Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiEster 6:2 Tafsiran ayat Alkitab
Ester 6:2 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka didapati orang tersebut dalamnya bahwa Mordekhai sudah memberitahu perkara Bijtana dan Teresy, kedua orang penjawat istana baginda dari antara segala penunggu pintu, yang sudah mencahari jalan hendak membunuh baginda raja Ahasyweros.
Ester 6:2 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Ester 6:2 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Ester 2:21 (IDN) »
Bermula, maka pada masa Mordekhai duduk di dalam pintu istana baginda berbangkitlah amarah Bijtan dan Teresy, kedua penjawat baginda dari pada segala penunggu ambang, maka dicaharinya jalan hendak membunuh baginda raja Ahasyweros.
Interpretive Point: Mordekhai mengungkap rencana jahat terhadap raja
Pada Ester 6:2, terungkap bahwa Mordekhai telah memberitahu perkara Bijtana dan Teresy, dua penjaga pintu istana yang berkhidmat di antara para penjaga pintu, tentang upaya pembunuhan terhadap Raja Ahasyweros. Ayat ini menandai momen penting dalam cerita Ester: informasi yang disampaikan Mordekhai berfungsi sebagai pembentuk jalan bagi pembalikan nasib melalui tindakan raja yang tidak disengaja.
Konteks sastra dan alur cerita
Bagian ini berada dalam konteks ke bawah tuduhan dan intrik istana. Setelah Esther menjadi ratu, ancaman terhadap hidup raja muncul lewat rencana Haman. Mordekhai sendiri telah menolak suap dan setia menjaga raja; di sini ia dengan tepat mengungkap penyelundupan rencana pembunuhan itu kepada pihak yang berwenang. Ketelitian Mordekhai dan respons raja yang sedang tertidur dengan nyenyak di atas takhta menyingkap bagaimana nasib bangsa Israel dipertaruhkan di balik permainan politik istana.
Signifikansi teologis
Ayat ini menggarisbawahi tema perlindungan ilahi melalui kebijaksanaan manusia. Tuhan sering bekerja melalui orang percaya yang setia untuk membongkar rencana jahat. Keterlibatan Mordekhai, meski pada saat itu ia tidak mengetahui seluruh rancangan Allah secara eksplisit, menunjukkan bagaimana iman dan ketaatan dapat membawa penyelamatan bagi umat-Nya di tengah keadaan yang tampak rumit dan berbahaya.
Hubungan dengan bagian lain Kitab Ester
Beberapa penafsir melihat bahwa pengungkapan Mordekhai berfungsi sebagai pemicu untuk tindakan tidak langsung raja yang memindahkan posisi Esther ke pusat perhatian lagi, memungkinkan penyelamatan umat Tuhan melalui rencana pembalikan. Dalam ringkasnya, teks ini menyoroti bagaimana kejadian-kejadian politik dapat menjadi wahana bagi rencana ilahi untuk menyelamatkan umat-Nya melalui tindakan manusia yang setia.
Renungan singkat
Kaitan silang (cross-references)
- Kisah Yusuf (perubahan nasib melalui pengungkapan rencana jahat): menunjukkan bagaimana kebenaran dan kebijaksanaan membentuk keselamatan banyak orang.
- 1 Samuel 14:6 (keyakinan bahwa Tuhan bisa melindungi melalui tindakan berani): menggarisbawahi kepercayaan pada perlindungan ilahi meskipun ada ancaman manusia.
- Amsal 15:3 (mata Tuhan melihat segala), menekankan bahwa pengungkapan dan tindakan manusia berada di bawah pengawasan Tuhan.
Catatan kunci dari para penafsir terdahulu
Beberapa komentator Lewat sumber-sumber publik domain menonjolkan bahwa Mordekhai berfungsi sebagai alat Tuhan yang menuntun raja ke pemecahan krisis. Integritas Mordekhai dan respons raja menjadi contoh bagaimana kebijakan publik dan iman pribadi saling berinteraksi dalam membentuk jalannya kisah penyelamatan umat Tuhan. (Kutipan singkat yang relevan secara umum dari penafsir publik domain dapat disebutkan secara ringkas jika ada, tanpa menampilkan teks panjang.)
Kesimpulan singkat
Ayat ini menegaskan bahwa kehadiran orang percaya yang setia dapat menjadi sumber kebenaran yang membebaskan dari ancaman. Informasi yang disampaikan Mordekhai memicu pergeseran nasib raja dan bangsa, menunjukkan bahwa tindakan benar pada waktunya—sekalipun tampak sederhana—dapat membuka jalan bagi pemeliharaan Tuhan atas umat-Nya.