Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia Maleakhi2 Korintus 6:13 Tafsiran ayat Alkitab
2 Korintus 6:13 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Sekarang hendaklah berbalas-balas, (aku berkata seperti kepada anak-anakku): Biarlah kamu juga lapang.
2 Korintus 6:13 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
2 Korintus 6:13 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

3 Yohanes 1:4 (IDN) »
Maka tiada padaku sukacita yang lebih besar daripada ini, mendengarkan anak-anakku berjalan di dalam kebenaran.

2 Raja-raja 13:14 (IDN) »
Bermula, maka pada masa Elisa sakit, yaitu dengan penyakit yang menyebabkan matinya, turunlah Yoas, raja orang Israel, akan melawat dia, maka menangislah baginda di hadapannya serta katanya: Ya bapaku, ya bapaku! rata orang Israel serta dengan orang berkendaraannya.

Mazmur 81:10 (IDN) »
(81-11) Bahwa Akulah Tuhan, Allahmu, yang telah menghantar akan kamu keluar dari negeri Mesir; ngangakanlah mulutmu, maka Aku akan memenuhi dia.
2 Korintus 6:13 (IDN)
Ayat ini menampilkan nasihat Paulus yang penuh kasih kepada jemaat Korintus dengan nada seperti seorang ayah kepada anak-anaknya. Dalam konteks surat kedua kepada jemaat Korintus, Paulus menjawab sikap keras kepala, pertentangan, dan tekanan yang mereka rasakan terhadap pelayaniannya. Dengan lembut namun tegas, ia menegaskan bahwa hubungan rohani antara Rasul dengan jemaat adalah seperti keluarga yang saling membangun dan menuntun satu sama lain menuju kedewasaan dalam iman.
Narasi inti ayat
“Sekarang hendaklah berbalas-balas, (aku berkata seperti kepada anak-anakku): Biarlah kamu juga lapang.” Ayat ini menekankan dua hal utama: kasih persaudaraan yang tulus dan keterbukaan jemaat terhadap dorongan rohani yang membangun. Paulus menggunakan gambaran keluarga untuk menegaskan kedekatan relasi rohani: ia membujuk jemaat agar menyambut nasihat, koreksi, dan pembinaan dengan sikap yang santun, bukan defensif atau keras kepala.
Makna sentral
Tema-tema kunci
Rujukan silang yang relevan
- Keesaan kasih dalam hubungan gereja: 1 Korintus 4:14-15 menjelaskan Paulus sebagai seorang ayah rohani yang menasihati, sehingga jemaat perlu merespons arahannya dengan hormat. - Hubungan anggota tubuh Kristus: Roma 12:4-5 menekankan bahwa kita menjalankan tugas sebagai satu tubuh, sehingga respons terhadap pembinaan menopang kesatuan. - Pertumbuhan dalam iman melalui teguran: Ibrani 12:11 menunjukkan bahwa teguran mempersembahkan buah kedamaian bagi yang dilatih olehnya.
Refleksi praktis
Bayangkan situasi gereja lokal Anda: bagaimana Anda merespons teguran yang datang melalui pengajar, sesama saudara, atau pemimpin jemaat? Latih diri untuk “lapang” dengan menilai pesan itu secara jujur, membedakan antara kelemahan defensif dan kebenaran yang menguatkan iman. Jadikan koreksi sebagai alat kasih Tuhan untuk menata hidup lebih dekat kepada Kristus.
Ringkasan singkat
Ayat ini mengajak jemaat Korintus—dan kita hari ini—untuk menyambut pembinaan rohani dalam semangat keluarga iman. Kasih Paulus sebagai ayah rohani menegaskan bahwa relasi pelayan dan jemaat bukan untuk dominasi, melainkan untuk membangun kedewasaan iman melalui respons yang lapang dan terbuka terhadap teguran yang membentuk karakter Kristus dalam hidup kita.
Catatan penafis lain yang relevan untuk pandangan sistematis: Matthew Henry menyoroti kasih ayah rohani yang berbalas-balas dengan jemaat demi pertumbuhan; Albert Barnes menekankan pentingnya respons akrab dan hormat terhadap pembinaan; Adam Clarke menambahkan nuansa kesederhanaan dalam hubungan rohani yang saling membangun.