Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiEster 6:1 Tafsiran ayat Alkitab
Ester 6:1 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Hata, pada malam itu juga lenyaplah pengantuk dari pada baginda, maka dititah baginda bawa hadir akan kitab tadzkirat, yaitu tawarikh, lalu ia itu dibacakan di hadapan hadirat baginda.
Ester 6:1 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Ester 6:1 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Daniel 2:1 (IDN) »
Hata, maka pada tahun yang kedua dari pada kerajaan Nebukadnezar bermimpilah baginda Nebukadnezar suatu mimpi yang berkhayal, maka sangat berdebarlah hati baginda, sehingga hilanglah tidur dari padanya.

Daniel 6:18 (IDN) »
(6-19) Setelah itu maka pulanglah baginda ke istananya, lalu berbaring dengan tiada santap barang santapan dan dengan tiada dipetik bunyi-bunyian di hadapannya dan antuknyapun lenyaplah dari padanya.

Ester 2:23 (IDN) »
Maka apabila diselidik hal itu didapatinya benarlah demikian, lalu kedua orang itupun digantungkan pada kayu, maka disuratkan perkara itu dalam kitab tawarikh di hadapan hadirat baginda.
Ester 6:1 (Terjemahan IDN)
Ayat ini menggambarkan Allah yang bekerja secara tak terlihat untuk memberi kesempatan bagi Est'her dan Mordekhai. Pada malam itu juga lenyaplah pengantuk dari baginda Ahasyweros, sehingga ia diperintahkan untuk membacakan kitab catatan peringatan dan sejarah bangsanya. Di balik kejadian sederhana ini tersembunyi pelajaran tentang kemurahan Tuhan yang mengatur waktu-waktu bersejarah bagi umat-Nya, meski lewat kejadian yang tampak kebetulan atau tidak penting bagi manusia.
Pemahaman Ayat dalam konteks pasal
Pasal 6 menyoroti dua tema utama: kebesaran Tuhan yang mengatur masa dan peran manusia yang tampak kecil. Ketika baginda raja tidak bisa tidur, Tuhan menyiapkan cara bagi Mordekhai untuk memperoleh pengakuan yang akhirnya menyelamatkan bangsanya. Ayat ini menunjukkan bahwa ketidaksengajaan manusia bisa menjadi sarana penyelamatan ilahi. Bacaan malam itu menuntun kita melihat bagaimana catatan-catatan sejarah dan peristiwa masa lalu memiliki relevansi bagi masa kini ketika Allah membuka jalan melalui kejadian-kejadian yang tampaknya sepele.
Pelajaran rohani utama
Refleksi tokoh-tokoh terpercaya (komentar historis)
Para komentator berpendapat bahwa ayat ini menegaskan keajaiban hal-hal kecil yang dipakai Tuhan sebagai alat-Nya. Matthew Henry menekankan bahwa Allah tidak pernah tergesa-gesa, tetapi sering memakai momen-momen kecil untuk membalikkan keadaan besar. Albert Barnes menyoroti bahwa kejadian bacaan kitab pentingnya ketelitian terhadap catatan sejarah sebagai bagian dari keadilan Tuhan. Adam Clarke menambahkan bahwa pengetahuan manusia tentang waktu kadang-kadang terbatas, namun Allah mengatur kronologi demi kebaikan umat-Nya.
Kaitkan dengan bagian-bagian Alkitab lain
Beberapa bagian yang memperkuat tema bahwa Tuhan mengatur kejadian melalui hal-hal kecil antara lain:
Aplikasi praktis
Dimanapun kita berada, kita diajak percaya bahwa Allah mengatur hari-hari kita melalui kejadian-kejadian sehari-hari, meski kita sering tidak menyadarinya. Pelajarannya: waspadai catatan-catatan hidup, ingat bahwa peristiwa kecil bisa menjadi pintu bagi pembebasan atau pemulihan. Berdoa untuk mata rohani agar melihat pekerjaan Allah di balik kejadian yang tampak biasa.
Inti pesan dan rangkuman
Ayat Ester 6:1 menegaskan bahwa dalam malam yang gelap pun, Tuhan tetap memegang kendali waktu dan peristiwa. Ketika pengantuk baginda lenyap, Tuhan membuka pintu bagi Mordekhai melalui pembacaan kitab tadzkirat yang akhirnya mengubah arah rencana jahat Haman menjadi penyelamatan umat. Renungkan bagaimana Allah dapat memakai ingatan masa lalu untuk membangun masa depan yang baru bagi umat-Nya.
Rujukan silang singkat:
Catatan kutipan langsung dari sumber klasik (jika relevan): "Allah tidak pernah lupa nasib umat-Nya, dan masa lampau menyiapkan jalan bagi masa depan" (ringkasan para komentator: Henry, Barnes, Clarke).