Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia Maleakhi2 Korintus 13:6 Tafsiran ayat Alkitab
2 Korintus 13:6 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Tetapi haraplah aku bahwa kamu kelak mengetahui kami ini tiada bercela.
2 Korintus 13:6 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
2 Korintus 13:6 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

2 Korintus 13:10 (IDN) »
Maka inilah sebabnya aku menyuratkan yang demikian, selagi aku jauh, supaya apabila aku hadir kelak, jangan aku memakai kekerasan menurut kuasa, yang dikaruniakan Tuhan kepadaku, akan membangunkan dan bukan akan merobohkan.

2 Korintus 12:20 (IDN) »
Karena aku kuatir, jangan pula pada masa kedatanganku aku dapati kamu tiada seperti yang aku suka, demikianlah juga kamu dapati aku tiada seperti yang kamu suka; aku kuatir ada perbantahan, kedengkian, kemarahan, hal berpihak-pihak, umpat, bisik-bisik, kesombongan, huru-hara;

2 Korintus 13:3 (IDN) »
sedang kamu menuntut kenyataan Kristus yang berkata-kata di dalam aku, yang tiada lemah kepada kamu, melainkan berkuasa di antara kamu.
Mengapa ayat ini penting
Ayat 2 Korintus 13:6 menegaskan tekad Paulus untuk membuat jemaat melihat integritasnya di tengah berbagai tuduhan dan kritikan. Dalam konteks surat kedua kepada jemaat Korintus, Paulus berada di bawah tekanan untuk membuktikan otoritasnya sebagai rasul Kristus. Ayat ini mengundang pembaca untuk menimbang bagaimana seorang pelayan Tuhan menanggapi tuduhan dengan keyakinan bahwa hidup saleh dan konsisten adalah bukti panggilan Tuhan yang hidup di dalamnya.
Latar belakang asli
Pada surat ini, Paulus menghadapi kritik dari beberapa pihak di Korintus yang meragukan otoritasnya dan menuduhnya bersifat tidak konsisten. Ia menekankan bahwa kebenarannya tidak bergantung pada pernyataan atau tindakan karismatik semata, melainkan pada kehadiran Kristus yang bekerja dalam dirinya dan dalam komunitasnya. Ayat ini muncul sebagai pernyataan harapan: meski ada tuduhan, jemaat nantinya akan mengenali bahwa ia hidup tanpa bercela di hadapan Allah.
Inti pesan utama
Inti ayat ini adalah panggilan menuju integritas dan keteguhan dalam pelayanan. Paulus tidak mengandalkan pengakuan manusia, melainkan menaruh harapan pada pengakuan dari jemaat ketika mereka melihat konsistensi hidupnya dengan pengajaran Kristus. Ini menumbuhkan rasa percaya bahwa kualitas hidup rohaninya akan memantulkan otoritas ilahi yang bekerja melalui dirinya.
Pemikiran penting dalam tema Alkitabiah
Hubungan dengan tema Alkitab lainnya
Beberapa jalur renungan yang relevan:
Referensi utama:
Pandangan para penafsir terdahulu (ringkas)
Para penafsir publik domain menekankan bahwa Paulus mengedepankan kejujuran pribadi dan moral sebagai bukti panggilan. Mereka menuturkan bahwa “tiada bercela” bukan sempurna tanpa cacat manusia, melainkan konsistensi hidup dalam garis panggilan Allah, sehingga jemaat melihat arus kebenaran melalui perilaku dan pengajaran.
Catatan singkat tentang kutipan langsung yang relevan: tidak ada kutipan panjang langsung dari Matthew Henry, Albert Barnes, maupun Adam Clarke dalam bagian ini secara eksplisit yang bisa dipakai secara utuh di sini. Namun, pandangan mereka secara umum menekankan integritas pribadi sebagai benteng otoritas pelayanan.
Arah doa dan renungan devosional
Renungkan: Apakah hidup kita menunjukkan Kristus dalam tutur kata, tindakan, dan motivasi? Ketika tuduhan datang, apakah kita mengandalkan penguatan-Nya untuk hidup saleh di hadapan-Nya dan sesama?
Penutup— refleksi praktis
Ayat ini mengajak jemaat untuk menilai diri bukan dari popularitas atau pengakuan manusia, melainkan dari sejauh mana kita hidup menurut firman Tuhan. Jika kita bertumbuh dalam kebenaran, kita bisa berharap jemaat melihat kita “tiada bercela” dalam konteks memuridkan, mengajar dengan kasih, dan hidup setia pada panggilan-Nya.