Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia Maleakhi2 Korintus 13:13 Tafsiran ayat Alkitab
2 Korintus 13:13 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
(13-12b) Segala orang suci itu berkirim salam kepadamu.
2 Korintus 13:13 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
2 Korintus 13:13 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Roma 16:16 (IDN) »
Hendaklah kamu bersalam-salaman sama sendirimu dengan kucup yang kudus. Maka salam sekalian sidang jemaat Kristus kepada kamu.

Roma 16:21 (IDN) »
Salam Timotius, kawan di dalam pekerjaanku, kepada kamu, dan salam keluargaku Lukius dan Yason dan Sosipater.

Filipi 4:21 (IDN) »
Sampaikanlah salamku kepada tiap-tiap orang suci di dalam Kristus Yesus. Dan salam kepadamu daripada saudara-saudara yang beserta dengan aku.
Makna Langsung Ayat
2 Korintus 13:13 menyampaikan salam persekutuan antara jemaat Tuhan; para orang kudus menyampaikan salam kepada pembaca. Ayat ini menegaskan hidup dalam kebersamaan iman yang saling menghormati, meski surat ini ditujukan kepada jemaat Korintus yang sedang menghadapi tantangan dan koreksi.
Latar Belakang Konteks
Surat 2 Korintus ditulis untuk meneguhkan keaslian pelayanan Paulus dan menyelesaikan kekacauan yang muncul di antara jemaat Korintus. Meskipun bagian penutupnya sering lebih singkat, salam-salam dari orang-orang kudus menegaskan hubungan rohani yang melampaui batas geografi gereja lokal. Salam semacam ini pula mencerminkan tradisi gereja mula-mula yang hidup dalam doa bersama dan dukungan satu sama lain.
Gambaran Penafsiran
Beberapa penjelasan relevan: - Ambil makna persaudaraan rohani: salam dari orang-orang kudus menegaskan bahwa pembaca termasuk bagian dari jemaat yang dimerdekakan dalam Kristus. - Salam adalah tanda kehendak persatuan: meski Paulus menasihati, salam-salam tersebut menggarisbawahi bahwa iman bersifat bersama, bukan sekadar individu. - Dimensi komunikasi rohani: salam menandai kedekatan hati antara pendengar, penutur, dan komunitas iman lainnya.
Gagasan-Poin Kunci
Cross-References (hubungan Alkitabiah)
- Efesus 6:23-24: Salam yang mengiringi doa dan kasih dalam jemaat, menegaskan hubungan damai antara orang-orang percaya.
- Roma 16:16: Salam satu sama lain dengan ucapan kudus; seluruh jemaat menyalurkan kasih mereka melalui salam tersebut. Penempatan salam menunjukkan ikatan erat antara gereja-gereja.
Inti Aplikasi Praktis
Dalam hidup sehari-hari, salam dari “orang-orang suci” mengajak kita untuk menjaga kedekatan dengan komunitas percaya: saling mendoakan, saling memperhatikan, dan menjalankan kasih sebagai identitas bersama. Seperti Paulus mengakhiri suratnya dengan salam persekutuan, kita juga menutup percakapan rohani dengan kerendahan hati dan doa bagi sesama anggota tubuh Kristus.
Catatan Penjembatan
Beberapa komentator menggambarkan salam ini sebagai manifestasi kebersamaan gereja mula-mula. Kutipan singkat: Matthew Henry menekankan nilai persaudaraan iman dan kebersamaan doa; Albert Barnes menyoroti salam sebagai tanda autentik pelayanan yang terikat dalam kasih. Adam Clarke menambah bahwa salam suci menegaskan komunitas antara publik sekaligus pribadi dalam Kristus.
Ringkasnya, 2 Korintus 13:13 menegaskan ikatan doa dan kasih antara jemaat, yang menjadi penutup bernuansa kepedulian rohani—sebuah panggilan untuk hidup dalam persatuan di dalam Kristus.