Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia Maleakhi2 Korintus 6:15 Tafsiran ayat Alkitab
2 Korintus 6:15 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Dan pakat apakah yang ada di antara Kristus dengan Belial? Atau apakah bahagian orang beriman dengan yang tiada beriman?
2 Korintus 6:15 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
2 Korintus 6:15 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

1 Raja-raja 18:21 (IDN) »
Setelah itu maka dihampiri Elia kepada segenap orang banyak itu, lalu katanya: Berapa lamakah kamu berjalan pincang dengan ingatan bercabang? Jikalau Tuhan itu Allah, baiklah kamu mengikut Dia, tetapi jikalau kiranya Baal, baiklah kamu mengikut dia? Maka sepatah katapun tiada disahut orang banyak itu akan dia.

1 Korintus 10:20 (IDN) »
Melainkan inilah kataku, bahwa barang yang dipersembahkannya itu dipersembahkannya kepada segala setan, bukannya kepada Allah. Tetapi aku tiada suka kamu bersekutu dengan segala setan itu.

1 Yohanes 5:11 (IDN) »
Maka inilah kesaksiannya: Allah sudah mengaruniakan kita hidup yang kekal, dan hidup itulah di dalam Anak-Nya.
Mengerti Makna 2 Korintus 6:15 (IDN)
Pada ayat ini, Rasul Paulus menanyakan pertanyaan retoris yang menekankan ketidakcocokan antara dua pihak yang saling bertentangan: Kristus dan Belial (yang mewakili kuasa kejahatan), serta antara orang beriman dan orang yang tidak percaya. Pertanyaan-pertanyaan ini menegaskan bahwa hubungan dengan Kristus menggeser seluruh pola hidup, tujuan, dan identitas seseorang. Ayat ini menuntun jemaat Korintus untuk menyadari bahwa pertentangan spiritual tidak bisa disatukan tanpa akibat; dua pihak tidak dapat berbagi bagian yang sama dalam hati dan hidup seseorang.
konteks asli dan pesan pokok
Pada masa koresponden surat kepada jemaat Korintus, umat Kristen di Korintus hidup di tengah budaya pagan dan tekanan sosial yang kuat. Paulus menegaskan bahwa mengikuti Kristus menuntut kemauan untuk meninggalkan cara hidup lama yang berakar pada kegelapan, sekaligus menegaskan keharusan menghindari hubungan yang dapat mencemari kesetiaan kepada Tuhan. Frasa “yang tiada beriman” menegaskan batas antara keselamatan yang diterima melalui iman dan konsekuensi kekal bagi mereka yang menolak iman. Secara teologis, ayat ini menekankan kesetiaan eksklusif umat percaya kepada Kristus dan tidak membenarkan penyertaan prinsip jahat dalam hubungan rohani.
tema utama dan alur teologis
gambaran kompendium dari pandangan para komentator terdahulu
Para komentator klasik menekankan bahwa Paulus mendorong jemaat untuk menilai setiap hubungan menurut kedudukan mereka terhadap Kristus. Mereka melihatnya sebagai ajakan untuk hidup dengan damai di dalam kemurnian rohani dan menjauhi praksis yang berasal dari kejahatan. Meskipun bahasa metaforis, inti pesannya adalah larangan menggabungkan persekutuannya dengan kejahatan atau ajaran yang menyesatkan.
cross-references yang relevan
Beberapa bagian lain menyoroti tema pemisahan rohani dan berelasi dengan Kristus secara eksklusif:
Penjelasan singkat: 2 Korintus 6:14-15 membangun satu rangkaian panduan praktis bagi jemaat agar tidak mengizinkan nilai dunia menumpang dalam iman. Perjalanan iman tidak netral; itu menuntut pilihan yang jelas antara Kristus dan kekerasan spiritual yang menentangnya.
refleksi devosional singkat
Renungkan: apa bagian hidupku yang mungkin tanpa sadari menempatkan nilai-nilai dunia di samping ketaatan kepada Kristus? Adakah hubungan, kebiasaan, atau prioritas yang perlu dipertanyakan kembali agar tidak mengorbankan komitmen kepada Tuhan? Biarlah kasih Kristus membentuk pilihan kita, agar hidup kita menjadi saksi yang konsisten bagi-Nya dalam setiap hubungan dan situasi.
catatan singkat dari para komentator terdahulu
Beberapa catatan ringkas yang relevan:
Versi ini mengulas makna ayat secara holistik: ketegasan iman menuntut pemisahan dari unsur yang menyesatkan, agar hidup berkenan di hadapan Tuhan dan menjadi saksi yang jujur tentang kasih Kristus.