Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia Maleakhi2 Korintus 6:14 Tafsiran ayat Alkitab
2 Korintus 6:14 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Jangan kamu terkena kuk bersama orang yang tiada beriman; karena apakah persekutuan kebenaran dengan kejahatan? Atau bagaimanakah terang dengan gelap boleh berjodoh?
2 Korintus 6:14 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
2 Korintus 6:14 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

1 Korintus 10:21 (IDN) »
Tiada boleh kamu minum daripada cawan Tuhan beserta dengan cawan segala setan. Dan tiada boleh kamu mendapat bahagian daripada hidangan Tuhan beserta dengan hidangan segala setan itu.

Yakobus 4:4 (IDN) »
Hai kamu yang disifatkan seperti orang berzinah, tiadakah kamu ketahui bahwa persahabatan dengan dunia ini, ialah perseteruan dengan Allah? Sebab itu barangsiapa yang mau bersahabat dengan dunia ini, ia itulah menjadi seteru Allah.

Kenapa Keluaran Ini Penting
2 Korintus 6:14 menekankan garis batas rohani antara orang percaya dan yang tidak percaya. Ayat ini mengingatkan umat percaya bahwa persekutuan yang erat dengan mereka yang hidup di luar terang iman bisa menggeser kerohanian kita, sehingga mempertanyakan kesiapan kita untuk menjalani pertumbuhan bersama dengan Jesus. Dalam konteks surat Paulus kepada jemaat Korintus, ayat ini menekankan perlunya menjaga kemurnian iman dan fokus pada tujuan hidup sebagai pewaris kerajaan Allah.
Latar Belakang Asli
Pada masa Paulus menulis kepada jemaat di Korintus, kota itu adalah pusat perdagangan dan budaya yang penuh godaan. Korintus memiliki banyak praktik penyembahan berhala dan kompromi moral. Paulus menasihati jemaat agar tidak menjadi “dualat” dalam kasih, terutama dalam hubungan erat seperti persahabatan, pernikahan, atau kemitraan yang bisa menimbulkan pengaruh buruk terhadap iman. Ayat ini menekankan bahwa persekutuan rohani—komitmen hidup, tujuan, dan praktik ibadah—harus selaras dengan terang Kristus, bukan dengan kejahatan dunia.
Inti ajaran ayat ini adalah larangan persekutuan yang merusak iman. “Jangan kamu terkena kuk bersama orang yang tiada beriman” menandai bahaya berdampingan secara terlalu intim dengan mereka yang menolak Kristus. “Apakah persekutuan kebenaran dengan kejahatan?” dan “bagaimanakah terang dengan gelap boleh berjodoh?” membedakan antara kehidupan yang mengikuti kebenaran Allah dan kehidupan yang hidup dalam kebiasaan dosa. Paulus mengajak jemaat untuk menjaga kemurnian tujuan hidup—menjadi saksi terang Allah—tanpa kompromi pada identitas Kristus.
Beberapa tema kunci yang relevan:
Beberapa ayat terkait yang membantu memperkaya pemahaman:
Penjelasan singkat: Yohanes 15 menekankan loyalitas kepada Kristus sebagai bagian identitas orang percaya. 1 Korintus 7 menambah konteks hidup pernikahan dan relasi rohani, sedangkan 2 Korintus 4:6 menegaskan Kristus sebagai sumber terang yang membentuk perilaku kita.
Para penafsir klasik seperti Matthew Henry dan Albert Barnes menekankan pentingnya menjaga kekudusan hubungan agar tidak menimbulkan pengaruh negatif terhadap iman. Adam Clarke menambahkan bahwa kekuatan iman memerlukan pemisahan dengan segala bentuk kebiasaan dunia yang bertentangan dengan menjalani hidup dalam kebenaran. Mereka secara konsisten menyoroti bahwa hubungan yang terlalu dekat dengan tidak percaya dapat mengurangi komitmen terhadap Kristus.
Ayat ini memanggil kita untuk menilai kualitas persekutuan kita: apakah kita terbentuk dalam kasih Kristus atau terjebak dalam pola dunia. Pertanyaan praktis: dengan siapa kita paling sering menghabiskan waktu, bagaimana dampaknya terhadap doa, bacaan Alkitab, dan pelayanan kita? Biarkan terang Kristus memandu pilihan kita, sehingga persekutuan kita memperkuat iman, bukan melemahkannya.
Biarlah kita mengarahkan hubungan kita pada tujuan kerajaan Allah. Dalam kasih-Nya, kita dipanggil untuk hidup secara konsisten sebagai anak terang, menjaga kemurnian iman sambil tetap hidup dalam kasih kepada sesama. Dengan demikian, kita menjadi saksi yang efektif bagi dunia akan pekerjaan Kristus di dalam kita.