Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia Maleakhi2 Korintus 6:1 Tafsiran ayat Alkitab
2 Korintus 6:1 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Tetapi kami yang sama bekerja itu mintalah juga kamu, supaya jangan kamu menerima anugerah Allah dengan sia-sia.
2 Korintus 6:1 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
2 Korintus 6:1 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

1 Korintus 3:9 (IDN) »
Karena kami orang bekerja bersama-sama dengan Allah, maka kamu huma Allah, dan bangunan Allah.

Ibrani 12:15 (IDN) »
Tengokkanlah baik-baik, supaya jangan barang seorang tiada mendapat anugerah Allah, dan jangan barang sesuatu akar yang pahit tumbuh dan mengadakan kesusahan, sehingga orang banyak itu dinajiskan-Nya;

1 Petrus 4:10 (IDN) »
maka sekadar karunia yang ada pada masing-masing, hendaklah melayani di antara kamu sendiri, seperti bendahari yang baik, yang berpegang atas berbagai-bagai anugerah Allah;
Mengapa ayat ini penting
2 Korintus 6:1 menegaskan panggilan gereja untuk bekerja sama dengan Allah dalam karya-Nya, sambil memperingatkan agar kita tidak menerima anugerah Allah dengan sia-sia. Ayat ini mengingatkan bahwa iman bukan sekadar keyakinan pribadi, melainkan partisipasi aktif dalam misi Allah di dunia. Ketika kita menolak respons terhadap anugerah-Nya—dengan tidak hidup konsisten, tidak berbuah, atau tidak mendorong kemuliaan Tuhan—kita membuat anugerah itu tidak efektif bagi diri kita maupun sesama.
Latar belakang konteks asli
Surat 2 Korintus ditulis Paul kepada jemaat di Korintus yang penuh tantangan: perselisihan batin, penentangan terhadap otoritas apostolik, dan godaan hidup nyaman. Paul menegaskan bahwa pekerjaan evangelis dan pelayanan gereja adalah serupa dengan pekerjaan Allah, tanpa mengambil hak milik bagi diri sendiri. Ia menekankan bahwa amanat Allah menuntut respons yang sejajar dengan kasih, kebenaran, dan kemurnian hidup. Ayat ini muncul sebagai ajakan untuk berpartisipasi aktif dalam pekerjaan rohani, bukan sekadar menikmati anugerah secara pasif.
Ayat ini menegaskan dua hal utama:
Beberapa tema kunci yang menguatkan makna ayat ini meliputi:
Beberapa terhubung secara tematik dengan 2 Korintus 6:1:
Alkitab mengundang kita untuk bukan hanya menerima anugerah Allah secara pasif, melainkan untuk menjadi rekan kerja-Nya dalam dunia. Doa kita: “Tuhan, tunjukkan caraku berpartisipasi dalam pekerjaan-Mu hari ini; tolong aku tidak menyia-nyiakan kasih dan panggilan-Mu.” Semoga hidup kita membuktikan bahwa kasih Kristus bekerja melalui kita, menyentuh keluarga, gereja, dan masyarakat luas.
Ringkasan pandangan para penafsir klasik:
Matthew Henry menekankan bahwa pekerjaan bersama Allah menuntut kesungguhan dan kemurnian hidup, sehingga karunia Allah tidak menjadi sia-sia karena kita mengabaikan panggilan-Nya. Albert Barnes menyoroti tanggung jawab rohani untuk menolak kelalaian dalam memakai karunia karunia Tuhan. Adam Clarke mengajarkan bahwa kita tidak boleh menyia-nyiakan kasih Allah dengan hidup menurut prinsip dunia, melainkan hidup sebagai saksi iman yang konsisten. (Quotations are integrated in spirit; exact short quotations are not provided here to preserve originality.)
Beberapa langkah praktis untuk menerapkan ayat ini: