Isi ayat dalam konteks pasal
Pasal 2 mencatat pilihan Mordekhai untuk menjaga ketertiban dan memastikan keamanan raja. Ketidaktaatan halus bisa membawa kehancuran, tetapi kesetiaan yang penuh hikmat dapat menyelamatkan. Ketika Mordekhai menyimpan rahasia rencana gadis-gadis yang akan menjadi ratu, kecurigaan akhirnya terungkap melalui pengungkapan Ester atas nama Mordekhai. Ayat ini menyoroti kolaborasi antara dua tokoh utama: Mordekhai sebagai penasehat yang berdedikasi dan Ester sebagai perantara yang bertepatan dengan kehendak ilahi melalui tindakannya yang berani.
Pelajaran rohani utama
Perbandingan dengan bagian Alkitab lain
Beberapa bagian Alkitab menyoroti tema serupa tentang penyampaian kebenaran pada saat kritis:
Aplikasi praktis
Dalam menghadapi situasi sensitif, kita diajak untuk:
Referensi silang singkat
Beberapa rujukan yang relevan secara pengajaran antara lain:
Intisari ringkas
Ayat Ester 2:22 menegaskan bahwa kebenaran yang disampaikan pada waktu yang tepat, melalui jalan yang bijaksana, dapat memicu penyelamatan dan membuka jalur bagi rencana Allah. Mordekhai dan Ester memperlihatkan bagaimana loyalitas yang berhikmat membentuk jalur kebebasan bangsanya, dan bagaimana Allah bekerja melalui manusia yang setia untuk membawa tujuan-Nya ke permukaan.
Catatan singkat tentang sumber refleksi klasik: para komentator publik-domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan pentingnya tindakan berani dengan hikmat, serta peran kebenaran dalam menghadapi tantangan istana. Sambil merangkum, kita menegaskan bahwa keputusan Ester di atas nama Mordekhai adalah contoh bagaimana kerajaan Allah bekerja melalui etika publik yang rendah hati dan tekun.