Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia Maleakhi2 Korintus 13:1 Tafsiran ayat Alkitab
2 Korintus 13:1 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Bahwa inilah kali yang ketiga aku datang kepadamu. Maka wajiblah tiap-tiap perkataan akan diteguhkan dengan lidah dua atau tiga orang saksi.
2 Korintus 13:1 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
2 Korintus 13:1 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Matius 18:16 (IDN) »
Tetapi jikalau tiada diturutnya, bawalah sertamu seorang atau dua orang lagi, supaya dengan mulut dua tiga orang saksi itu tiap-tiap perkataan dapat ditetapkan.

Ulangan 19:15 (IDN) »
Maka hanya seorang orang saksi tak boleh naik melawan barang seorang atas barang sesuatu kejahatan atau sesuatu dosa, atau sesuatu salah yang telah dibuatnya, melainkan atas kesaksian dua orang saksi, atau atas kesaksian tiga orang saksi akan ditentukan suatu perkara.

Ulangan 17:6 (IDN) »
Maka atas kesaksian dua atau tiga orang saksi hendaklah dibunuh akan orang yang patut mati itu, tetapi atas kesaksian hanya seorang saksi jua jangan dibunuh akan dia.
2 Korintus 13:1 — Menyatakan Tegasnya Iman di Hadapan Saksi
Tak lama setelah surat-surat Paulus kepada jemaat di Korintus, dia menegaskan kembali otoritas rohaninya lewat rencana kunjungan yang ketiganya. Ayat ini menegaskan bahwa segala hal yang perlu diteguhkan harus dilakukan dengan keterangan saksi-saksi yang dua atau tiga orang. Dalam konteks perselisihan, disiplin jemaat, dan pembetulan yang diperlukan, prinsip ini menekankan keadilan, ketertiban, dan akurasi pemberitaan berita Allah di antara komunitas percaya.
Pengantar konteks dan makna inti
Konteksnya adalah perseteruan dan evaluasi diri jemaat Korintus terhadap wibawa rohani Paulus. Dalam suasana audit iman, Paulus menegaskan bahwa setiap langkah persekutuan dan setiap kata yang disampaikan perlu disaksikan secara cukup agar kebenaran tidak tergelincir. Prinsip ini menegaskan bahwa otoritas iman tidak semata-mata bersifat pribadi, melainkan terikat pada kesaksian yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan di antara komunitas percaya.
Apa yang diajarkan tentang Allah, iman, dan kehidupan percaya
Ayat ini mengajak jemaat menimbang bagaimana kebenaran Allah diteguhkan di antara saksi-saksi-Nya. Ketika komunitas bersepakat untuk meneguhkan suatu hal “dengan lidah dua atau tiga orang saksi,” itu mencerminkan sifat Tuhan yang tertib dan adil: kebenaran tidak boleh bergantung pada satu pengakuan pribadi semata, melainkan pada konsensus saksi-saksi yang memenuhi syarat.
Kata-kata kunci dan gambaran penting
Cross-references dan koneksi Alkitab
Beberapa bagian yang relevan memberi ilustrasi tentang prinsip ini dalam praktik gereja:
Hubungan-hubungan ini menegaskan bahwa peneguhan kebenaran dalam komunitas Kristiani tidak hadir dari semangat pribadi semata, melainkan dari rangkaian saksi yang jelas dan dapat dipercaya.
Penuntun aplikasi saat ini
Gereja masa kini dapat mengambil pelajaran dari prinsip ini dalam praktik hidup bersama: setiap klaim penting, keputusan disiplin, atau koreksi di antara jemaat perlu disertai konfirmasi saksi yang cukup dan dialog terbuka. Pendekatan ini menjaga keadilan, mengurangi kesalahpahaman, dan memantapkan integritas tugas penatalayanan gereja.
Panduan praktis
Quotations from public-domain commentators (singkat):
Adam Clarke menekankan bahwa prinsip ini berakar pada kebutuhan menjaga kebersihan gereja dari tuduhan atau klaim yang tidak terbukti; ia memperlihatkan bagaimana tindakan tegas diperlukan agar jemaat tetap hidup dalam kebenaran (pembahasan disiplin dalam konteks Korintus).
Matthew Henry menyoroti bahwa prinsip saksi ganda mencegah kesaksian pribadi yang terlalu kuat tanpa pembuktian kolektif, menjaga komunitas agar tidak terjerat gosip atau kebohongan.
Albert Barnes menguatkan gagasan bahwa otoritas gereja harus berlandaskan konsensus saksi, bukan kehebatan individu, untuk menguatkan disiplin rohani secara adil.
Penekanan akhir: dalam kedalaman iman, kebenaran Allah diteguhkan melalui kesaksian komunitas yang setia, bukan lewat ungkapan tunggal yang mudah menyesatkan.